Selasa, 11 Maret 2014

Artikel Peninggalan Sejarah Hindu Dan Buddha Di Indonesia

Peninggalan Sejarah Hindu Dan Buddha Di Indonesia
Peninggalan Sejarah
Peninggalan Sejarah Bercorak Hindu
Di Indonesia banyak sekali ditemukan berbagai bentuk peninggalan sejarah  bercorak Hindu. Kamu pasti bertanya, sejak kapan dan bagaimana ajaran Hindu masuk ke Indonesia? Lalu apa saja bentuk-bentuk peninggalan sejarah bercorak Hindu? Jangan khawatir kamu akan mendapat jawabannya pada pembahasan kali ini. Untuk itu, simaklah dengan saksama karena kita akan bersama-sama kilas balik ke masa lalu

1.    Perkembangan Ajaran Hindu di Indonesia
Perkembangan ajaran agama Hindu berawal sekitar tahun 1500 sebelum Masehi (SM). Ditandai dengan datangnya bangsa Yunan. Bagaimana mereka bisa sampai ke Indonesia? Mereka memasuki wilayah Nusantara dengan perahu layar. Kelompok ini datang dari Kampuchea (Kamboja). Mereka mendirikan rumah dan hidup secara berkelompok dalam masyarakat desa dan menetap di Nusantara.
Kepercayaan yang mereka anut ialah animisme dan dinamisme. Animisme adalah kepercayaan yang memuja roh nenek moyang atau roh halus. Dinamisme adalah pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Misalnya keris, tombak, batu akik, dan patung.
Kapan ajaran Hindu masuk ke Indonesia? Ajaran Hindu masuk ke Indonesia sejak permulaan masehi. Agama Hindu dikenal penduduk Indonesia melalui hubungan dagang dengan india.
Kitab suci agama Hindu yaitu Weda. Ajaran Hindu merupakan ajaran yang memuja banyak dewa. Dewa-dewa yang dianggap menempati posisi paling tinggi yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Syiwa. Ketiga dewa itu disebut Trimurti atau tiga dewa yang bersatu. Trimurti diwujudkan dalam bentuk patung.
Kasta-kasta dalam masyarakat Hindu:
a.    Kasta Brahmana terdiri para pendeta.
b.    Kasta Ksatria terdiri atas golongan para raja, prajurit, dan bangsawan.
c.    Kasta Waisya terdiri atas golongan pemilik modal, pedagang kaya, dan petani kaya.
d.    Kasta Sudra terdiri atas golongan buruh dan petani miskin.

2.    Kerajaan Hindu di Indonesia dan Peninggalannya
a.    Kerajaan Kutai
Tauhkah kamu Menurut para ahli, nama Kutai berasal dari istilah Cina khothay yang berarti kerajaan besar.Kerajaan Kutai terletak di Muara Kaman, di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai didirikan oleh Kudungga pada abad ke-4 M. Bukti berdirinya Kerajaan Kutai adalah ditemukannya yupa. Yupa yaitu tiang batu pengikat hewan korban yang dipersembahkan oleh para brahmana. Yupa ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Raja Hindu pertama di Kerajaan Kutai adalah Aswawarman. Ini dibuktikan oleh gelar yang dimilikinya, yakni wangsakerta atau pendiri keluarga kerajaan (dinasti).
Dari tulisan pada yupa yang berbunyi
śrīmatah śrī-narendrasya; kuṇḍuṅgasya mahātmanaḥ; putro śvavarmmo vikhyātah; vaṅśakarttā yathāṅśumān; tasya putrā mahātmānaḥ; trayas traya ivāgnayaḥ; teṣān trayāṇām pravaraḥ; tapo-bala-damānvitaḥ; śrī mūlavarmmā rājendro; yaṣṭvā bahusuvarṇnakam; tasya yajñasya yūpo ‘yam; dvijendrais samprakalpitaḥ.
Yang artinya
Sang Mahārāja Kundungga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aśwawarmman namanya, yang seperti Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci). Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman, raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.
Peninggalan sejarah Kerajaan Kutai sebagai kerajaan Hindu di antaranya sebagai berikut.
•    Tujuh buah yupa yang ditemukan di daerah sekitar Muara Kaman pada tahun 1879 dan 1940.
•    Kalung Cina yang terbuat dari emas.
•    Arca-arca bulus.
•    Arca-arca Buddha dari perunggu.
•    Arca batu.


b.    Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Keberadaan kerajaan ini dapat dilacak dengan ditemukannya tujuh buah prasasti. Kerajaan Tarumanegara berdiri pada abad ke-5 M, terletak di tepi Sungai Citarum, Bogor, Jawa Barat. Wilayahnya meliputi Karawang, Jakarta, Bogor, dan Banten. Raja yang terkenal dari Tarumanegara adalah Purnawarman. Raja Purnawarman menganut agama Hindu aliran Wisnu.
Kerajaan Tarumanegara mempunyai banyak peninggalan sejarah. Semua peninggalan itu dapat menunjukkan keberadaan kerajaan Tarumanegara. Peninggalan yang dimaksud antara lain sebagai berikut :
1.    PrasastiCiaruteun
Ditemukan di Ciampea, Bogor, Jawa Barat. Pada prasasti ini terdapattelapak kaki Raja Purnawarman dan lukisan laba-laba. Raja Purnawarman dianggap sebagai perwujudan Dewa Wisnu.
2.    Prasasti Jambu
Ditemukan di Bukit Koleangkak, 30 km sebelah barat daya Kota Bogor. Pada prasasti ini tertulis kata tarumayam (Tarumanegara).
3.     Prasasti Lebak (Cidanghiang)
Ditemukan di Kampung Lebak, Pandeglang, Banten. Prasasti ini menyebutkan bahwa Raja Purnawarman adalah raja yang agung, pemberani, dan perwira.
4.    Prasasti Kebon Kopi
Ditemukan di Kampung Muara Hilir, Bogor. Pada prasasti ini terdapat lukisan telapak kaki Airawata (gajah kendaraan Dewa Wisnu).
5.    Prasasti Tugu
Ditemukan di Desa Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. Prasasti ini memiliki tulisan terpanjang. Prasasti ini menceritakan pembuatan saluran air (Gomati dan Chandrabhaga) oleh Raja Purnawarman.
6.    Prasasti Pasir Awi
Ditemukan di Pasir Awi, Bogor, Jawa Barat. Prasasti ini terdapat lukisan tapak kaki. Prasasti ini belum bisa dibaca karena dalam huruf ikal.
7.    Prasasti Muara Cianten
Ditemukan di Muara Cianten, Bogor, Jawa Barat. Seperti Prasasti Pasir Awi, prasasti ini juga belum bisa terbaca.Selain prasasti juga ditemukan arca-arca. Misalnya arca Rajarsi ditemukan di Jakarta. Di Desa Cibuaya ditemukan arca Wisnu Cibuaya I dan arca Wisnu Cibuaya II.
c.    Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar abad ke-8 M. Kerajaan ini terletak di pedalaman Jawa Tengah. Bukti keberadaan kerajaan ini tertulis dalam Prasasti Canggal dan Prasasti Balitung (Mantyasih). Berdasarkan catatan pada prasasti, kerajaan bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Prasasti Canggal juga mengungkapkan pendirian lingga di Desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya.
Peninggalan sejarah Kerajaan Mataram sangat banyak. Di antaranya berupa Candi Gedong Songo, kompleks Dieng, dan komplek Candi Prambanan. Kehidupan rakyat cukup makmur terbukti banyaknya candi-candi.
d.    Kerajaan Kediri
Pada tahun 1019 M terdapat Kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Raja Airlangga. Ia mempunyai tiga orang anak yaitu Sanggramawijaya, Samarawijaya, dan Mapanji Garasakan.
Awalnya, Airlangga menurunkan tahta kepada Sanggramawijaya. Namun, Sanggramawijaya tidak bersedia. Ia memilih jalan hidupnya sebagai pertapa. Sanggramawijaya mendapat julukan Raja Sucian atau Dyah Kili Suci. Namun, Airlangga masih mempunyai dua anak lainnya. Kemudian Airlangga membagi kerajaan menjadi dua bagian. Hal ini untuk menghindari perang saudara.
Pada tahun 1041 M, Mpu Bharada membagi Kerajaan Kahuripan atas perintah Airlangga. Kerajaan Panjalu atau Kediri yang beribu kota di Daha diserahkan Samarawijaya. Kerajaan Jenggala atau Kahuripan yang beribu kota di Kahuripan diserahkan Mapanji Garasakan.
Airlangga selanjutnya mengasingkan diri menjadi pertapa dengan nama Resi Gentayu. Pada tahun 1049, Airlangga wafat dan dimakamkan di Candi Belahan.
Peninggalan berupa prasasti di antaranya sebagai berikut :
• Prasasti Penumbangan (1120)    • Prasasti Hantang (1135)
• Prasasti Talan (1136)                 • Prasasti Jepun (1144)
• Prasasti Weleri (1169)                 • Prasasti Angin (1161)
• Prasasti Padlegan (1170)             • Prasasti Jaring (1181)
• Prasasti Semandhing (1182)        • Prasasti Ceker (1185)

e.    Kerajaan Singasari
Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken Arok. Pada awalnya, Ken arok adalah Akuwu Tumapel. Ken Arok membantu para brahmana Kediri melawan Raja Kertajaya. Setelah memenangkan perang, Kerajaan Kediri dan Tumapel bergabung. Muncullah kerajaan baru bernama Kerajaan Singasari.
Raja yang memerintah Singasari secara berturut-turut sebagai berikut  :
1)    Ken Arok (1222–1227)
2)    Anusapati (1227–1248)
3)    Tohjaya (1248 M)
4)    Ranggawuni (1248–1268)
5)    Kertanegara (1268–1292)
f.    Kerajaan Majapahit
Majapahit adalah Kerajaan Hindu terakhir. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya. Kerajaan Majapahit terletak di Kecamatan Trowulan, Mojokerto sebelah barat Surabaya. Kerajaan Majapahit mempunyai hubungan dengan Kerajaan Singasari. Raden Wijaya merupakan menantu Kertanegara. Masih ingatkah kamu dengan serangan Jayakatwang terhadap Kertanegara? Dan ingat-ingat pula kecerdikan Raden Wijaya dalam memanfaatkan datangnya bangsa Cina Sepeninggal Jayakatwang, Raden Wijaya mendirikan kerajaan baru yang bernama Majapahit. Secara berurutan Kerajaan Majapahit diperintah oleh raja-raja berikut ini :
1) Raden Wijaya (1293–1309)
2) Jayanegara (1309–1328)
3) Tribhuwanatunggadewi (1328–1350)
4) Hayam Wuruk (1350–1389)
5) Wikramawardhana (1389–1400)
6) Putri Suhita








Peninggalan Sejarah Bercorak Buddha
Pernahkah kamu mengunjungi Candi Borobudur? Sungguh indah dan menakjubkan bukan? Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan agama Buddha. Nah, untuk mengetahui perkembangan agama Buddha di Indonesia simak pembahasan berikut.
Agama Buddha pertama kali masuk ke Indonesia sekitar abad ke-5 M. Kedatangannya bersamaan waktunya dengan masuknya ajaran agama Hindu. Agama Buddha diterima baik di masyarakat karena tidak mengenal kasta. Semua golongan dianggap mempunyai kedudukan yang sama. Bahkan, kelompok Waisya dan Sudra banyak yang berpindah ke agama Buddha, karena dalam agama Hindu mereka dianggap kasta rendah. Jadi, inti ajaran Buddha adalah sebagai berikut :
1.    Tidak percaya adanya dewa.
2.    Tidak mengenal kasta.
3.    Orang berjuang untuk mencapai nirwana harus melaksanakan Arya Setyani (empat kenyataan hidup) yaitu hidup itu sengsara, sengsara muncul karena nafsu, nafsu yang jahat harus dibinasakan, dan untuk membinasakan nafsu melalui hastamarga.
Kerajaan Buddha terbesar di Asia Tenggara adalah Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 di Palembang, Sumatra Selatan. Bukti-bukti yang menunjukkan adanya Kerajaan Sriwijaya ditunjukkan oleh prasasti-prasasti yang ditulis huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno berikut ini.
1. Prasasti Kedukan Bukit (683 M) di Palembang.
2. Prasasti Talang Tuo (684 M) di Palembang.
3. Prasasti Telaga Batu (tanpa tahun) di Palembang.
4. Prasasti Kota Kapur ( 686 M) di Pulau Bangka.
5. Prasasti Karang Berahi (686 M) di Jambi.
6. Prasasti Palas Pasemah (abad ke-7 M) di Lampung Selatan.
Pada awalnya Sriwijaya Berpusat di Sungai Kapur, Riau. Namun, setelah mempunyai armada laut yang kuat, Sriwijaya mulai meluaskan daerahnya sampai meliputi Tulang Bawang (Lampung), Pulau Bangka (dekat Palembang), Jambi (Sungai Batanghari), Kerajaan Kaling dan Mataram (Jawa Tengah), serta Kedah (Semenanjung Melayu/Malaysia), hingga Tanah Genting Kra (Malaysia). Sriwijaya disebut kerajaan maritim/kerajaan laut (sarjawala) karena mempunyai wilayah perairan yang luas dan angkatan laut yang kuat. Dalam perkembangannya, Sriwijaya menjadi pusat perdagangan dan pusat agama Buddha.
1 . Sebagai Pusat Perdagangan
Letak Sriwijaya yang strategis di jalur perairan dunia membuat perdagangan menjadi maju. Sriwijaya menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara, Cina, dan India. Mereka bertemu dan berdagang di Sriwijaya. Sementara dalam perdagangan antardaerah di Indonesia, Sriwijaya menjadi pusat dan pintu perdagangan Indonesia dengan Barat.
2 . Sebagai Pusat Agama Buddha
Dalam bidang agama, Sriwijaya menjadi pusat pendidikan dan persebaran agama Buddha. Banyak pendeta Buddha yang datang untuk memperdalam agama Buddha, seperti I- Tsing dari Cina, serta guru agama Buddha dari India, yaitu Sakyakirti dan Dharmapala. Sebaliknya, banyak juga para pemuda Sriwijaya yang belajar dan memperdalam agama Buddha di Perguruan Tinggi Nalanda, India. Selain itu, banyak berdiri candi atau bangunan suci sebagai tempat beribadah umat Buddha, misalnya Candi Muaratakus.
Kerajaan Sriwijaya mengalami puncak kejayaan pada tahun 850 M. Masa kejayaan berlangsung selama pemerintahan Raja Balaputradewa, di mana rakyat hidup tenteram dan makmur. Namun, Kejayaan Sriwijaya mulai surut pada abad ke-11 karena faktor-faktor berikut ini.
a.    Setelah Balaputradewa wafat, tidak ada lagi raja yang cakap memerintah.
b.    Letak Palembang yang jauh dari laut membuat kapal-kapal tidak mau singgah dan mencari tempat lain untuk berlabuh.
c.    Banyak wilayah bawahan yang melepaskan diri, misalnya Jawa Tengah dan Melayu.
d.    Serangan dari kerajaan lain, seperti dari Kerajaan Colamandala, India Selatan(1017 M); ekspedisi Pamalayu dari Kerajaan Singasari (1275 M), dan serangan Majapahit (1377 M).
Banyaknya kerajaan yang bercorak Buddha di Indonesia mewariskan beragam peninggalan sejarah. Peninggalan sejarah tersebut terdiri bermacam bentuk, ada yang berbentuk bangunan, seni patung (arca-arca), seni pahat dan ukir (relief), serta kesusastraan (kitab-kitab). Candi bagi umat Buddha memiliki fungsi sebagai makam raja-raja. Pada bagian dalam candi biasanya terdapat arca-arca, sedangkan pada dinding luarnya banyak pahatan yang disebut relief. Berikut ini beberapa candi di Jawa dan Sumatra yang merupakan peninggalan sejarah Buddha.
a.    Candi Borobudur di Jawa Tengah, yang didirikan tahun 770 M.
b.    Candi Kalasan di Jawa Tengah, meru-pakan candi Buddha tertua di Pulau Jawa yang didirikan pada tahun 778 M.
c.    Candi Mendut di Jawa Tengah, yang didirikan pada masa Dinasti Syailendra.
d.    Candi Sewu di Jawa Tengah.
e.    Candi Plaosan di Jawa Tengah.
f.    Candi Sumberawan di Jawa Timur.
g.    Candi Muara Takus di Sumatra.

Adapun peninggalan sejarah berupa arca di Indonesia yang terpenting adalah
arca Syiwa, Brahma, Wisnu, Buddha, dan Dyani Boddhisatwa.


0 Responses to “Artikel Peninggalan Sejarah Hindu Dan Buddha Di Indonesia”

Poskan Komentar

Sponsored by Jobs