Kamis, 20 Februari 2014

Sejarah Perkembangan Seni Lukis Indonesia

Sejarah Perkembangan Seni Lukis Indonesia
Seni Lukis

SEJARAH PERKEMBANGAN SENI LUKIS INDONESIA
Perkembangan seni rupa Indonesia khususnya seni lukis tidak banyak diketahui.
Secara garis besar perkembangan seni rupa Indonesia meliputi seni prasejarah sejarah seni Indonesia Hindu, Seni Indonesia Islam, Seni Indonesia Modern.

1.    Seni Lukis Prasejarah Indonesia
Pada zaman prasejarah seni lukis mempunyai makna tertentu. Lukisan dibuat pada dinding-dinding goa dan karang lalu disemprot dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna. Teknik menyemprot ini dikenal dengan nama aerograph.
Contoh lukisan karya seni prasejarah dapat dilihat di Gua Leang Pattakere di Maros (Sulsel). Lukisan menggamabrkan adegan perburuan. Juga dinding-dinding gua (di Papua) lukisan tersebut menggambarkan nenek moyang.

2.    Seni Lukis Hindu Klasik Indonesia
Setelah zaman prasejarah berakhir bangsa Indonesia telah memiliki berbagai keahlian seperti pembuatan batu besar, seni tuang logam, pertanian, peralatan seni pahat.
Pada waktu masuknya pengaruh hindu zaman ini merupakan babak baru kebudayaan di Indonesia. Hal ini terjadi adanya kontak kebudayaan dengan India abad ke-5 M.
Tema umum yang digunakan karya seni antara lain agama, mitologi, legenda, cerita sejarah. Contoh lukisan cerita Mahabrata dan Ramayana.
Seni lukis di Bali mulai berlangsung ketika kebudayaan hindu terdesak oleh kebudayaan Islam.
Perkembangan seni lukis Bali diuraikan dalam 3 bagian yaitu lukisan kemasan, pita maha seniman muda.

3.    Seni Lukis Islam Indonesia
Kesenian Islam di Indonesia berpusat di istana.
Seorang seniman tugasnya menciptakan karya seni berbagai ilmu  dan filsafat kebudayaan Islam dipadukan dengan huruf arab, kaligrafi, patung dedaunan flora seperti lukis kaca dari Cirebon.

4.    Seni Lukis Indonesia Baru
a.    Latar Belakang
Seni lukis Indonesia baru berkembang pada umumnya tidak dapat sepenuhnya dipahami tanpa menempatkannya dalam keseluruhan kerangka masyarakat kebudayaan Islam dipengaruhi kekuatan sejarah sebagai berikut:
1)    Warisan budaya
2)    Kekuatan sejarah
3)    Pengaruh barat
b.    Segala sesuatu yang berhubungan dengan modern selalu diasosiasikan dengan barat melalui kolonialisme (penjajahan).
c.    Seni rupa modern di Eropa sejak munculnya impresionisme (awal abad ke-18). Persentuhan seni kolektif Indonesia dengan seni modern Eropa melalui pelukis Eropa menggugah individu untuk membuka lembaran baru dalam berkesenian pada zaman seni rupa Indonesia baru di beberapa perkembangan seperti berikut:
1)    Masa Raden Saleh
Pada perkembangan abad ke-19. Sebagian ahli memandang Raden Saleh Syarif Bustaman 1807 – 1880 sebagai seni lukis modern Indonesia.
Realis keturunan Belgia yakni A.A.J. Payin dan didukung oleh C. Runwati karena mempunyai bakat besar dalam bidang seni lukis. Para ahli seni rupa karya Raden Saleh mempunyai pesan bertajuk ANTARA HIDUP dan Mati
Demikian pula lukisan penangkapan Diponegoro.
2)    Masa Indonesia Jelita (Mool Indie)
Pada awal abad ke-20. Munculnya Abdullah Suryosubroto keturunan bangsawan Solo. Abdul SR. (1878-1941) bermukim di Bandung mengembangkan gaya melukis sendiri dengan sebutan Indonesia Jelita (mool Indie)
Pemandangan alam yang menakjubkan, indah, romantis, damai.
3)    Masa Cita Nasional
S. Sudjojono (1913-1986). Sebagai penggerak kelompok ini sama sekali tidak belajar seni rupa. Pelukis antara lain Agus Djaya Suminta, L. Sutiono, Ramen, Sutioso, S. Tutur membentuk perkumpulan hali gambar (PERSAGI) pada tahun 1938 di Jakarta.
Tujuan utama untuk antar seniman lokal mengembangkan corak Indonesia asli. Dimasa ini S. Sudjojono menciptakan karya monumental seperti di depan kelambu terbuka. Oto Jaya Karya Penggodaan dan wanita impian.
4)    Masa Pendudukan Jepang
Pada zaman pendudukan Jepang 1942, PERSAGI dipaksa bubar. Perkembangan Jepang Keimin Bunka Shidoso mantan anggota PERSAGI yang menyediakan saran kegiatan beserta para pelukis Indonesia mendapat angins egar bertujuan memamerkan karya pelukis lokal ajak kebangsaan masyarakat luas.
Disisi lain perubahan sosial politik mempertebal nasionalisme rakyat.
5)    Masa Sesudah Kemerdekaan
Seni lukis di Indonesia yang pesat karena seni lukis telah menyatu dengan semangat perjuangan bangsa. Jiwa kepahlawanan dibuktikan dengan poster perjuangan.
Pemerintahan di Yogyakarta 1946 menjadi pusat para pelukis membentuk perkumpulan seri rupa masyarakat  (SIM). Seniman Indonesia baru di Madiun dengan pelopor Sudjojono.
6)    Masa Pendidikan Formal
Pada 1994 R.J Katasmi pelukis rakyat poetra, budaya taman siswa merintis Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) bertujuan untuk mencetak calon-calon seniman.
Pada 1964 berdiri jurusan pendidikan seni rupa IKIP Bandung yang menekuni seni lukis seniman Oho Garha Hariman seni rupa IKIP lainnya diseluruh Indonesia.
7)    Masa Seni Lukis Baru di Indonesiapada 1974 lahirnya kelomopk seniman muda diberbagai daerah. Dalam hal ini tergabung gerakan antara lain  Jim Supangkat, S Pinka di adakan ditaman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta mengundang perhatian masyarakat karya seniman muda itu didasari alasan.
Membongkar peristilahan seniman sebagai atribut yang hanya di letakan pada kalangan akademis saja sementara masyarakat kecil bergiat dalam kesenian tidak mendapat tempat yang semestinya.
5.    Proses Berkarya Seni Rupa
Pertumbuhan seni rupa didasri oleh pandangan manusia yang dinamis dalam berbagai karya baik gagasan, tema, bahan, media yang dipakai.
Proses yang memakan waktu berkarya bagi si pencipta seniman menemukan jati dirinya. Pengaruhnya pula keuangan, segi moril dan materi.
Hasil karyanya dari masyarakat, bangsa di dunia misalnya lukisan Affandi diakui oleh masyarakat dunia.

Tekhnik Skema Pengakuan Dari Luar
Pendorong, keaktifan, pengaruh seniman, keinginan berkarya, identitas.

6.    Mengapresiasi Karya Seni Rupa
Karya seni rupa murni untuk mengungkapkan ekspresi jiwa gagasan ide. Kepentingan estetis gengan praktis sebuah karya seni rupa murni pada akhirnya akan masuk ke dalam lingkungan masyarakat umum, galeri.
Apabila karya seni rupa telah masuk ke dalam suatu lingkungan akan saling menanggapi berkomunikasi.
Tujuan pokok apresiasi menjadikan, menerima, menikmati, sebuah karya peka akan seni rupa murni.
a.    Tahap awal
Tahap awal merupakan tahap ketika seorang pengamat melihat sebuah karya, baik karya yang dipamerkan maupun melihat karya tertentu secara sekilas,atau disebut juga tahap perkenalan.
b.    Tahap penghayatan
Merupakan tahap dimana seseorang pengamat berupaya untuk mengamati lebih jauh lagi dan berusaha untuk memahami dan menghayati sebuah karya.
c.    Tahap penilaian
Merupakan tahap pengambil keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbanagn tertentu tentang berniai atau berharganya suatu karya seni.disebut juga tahap penghargaan dengan menentukan apakah karya yang sedang diapresiasi baik atau indah.
Dalam mengapresiasi sebuah karya seni rupa kamu dapat memahami, meniali, menghayati, dan memberikan keputusan terhadap karya seni secara bebas,hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut
a.    Mendeskripsikan (memaparkan) sebuah karya dengan cara menemukan sesuatu yang dilihat apa adanya tanpa mengambil kesimpulan apapun
b.    Uraian kebentukan (formal), yaitu tahap menelusuri sebuah karya berdasarkan strukturnya, baik itu warna, garis, bentuk, maupun teksturnya.
c.    Penapsiran makna yang meliputi tema yang digarap dan masalah masalah yang dikemukakan.
d.    Penilaian, yaitu tahap untuk menentukan drajat suatu karya seni.

0 Responses to “Sejarah Perkembangan Seni Lukis Indonesia”

Poskan Komentar

Sponsored by Jobs