Senin, 24 Februari 2014

Contoh Makalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

Contoh Makalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)  
Logo Organisasi Siswa Intra Sekolah
Organisasi Siswa Intra Sekolah

A.    PENDAHULUAN

Organisasi intra sekolah adalah merupakan wadah atau area tempat bagi siswa. Yaitu sebagai calon-calon anggota masyarakat maupun calon warga Negara. Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala (lingkungan pendidikan).
Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.

B.    OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)

a.    Latar Belakang Berdirinya OSIS
Kehidupan organisasi kesiswaan dalam gerakannya dapat dibedakan menjadi dua periode. Pertama, masa keorganisasian kesiswaan sebelum tahun 1966 atau dapat dikenal dengan lahirnya Orde baru dan kedua pada masa kehidupan organisasi setelah tahun 1966. Organisasi kesiswaan mulai dari sebelum ataupun sesudah Orde baru tidaklah jauh berbeda, bahkan dapat menjadi cerminan dari kondisi politik pada masa itu. Karena pada saat itu banyak tumbuh organisasi-organisasi atau gerakan politik pada negeri kita.
Sejalan dengan berbagai keadaan, baik politik maupun masyarakat, maka disekolah mulai diadakan pembenahan kehidupan di kalanan siswa. Mula-mula dibentuklah Kompi Pelajar Serba Guna, yang disingkat Kejarsena. Kejarsena ini merintis adanya persatuan seluruh pelajar dalam suatu sekolah. Yang akhirnya berganti nama menjadi Organisasi Intra Sekola atau lebih dikenal dengan sebutan OSIS. OSIS ini adalah organisasi siswa, wadah untuk menampung aspirasi-aspirasi siswa untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan siswa diluar kurikulum.
Di dalam Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1993 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. Kepanjangan OSIS terdiri dari, organisasi, siswa, intra, sekolah. Masing-masing mempunyai pengertian:
a)    Organisasi Secara umum adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan satuan atau kelompok ke rjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
b)    Siswa adalah peserta didik pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
c)    Intra adalah berarti terletak didalam dan di antara. Sehingga OSIS berarti suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
d)    Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan bersinambungan.

b.    Lingkup OSIS (organisasi siswa intra sekolah)
Dalam sutu orgnisasi pasti mempunyai objek yang dituju dan ruang lingkup untuk membatasi kerja organisasi tersebut, begitu juga dengan OSIS sendiri. Maka dari itu OSIS, dalam kepengurusannya berugas membantu mengusahakan kelancaran pelaksanaan program pengajaran dan pembinaan generasi muda di sekolah. Kegiatan ini hamper dilaksanakan lewat kegiatan ekstra kelas. Aadapun segi-segi usaha pembinaan generasi muda diantaranya adalah:
a.    Mempertinggi moral etik
b.    Memperdalam kesadaran rasa kebangsaan
c.    Memajukan kesenian maupun olahraga
d.    Meningkatkn pengabdian pada masyarakat
e.    Menggiatkanusaha-usaha social, dll

c.    Kepengurusan OSIS (organisasi siswa intra sekolah)
Kepengurusan OSIS terdiri dari dua badan. Pertama, Pengurus OSIS, dan yang kedua, Musyawarah Perwakilan Kelas. Pengurus OSIS meliputi Ketua Umum, dibantu Ketua I,II dan III, Sekretaris Bendahara Seksi-seksi (Kesenian, Olah Raga, dsb). Sedangkan dari Seksi-seksi dapat dipecah menjadi Kelompok Kegiatan (KK), misalnya Seksi Kesenian dipecah dalam KK-Tari, KK-Drama dan sebagainya. Musyawarah Perwakilan Kelas terdiri atas wakil-wakil dari seluruh kelas yang ada di sekolah. Dari kelas I sampai III.
Dalam bergeraknya kepengurusan OSIS ini, akan mendapat pembinaan dan bimbiga dari Majelis Pembimbing OSIS (MBO). Majelis ini terdiri dari atas Guru-guru Pembina Seksi dan diketahui langsung oleh Kepala Sekolah.
Adapun organisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus cita-cita perjuangan pembangunan bangsa, guna :
a.    Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Tuhan Yang Maha Esa dan budi pekerti luhur
b.    Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
c.    Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
d.    Memantapkan kepribadian dan mandiri
e.    Mempertebal rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan

d.    Perananan
Salah satu ciri pokok suatu organisasi adalah memiliki berbagai fungsi atau peranan. Demikian pula OSIS sebagi suatu organisasi memiliki pula beberapa peranan atau fungsi dalam mencapai tujuan.
Sebagai suatu organisasi OSIS perlu pula memperhatikan faktor-faktor yang sangat berperan agar organisasi ini tetap hidup dalam arti tetap memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar OSIS tetap eksis yaitu:
1. Sumber daya
2. Efisiensi
3. Koordinasi kegiatan sejalan dengan tujuan
4. Pembaharuan
5. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan luar
6. Terpengaruhinya fungsi dan peran seluruh komponen.

C.    Kegiatan Ekstra Kelas
Kegiatan pendidikan ini pelaksanaanya dilakukan oleh sekolah, namun pelaksanaanya dilakukan di luar jam-jam pelajaran sekolah. Yang artinya selain dari jam pelajaran yang tercantum dalam daftar pelajaran. Kegiatan ekstra kelas ini dibagi menjadi dua, yaitu Kegiatan Ekstra Kurikuler dan Kegiatan Ko Kurikuler.

a.    Kegiatan Ekstra Kurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengayaan dan perbaikan yang berkaitan dengan program kokurikuler dan intrakurikuler. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat mengikuti kegiatan tersebut. Melalui bimbingan dan pelatihan guru, kegiatan ekstrakurikuler dapat membentuk sikap positif terhadap kegiatan yang diikuti oleh para siswa.
Kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti dan dilaksanakan oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah, bertujuan agar siswa dapat memperkaya dan memperluas diri. Memperluas diri ini dapat dilakukan dengan memperluas wawasan pengetahuan dan mendorong pembinaan sikap atau nilai-nilai.
Pengertian ekstrakurikuler menurut kamus besar bahasa Indonesia (2002:291) yaitu:”suatu kegiatan yang berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa”. Sedangkan menurut Ariunto. S (1981:1) bahwa kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan tambahan, di luar struktur program yang pada umumnya merupakan program pilihan.
Kegiatan ekstrakurikuler sendiri dilaksanakan diluar jam pelajaran wajib. Kegiatan ini memberi keleluasaan waktu dan memberikan kebebasan pada siswa, terutama dalam menentukan jenis kegiatan yang sesuai dengan bakat serta minat mereka. Menurut Rusli Lutan (1986:72) ekstrakurikuler adalah: “Program ekstrakurikuler merupakan bagian internal dari proses belajar yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan anak didik. Antara kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler sesungguhnya tidak dapat dipisahkan, bahkan kegiatan ekstrakurikuler perpanjangan pelengkap atau penguat kegiatan intrakurikuler untuk menyalurkan bakat atau pendorong perkembangan potensi anak didik mencapai tarap maksimum.
Sehubungan dengan penjelasan tersebut, dapat penulis kemukakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang menekankan kepada kebutuhan siswa agar menambah wawasan, sikap dan keterampilan siswa baik diluar jam pelajaran wajib serta kegiatannya dilakukan di dalam dan di luar sekolah.

Tujuan kegiatan ekstrakurikuler
Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, pasti tidak lepas dari aspek tujuan. Kerena suatu kegiatan yang diakukan tanpa jelas tujuannya, maka kegiatan itu akan sia-sia. Begitu pula dengan kegiatan ekstrakurikuler tertentu memiliki tujuan tertentu. Mengenai tujuan kegiatan dalam ekstrakurikuler dijelasken oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995: 2) sebagai berikut:
a.    Ekstra kurikuler ini harus dapat meningkatkan kemampuan siswa baik kognitif, afektif maupun psikomotor,
b.    Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam binaan pribadi menuju manusia yang positif seutuhnya,
c.    Dapat mengetahui, mengenal serta membedakan hubungan antara pelajaran satu dengan yang lainnya.

Jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler tentu berbeda-beda jenisnya, karena banyak hal yang memang berkaitan dengan kegiatan siswa selain dari kegiatan inti. Dengan beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang ada, siswa dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing. Beberapa jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diprogramkan di sekolah dijelaskan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995: 3) sebagai berikut
a.    Pendidikan kepramukaan
b.    Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA)
c.    Palang Merah Remaja (PMR)
d.    Pasukan Keaman Sekolah (PKS)
e.    Gema Pencinta Alam, dll
Kegiatan ekstrakurikuler tersebut berbeda-beda sifatnya, ada yang bersifat sesaat dan ada pula yang berkelanjutan. Kegiatan yang bersifat sesaat seperti karyawisata dan bakti sosial, itu hanya dilakukan pada waktu sesaat dan alokasi waktu yang terbatas sesuai dengan kebutuhan, sedangkan yang sifatnya berkelanjutan maksudnya kegiatan tersebut tidak hanya untuk hari itu saja, melainkan kegiatan tersebut telah diprogramkan sedemikian rupa sehingga dapat diikuti terus sampai selesai kegiatan sekolah.

Prinsip-prinsip Kegiatan Program Ekstra Kurikuler
Dengan berpedoman kepada tujuan dan maksud kegiatan eksra kurikuler di sekolah, dapat ditetakan prinsip-prinsip program eksra kurikuler. Yang dimana ada beberapa prinsip menurut Oteng Sutisna bahwa prinsip program eksra kurikuler adalah:
1)    Semua murid, guru dan personel adminitrasi hendaknya ikut serta dalam meningkatkan program
2)    Kerjasama dala tim adlah fudemental
3)    Pembatas-pembatas untuk partisipasi hendaknya dihindarkan
4)    Proses lebih penting daripada hasil, dll

b.    Kegiatan Ko Kurikuler
Tugas utama sekolah adalah mendidik peserta didik. Kegiatan kokurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang telah dijatahkan dalam struktur program, berupa penugasan-penugasan atau pekerjaan rumah yang menjadi pasangan kegiatan intrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di sekolah dengan penjatahan waktu sesuai dengan struktur program.
Kegiatan kokurikuler dilaksanakan dalam berbagai bentuk. Dalam kegiatan ko kurikuler ini para siswa atau mahasiswa dapat melaksanakan tugas-tugas yang ‘berbau’ membantu masyarakat. Sebagaimana dikutip dari Percy E. Burrup dala bukunya “Modern High School Administration” menunjukan bahwa banyak fungsi dari kegiatan Ekstra kelas ini. Kegiatan ekstra kelas ini mampu memberikan sumbangan yang berarti bgi siswa dan mahasiswa, bagi pengembangan kurikulum, dan bagi masyarakat. Jadi kokurikuler adalah wahana pengembangan diri peserta didik melalui berbagai aktivitas baik yang terkait langung maupun tidak langsung dengan kurikulum, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tujuan kelembagaan.

Tujuannya
Melihat terselenggaranya kegiatan ini, pasti disini ada tujuannya. Yang diantara dari tujuan kegiatan ini yaitu bertujuan menunbuhkembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kepedulian dan rasa tanggungjawab kepada lingkungan social, budaya dan alam sekitarnya, serta menanamkan sikap sebagai warga Negara yang baik dan bertanggung jawab melalui bebagai kegiatan positifdibawah tanggung jawab sekolah.

Jenis Kegiatan Kokulikuler
Sebagaimana dijelaskan diawal, bahwa kegiatan ini dilakukan oleh peserta didik dengan melaksanakan tugas-tugas yang ‘berbau’ membantu masyarakat atau dapat berperan didalam masyarakat. Sebagai contoh dari kegiatan kokulikuler ini adalah Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan oleh mahasiswa. Atau kegiatan ‘off Campus Teaching’ bagi siswa sekolah pendidikan Guru.
Contoh yang lainnya seperti bakti sosial, outbound, field study, study tour dan lain-lain.

Prinsip dari Kegiatan Kokurikuler
a)    Pelaksanaannya dibina oleh petugas khusus yang ditunjuk oleh yang bertanggung jawab kepda kepala sekolah.
b)    Keterlaksanaan kegiatan program merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan masyarakat (keluarga dan orangtua)
c)    Tiap peserta wjib mengikuti kegiatan baik praktiknya dalam kegiatan keagamaan, social ataupun lainnya.

D.    Simpulan
Pengembangan diri di sekolah merupakan salah satu komponen penting dari suatu pendidikan di suatu sekolah, yang diarahkan guna membentuk keyakinan, sikap, perasaan dan cita-cita para peserta didik yang realistis. Sehingga pada gilirannya dapat mengantarkan peserta didik yang memiliki kepribadian yang positive seutuhnya.
Seterusnya dengan hadirnya Organisasi Siswa Imtra Sekolah (OSIS) di dalam suatu sekolah adalah diharapkan dapat membantu kelancaran dari program-program sekolah. Termasuk juga perannya dalm kegiatan ekstra kelas.
E.    Daftar Pustaka
Prihatin, Eka. Manajemen Peserta Didik, Alfabeta-Bandung,
Osismantanahgrogot.worldpress.com/peran-osis-dalam-pendidikan/
http/www.wikipedia_blog-spot.com.
Marsudi, Saring. 2003. Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta

0 Responses to “Contoh Makalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ”

Poskan Komentar

Sponsored by Jobs