Rabu, 22 Januari 2014

Contoh Makalah Infrastruktur Untuk Mendorong Wisata

Infrastruktur Untuk Mendorong Wisata

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
            Telah kita ketahui bersama bahwa di Negara kita Negara Indonesia memiliki beraneka ragam wisata dan budaya yang terbentang dari Sabang sampai Marauke, mulai dari  tempat wisata dan objek wisata yang kaya akan keindahan wisata alam, taman wisata, taman budaya,dan wisata kulinernya banyak orang menyebutkan indonesia adalah surga dunia yang memiliki banyak keanekaragaman wisata yang begitu indah dan memiliki khas di mana tiap daerahnya memiliki kebudayaan yang berbeda beda yang melambangkan cirikas dari daerah tersebut dan banyak turis baik turis domestic maupun macanegara yang mengagumi keanekaragaman budaya dan wisata di Negara Indonesia. Maka dari itu makalah saya akan membahas “Pemerintah Harus Meningkatkan Kualitas Infrastruktur untuk Mendorong Potensi Wisata”.

1.2.    Rumusan Masalah
1.    Pengertian pariwisata
2.    Bagaimana Mengembangkan Industri Pariwisata
3.    Peningkatan Kualitas Infrastruktur Wisata

1.3.    TUJUAN
Makalah  ini di susun untuk :   
•    Memenuhi Tugas UAS
•    Memahami tentang pengertian pariwisata
   
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.     Pengertian Pariwisata
Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan bertujuan untuk rekreasi atau liburan, dan refresing. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi,
Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll.Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya.
Banyak negara, bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan.Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah

2.2.     Mengembangkan Industri Pariwisata
Sesungguhnya industri pariwisata ini merupakan suatu industri yang biasanya dihubungkan secara langsung dengan pembangunan ekonomi.Industri ini memiliki hubungan multi dimensi yang tidak hanya terkait erat dengan bidang ekonomi saja, tetapi hampir setiap bidang pembangunan nasional bersentuhan dan erat kaitannya dengan industri pariwisata ini. Lebih-lebih hadirnya industri jasa ini merupakan manifestasi kehadiran aktifitas manusia seperti juga industri-industri dalam bidang-bidang pembangunan yang lainnya. Mengingat begitu eratnya dengan berbagai bidang lain dalam proses pembangunan nasional maka aktifitas kepariwisataan bisa dikembangkan secara optimal. Sehingga pengembangan merupakan suatu proses pelaksanaan program yang terus meningkat ke arah puncak capaian sesuai dengan tujuan yang telah dicanangkan. Jika kita sedikit menengok pada Pembukaan UUD 1945 maka ada amanah yang kiranya dapat dijadikan capaian tujuan itu, yakni terwujudnya kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut mewujudkan perdamain dunia.Kata-kata kunci dari Pembukaan UUD 1945 tersebut penting dikemukakan agar industri pariwisata ini, terutama program-program kegiatannya, tidak keluar dari cita-cita mendirikan negara ini. Karena itu cukup relevan apa yang menjadi topik pembicaraan pariwisata kali ini, yakni bagaimana pengembangan industri pariwisata dalam mendukung Visit Indonesia Year 2009 – 2014 untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional dan memantapkan daya saing bangsa. Sebagai bangsa yang bermartabat maka sudah barang tentu harus mempunyai pergaulan sesama bangsa-bangsa lain di dunia, bukan hanya sejajar tetapi juga tingkatan martabatnya, harus relatif lebih unggul di banding bangsa-bangsa lain dengan tentu ditunjukkan oleh keunggulan khazanah budaya dan sejarah bangsanya sendiri. Semua ini tentunya akan dapat menjadi unsur utama dalam penyelenggaraan Visit Indonesia Year 2009 – 2014.
Karena memang terjalinnya pergaulan atau komunikasi antar bangsa-bangsa tersebut di antaranya diwujudkan melalui pintu kegiatan pariwisata yakni visit year itu. Melalui visit year ini bangsa-bangsa lain dapat melihat, menyaksikan, menikmati dan mengambil pelajaran juga hikmah tentang sejarah dan perjalanan perkembangan kebudayaan masyarakat bangsa Indonesia. Pariwisata dalam hal ini menjadi pintu bagi pencerahan pengetahuan umat manusia dengan memperoleh berbagai kekayaan pengalamannya dan dari situ lahir berbagai inspirasi untuk kemudian memacu peradaban umat manusia yang lebih luhur dan mulia.Indonesia kiranya mampu berbicara dalam konteks ini.Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dunia internasional mengingat khazanah kebudayaan kita yang relatif sangat kaya begitu pula keindahan alamnya yang sangat menarik.
Untuk semua itu kita harus membangun cara pandang baru tentang pariwisata sebagai unsur utama perekonomian nasional, apalagi bila kita ingin mengembangkan industri pariwisata sebagai alat dukung bagi meningkatkan harkat dan martabat negara bangsa di tengah pergaulan dunia internasional yang memiliki daya saing. Ada beberapa langkah strategis yang kiranya dapat dijadikan pertimbangan dalam membangun cara pandang ke arah itu. Dalam hal ini industri pariwisata dapat dipandang sebagai penentu :
1.    Meningkatnya kesejahteraan masyarakat bangsa.
2.    Terbentuknya kepribadian bangsa Indonesia.
3.    Ketiga, terjaganya dan terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4.    Terjalinnya hubungan antar bangsa-bangsa di dunia secara damai, harmonis dan berperadaban.
5.    Terbinanya kreatifitas masyarakat bangsa dalam berbagai segi kehidupan.
6.    Terbangunnya keseimbangan hidup masyarakat bangsa dengan keberlangsungan kehidupannya.
7.    Terbangkitkannya spiritualitas masyarakat bangsa.
8.    terjalinnya kebersamaan dan kepedulian untuk percepatan optimalisasi sektor pariwisata.

1.    Untuk meningkatnya kesejahteraan  masyarakat bangsa, maka peran pariwisata antara lain :
•    Terbukanya lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.
•    Terkuranginya kemiskinan dan pengangguran.
•    Terciptanya keahlian spesialisasi di bidang pariwisata dengan standar kompetensi internasional.
•    Meningkatnya pendapatan masyarakat.
•    Meningkatnya pendapatan daerah.
•    Meningkatnya devisa negara.

2.    Untuk terbentuknya kepribadian bangsa Indonesia, peran pariwisata antara lain :
•    Berkembangnya kebudayaan daerah sehingga dapat menumbuhkan kearifan lokal.
•    Berkembangnya kebudayaan nasional sehingga dapat memperkaya peradaban umat manusia di dunia.
•    Terpeliharanya khazanah sejarah dan budaya sehingga masyarakat bangsa sadar terhadap perjuangan dan tanggung jawab masa depannya.

3.    Untuk terjaganya dan terpeliharanya keutuhan NKRI, peran pariwisata antara lain :
•    Terpeliharanya keasrian tanah air tercinta karena dipandang sebagai bagian dari halaman rumah kita.
•    Terbangunnya dan terlaksananya kegiatan-kegiatan pariwisata di pulau-pulau terdepan/terluar sehingga menjadi unsur pertahanan teritorial yang strategis.
•    Terpeliharanya keindahan alam dan keberlanjutannya lingkungan hidup sehingga kepastian batas wilayah negara terawasi setiap saat.

4.    Untuk terjalinnya hubungan antar bangsa-bangsa di dunia secara damai, harmonis dan berperadaban, maka peran pariwisata antara lain :
•    Terlaksananya proses akulturasi secara damai dengan tidak memupus jati diri bangsanya masing-masing.
•    Terjalinnya studi komparatif dari setiap keunggulan budaya bangsa-bangsa.
•    Saling menghargai atas keunggulan khazanah sejarah dan budaya sehingga bersepakat menempatkannya sebagai puncak peradaban manusia.

5.    Untuk terbinanya kreatifitas masyarakat bangsa dalam berbagai segi kehidupan, maka peran pariwisata antara lain :
•    Berkembangnya sanggar-sanggar seni budaya.
•    Bermunculannya pusat-pusat kerajinan tangan.
•    Berkembangnya dapur-dapur kreatif yang membuat aneka jenis makanan daerah dan tradisional.
•    Terciptanya suasana yang kondusif bagi kreatifitas kaum muda yang kreatif.
•    Terbinanya berbagai keahlian yang menopang langsung terhadap perkembangan pariwisata.

6.    Untuk terbangunnya keseimbangan hidup masyarakat bangsa dengan keberlangsungan kehidupannya, maka peran pariwisata antara lain :
•    Terjaganya dan terpeliharanya hutan dengan segala habitatnya.
•    Terbinanya alam kehidupan pedesaan.
•    Terpeliharanya tatanan kota tua.
•    Terjaganya lingkungan udara segar dengan penghijauan perkotaan.
•    Terbangunnya sikap hidup budaya bersih.
•    Terefleksikannya sikap hidup yang ramah, bersahabat dan suka menolong.

7.    Untuk terbangkitkannya spiritualitas masyarakat bangsa, maka peran pariwisata antara lain :
•    Terbangunnya cara pandang bahwa pariwisata merupakan jendela mensyukuri nikmat Tuhan.
•    Pusat-pusat keagamaan dapat menjadi obyek kunjung yang memiliki daya tarik.
•    Upacara-upacara keagamaan sebagai atraktif yang dapat mengundang pesona.

8.    Terjalinnya kebersamaan dan kepedulian
•    Agar ketujuh hal di atas dapat terealisasikan secara optimal maka perlu adanya kebersamaan antara pemangku kepentingan pariwisata yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat.
•    Jika pemangku kepentingan ini memiliki kepedulian yang tinggi maka persoalan promosi, aksesibilitas, transportasi, akomodasi, keamanan juga pengembangan produk mendapat penyelesaian secara seksama.
•    Untuk memelihara kebersamaan dan kepedulian tersebut maka institusi, regulasi, kemampuan manusia yang menangani industri pariwisata ini sedapat mungkin memenuhi yang diharapkan.

Demikianlah beberapa langkah untuk membangun cara pandang dan cara menyikapi dunia pariwisata sebagai salah satu industri jasa yang strategis bagi mewujudkan cita-cita masyarakat bangsa Indonesia.

2.3.     Peningkatan Kualitas Infrastruktur Wisata
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jabar menekankan, untuk meningkatkan potensi industri wisata di Jabar, pemerintah mesti terus mengupayakan peningkatan kualitas infrastruktur. Sebabnya, hal tersebut yang merupakan faktor utama ada atau tidak adanya daya tarik masyarakat terhadap sejumlah destinasi wisata.
Hal tersebut disampaikan Ketua Asita Jabar, Herman Rukmanadi kepada “PRLM” di Jln. Pasirkaliki, Bandung, Senin (23/12/2013). “Infrastruktur tersebut bukan hanya permasalahan jalan rusak atau kemacetan saja. Tapi sejumlah hal lainnya seperti fasilitas layanan umum, gedung-gedung MICE, dan berbagai sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas wisatawan.
Hal tersebut akan menjadi penting, sebabnya pola perilaku konsumen juga akan menjadi penilaian para pelaku usaha travel. Bila suatu daerah tidak memiliki daya tarik yang cukup besar terhadap konsumen, karena faktor kurangnya baiknya kualitas dan kuantitas infrastruktur, maka para pengusaha travel pun akan kurang berminat untuk melakukan investasi.
Itu sebabnya, dari sekitar 400 anggota Asita Jabar, sebanyak 50 persen memiliki domisili di Kota Bandung. Sementara itu, dari seluruh anggota Asita Jabar, hanya sekitar 12 persen saja yang bergerak di inbound (wisata dalam negeri). Sisanya, didominasi oleh perusahaan tour and travel yang bergerak pada perjalanan haji dan umroh.
Oleh karena itu, ia mengimbau, agar persentase inbound mengalami peningkatan, maka perlu peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur. Bila permintaan meningkat, maka industri pariwisata di Jabar akan mengalami peningkatan dan semakin banyak wisatawan yang akan melirik Jabar sebagai salah satu destinasi wisata yang baik di Indonesia selain Bali.
Kepala Bidang Sarana Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung, Iwan Rusmawan mengatakan, infrastruktur memang memiliki posisi penting untuk meningkatkan kualitas bidang pariwisata di Kota Bandung. Itu sebabnya, hampir sekitar 80 persen anggaran digunakan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, termasuk menambah sejumlah infrastruktur yang sebelumnya tidak ada.
Kami berharap persentase inbound bisa mengalami peningkatan. Oleh karena itu, maka kami juga melakukan imbauan terhadap sejumlah pelaku usaha di bidang wisata, terutama travel agent untuk menambah tingkat persentase inbound pada usahanya, terutama dalam menjadikan Kota Bandung sebagai destinasi wisata. Kami juga dari pihak pemerintah tentu siap mendukung upaya tersebut dengan peningkatan kualitas infrastruktur,” kata Iwan.
Diakui Iwan, selama ini, memang relatif lebih mudah untuk mempromosikan perjalanan wisata ke luar negeri bagi travel agent di Kota Bandung, dibandingkan untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Bandung. Sebabnya, Kota Bandung mesti banyak melakukan pembenahan terlebih dahulu agar aktivitas promosi yang dilakukan travel agent juga tidak dilandasi keraguan.
Selain peningkatan kualitas infrastruktur, beberapa program untuk menarik perhatian para wisatawan juga dilakukan seperti adanya pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan potensi daerahnya sebagai tempat wisata.

Dampak dan Permasalahan Pembangunan, Peningkatan/Pengembangan Infrastruktur di Beberapa Daerah di Jawa Barat.

Bandung   
Pariwisata bisa dijadikan sebagai salahsatu sumber perekonomian baik lingkup nasional maupun internasional. Bandung merupakan salahsatu kota yang menjadi tujuan wisata para wisatawan. Tetapi, pemerintah masih belum optimal untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai kota pariwisata yang baik karena masih banyak infrastruktur yang belum dibenahi dengan baik.
            Infrastruktur ke objek wisata bukan hanya sekedar jalan dan jembatan tapi juga penunjuk yang benar. Penunjuk ini bertujuan agar wisatawan yang datang ke bandara, stasiun kereta atau bahkan terminal tidak bingung saat mereka harus pergi ke suatu tempat atau objek wisata karena di tempat tersebut terdapat peta yang menggambarkan lokasi – lokasi wisata di Bandung yang mungkin akan mereka kunjungi. Tidak hanya peta nya saja tetapi jalur – jalur jalan dan kendaraan umum yang harus mereka gunakan juga terdapat dalam peta informasi tersebut. Sehingga, akan ada penyampaian informasi yang tepat dan jelas bagi para wisatawan khususnya wisatawan asing. Tidak hanya penunjuk yang jelas saja yang diperlukan untuk mewujudkan infrastruktur objek wisata yang baik tetapi sarana dan prasarana lainnya pun perlu untuk diperhatikan seperti pintu – pintu masuk bandara, terminal dan stasiun kereta yang kita ketahui kondisinya tidak terlalu baik untuk ukuran Kota Bandung sebagai Kota Pariwisata, transportasi umum yang memadai dan memiliki fasilitas yang baik pun belum terwujud secara sempurna. Padahal, jika semua infrastruktur tersebut terpenuhi dengan baik maka perekonomian pun akan lebih maju lagi. Bukan hanya dari segi ekonomi saja tetapi pecitraan diri Kota Bandung pun akan baik.

Garut
Para pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) daerah Garut meminta pemerintah setempat memberikan dukungan infrastruktur. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan industri pariswisata di kota 'Dodol' tersebut.
Ketua PHRI Kabupataen Garut, Asep Irvan mengatakan, dari 133 hotel di Kabupaten Garut, lebih dari separuhnya berada di lokasi wisata Cipanas. Kendati kunjungan objek wisata Cipanas dikategorikan masih relatif stabil, pihaknya meminta pemerintah menata jalan dan sarana parkir kendaraan di kawasan itu.
Kalau akhir pekan selalu macet. Lahan parkir juga kurang sampai mobil yang ke hotel atau tempat wisata parkir di pinggir jalan. Ini akan membuat jalan di Cipanas semakin sempit. Cipanas harus ditata lagi lalu lintasnya agar wisatawan nyaman.
Di pihak lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Yatie Rohayatie mengklaim, sektor pariwisata setiap tahun selalu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut. Karena sektor ini merupakan pendapatan tertinggi dibanding sumber pendapatan asli daerah (PAD) lainnya. Namun, wisatawan saat ini menurun seiring dengan cuaca buruk.
Sebagai contoh, pendapatan PAD Kabupaten Garut dari sub pariwisata seperti pajak hotel dan restoran terus meningkat tiap tahun. Realisasi pajak hotel pada 2011 mencapai Rp2,1 miliar. Sedangkan, pada 2012, pendapatan dari pajak hotel meningkat jadi Rp3,7 miliar.
Menurutnya, peningkatan pendapatan dari pajak restoran juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2011, pendapatan dari pajak restoran mencapai Rp2,5 miliar dan Rp4,7 miliar pada 2012.
Objek wisata yang stabil di Garut adalah Cipanas. Kawasan Cipanas masih menjadi tempat wisata unggulan karena lokasinya sangat dekat dari Bandung. Objek wisata ini bukan bersifat out door karena para wisatawan bisa menikmati air panas di dalam hotel. Makanya, pemerintah terus berusaha menjaga kawasan Cipanas.

Berikut adalah kondisi Eksisting Infrastruktur dan Pariwisata di Kabupaten Garut.
Disini akan di jabarkan mengenai kondisi jalan yang akan menuju objek wisata kabupaten Garut bagian Utara dan Selatan.
Objek Wisata Talagabodas salah satu tempat wisata dengan keindahan yang indah dan potensi tinggi tetapi memiliki akses jalan yang sangat buruk. Sekitar 10 km sebelum telaga jalan mulai rusak, kondisi jalan yang hanya tanah yang dicover dengan pecahan-pecahan batu kali yang tidak beraturan dan menanjak.
Akses menuju tempat talaga bodas ini pun bisa dicapai dengan menggunakan jasa ojeg yang memakan waktu kurang lebih 1 jam. Kondisi ini sangat buruk sekali mengingat Talagabodas adalah salah satu kawasan wisata unggulan Kabupaten Garut, dampaknya adalah pengurangan jumlah wisatawan yang terhitung sejak 2 tahun terakhir berkurang ± 3000 wisatawan nusantara, sementara wisatawan mancanegara yang bertambah 2x lipat dibanding 2 tahun sebelumnya.
            Curug Citiis salah satu objek wisata yang paling banyak pengurangan jumlah pengunjung 8104 sejak 2 tahun terakhir ini, akses menuju curug ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak dari ibukota Kec. Tarogong ± 10 km, dam dari garut kota 15km. jalan kesini memiliki lebar sekitar 4m dan panjang sekitar 2km, dan jalan setapak dengan lebar 1m dan panjang 4km.
            Objek Wisata Pantai Santolo dan Pantai Rancabuaya, tidak banyak orang  mengetahui objek pantai ini. Jika dari arah Pusat Kota Bandung  keluar tol cileunyi jaraknya sekitar 112km. sementara jalan dari pusat Kota Garut “cukup” baik dengan jalan yang lumayan berlubang dan jalan yang berliku. Sedikit sempit dan tikungan tajam. Memasuki pantai rancabuaya, disini sarana dan prasarana tidak memadai jika dibandingkan dengan objek wisata sejenis (pangandaran) yang menyediakan banyak tempat penginapan dan sarana yang mendukung. Pengurangan jumlah pengunjung pun sebesar 17.162(wisatawan nusantara) sedangkan wisatawan mancanegara nya hanya menambah sebanyak 32 sejak 2 tahun terakhir. Sementara pantai santolo jaraknya sekitar 26km dari pantai Rancabuaya. Untuk menuju kesini, jika dari Garut kira-kira perjalanan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Melewati pegunungan dan kebun the cikajang. Jalannya berkelok-kelok menurun dan sebaliknya jika dari pamengpeuk berkelok-kelok dan menanjak. Jalannya cukup sempit, hanya mampu dilalui dua mobil atau satu untuk jalur kanan, dan satu untuk jalur kiri. Disini kendaraan susah untuk menyalip baik untuk kendaraan roda dua ataupun mobil. Dikarenakan jalannya yang belokannya hingga ada yang mencapai 270o. Juga jarak pandang terhalangi oleh tikungan yang dihalangi oleh dinding-dinding dan diapit oleh jurang yang dalam. Pantai Santolo mengalami penurunan pengunjung 13.226 pengunjung (wisatawana nusantara) dan bertambah 32 pengunjung (wisatawan mancanegara) sejak 2 tahun terakhir dikarenakan jalan menuju objek ini yang belum cukup mudah dilalui.
            Objek wisata yang termasuk objek wisata kampung adat tradisional yaitu Kampung Dukuh. Akses kejalan ini hampir bebatuan semua dan tidak ada jalan beraspal. Sehingga sangat sulit diakses oleh wisatawan. Selain itu letaknya yang berada di Kabupaten Garut bagian Selatan mengakibatkan akses ke wilayah ini sangat sulit.
            Untuk wisata Cipanas. Kawasan Wisata Cipanas yang terletak di Kecamatan Tarogong mengalami peningkatan Jumlah Pengunjung dari tahun sebelumnya hingga mencapai 35% dari tahun 2009 sebanyak 100.936 wisnus dan 106 wisman menjadi 137.248 wisnus dan 289 wisman dikarenakan Infrastruktur Wilayah disana lumayan baik dan dapat diakses dari pusat kota dan daerah perbatasan diluar kabupaten garut. Dengan lebar jalan 3-4 meter dan akses kurang lebih 2km dari Kecamatan Tarogong mengakibatkan Wisata Cipanas paling diminati Wisatawan. Dalam data kinerja Infrastruktur Kabupaten Garut diketahui meningkatnya Kondisi jalan akses ke Lokasi Taman rekreasi Cipanas, perbaikan jalan Lingkar Cipanas di Kecamatan Tarogong Kaler sepanjang 2,50km pada tahun 2010.  Sama dengan wisata Papandayan dengan jarak 28 km dari Kota Garut, jalan beraspal dan bisa leluasa dilalui oleh kendaraan roda empat sampai ke pinggir kawah maka jumlah wisatawan nusantara pun bertambah 3.458 pengunjung sejak 2 tahun terakhir tetapi wisata mancanegaranya berkurang dari 899 pengunjung menjadi 312 pengunjung. Untuk Situ Bagendit sendiri, kawasan wisata ini berada di Desa Bagendit dengan jarak hanya 4 km dari pusat Kota Garut dengan akses jalan yang mudah sehingga banyak dikunjungi wisatawan lokal.
            Candi Cangkuang dan Kampung Pulo terletak di wilayah yang sama. Untuk candi cangkuang mengalami penurunan sebesar 19.276 pengunjung sejak 2 tahun terakhir. Untuk ke daerah ini para turis biasanya menggunakan delman. Permasalahan Aksesibilitas hanya terdapat pada kulitas jalan akses yang lebarnya masih kurang memadai serta terminal (tempat pemangkalan) kereta kuda yang masih kurang tertata dengan baik dan menimbulkan kemacetan.
            Dapat dilihat bahwa dari tahun ke tahun pengurangan wisata terjadi di hampir sebagian objek wisata kecuali Taman Rekreasi Cipanas dan Situ bagendit, Papandayan. Data pendukung diketahui dari data kinerja pembangunan infrastruktur telah terwujudnya peningkatan jalan yang menghubungkan antar kecamatan di jalan Cipicung Kecamatan Banyuresmi – Cinunuk – Wanaraha sepanjang 4,60km. Untuk akses ke papandayan sendiri di tahun 2010 telah ada rencana dari Dinas PU Bina Marga dalam membangun jalan sepanjang 1 km.
            Sementara itu ke 3 Objek wisata yang ada di Kabupaten Garut bagian selatan yaitu Pantai Santolo, Pantai Rancabuaya dan Pantai Sayang Heulang pun terus mengalami penurunan wisatawan. Pantai Santolo yang berkurang 13.226 wisatawan nusantara sejak 2 tahun terakhir, Pantai Rancabuaya yang hampir berkurang >50% atau sebanyak 17.162 wisatawan nusantara yang berkurang sejak 2 tahun terakhir. Hal yang sama dialami objek wisata sayang heulang yang berkurang 17.480 wisatawan Nusantara sejak 2 tahun terakhir. Meski terjadi penambahan wisatawan mancanegara di setiap objek wisata ini tetapi tidak terlalu signifikan dan hanya beberapa saja. Semua itu pengaruh dari kondisi jalan dan infrastruktur yang belum baik menjangkau ke lokasi wisata.
Sukabumi
Badan Perwakilan Cabang Persatuan Hotel dan Restoran Indonesian (BPC PHRI) Kabupaten Sukabumi terus mengembangkan konsep pariwisata Sukabumi yang berwawasan lingkungan. Kendati dunia pariwisata Kabupaten Sukabumi belum ditunjang oleh pembangunan infrastruktur, PHRI terus melakukan upaya proaktif dalam pengembangan pariwisata.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Sukabumi Dadang Hendar, pengem bangan potensi pariwisata harus didukung oleh tiga domain. Pemerintah, masyarakat, dan pengusaha. Ketiga unsur tersebut dituntut konsisten dalam peningkatan pariwisata dengan konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat di bidang wisata.
Potensi wisata meningkat, manakala ada dukungan dari tiga elemen tersebut, kata Dadang kepada Pelita di hotel Augusta, Kamis (12/3). Ditambahkan Dadang, bila didukung oleh semua stakeholder dan pemerintah secara simultan, pariwisata Sukabumi akan berkembang.
Mereka telah berupaya untuk tetap menjaga potensi wisata terus berkembang. Konsep pariwisata berwawasan lingkungan sudah diimplementasikan di lapangan dengan melibatkan masyarakat peduli wisata.
Namun begitu , setiap objek wisata harus didukung sarana dan prasarana, hanya saat ini peningkatan infrastrukturnya kurang diperhatikan.
Dikatakan, masyarakat diharapkan tidak hanya mencari keuntungan sesaat kepada pengunjung, namun harus dipikirkan bagaimanan cara memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap pengunjung di saat melancong ke objek wisata. Selain itu, masyarakat yang berusaha di sektor pariwisata harus mau menjaga lingkungan sekitar objek wisata.
Mereka jangan cuma mengambil untungnya saja tanpa memikirkan lingkungannya dari berbagai masalah yang akan timbul. Contoh soal mengenai keberadaan sampah yang ditinggalkan wisatawan di tiap sudut lokasi objek wisata, maka itu menjadi tanggung jawab masyarakat di lingkungan obyek wisata.



Sumedang
Pengembangan pariwisata di Sumedang masih belum tergarap secara maksimal. Penyebabnya karena infrastruktur jalan menuju sejumlah objek wisata tidak memadai.
Bupati Sumedang Endang Sukandar mengatakan, potensi pariwisata di daerahnya belum dikembangkan secara maksimal untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Perkembangan pariwisata di Sumedang yang stagnan sangat dipengaruhi infrastruktur jalan. Akses ke beberapa tempat wisata tidak dapat ditempuh dengan cepat dan nyaman karena keterbatasan infrastruktur tersebut.
Keberadaan tempat wisata di Sumedang sebetulnya tidak terlalu berbeda dengan di daerah lain, tetapi infrastruktur jalan kurang bagus,” kata Endang. Keberadaan tempat wisata pemandian air panas di Kaki Gunung Tampomas, misalnya, diketahui merupakan air panas dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan pemandian air panas di Garut. “Pemandian air panas di Sumedang lebih baik, tetapi tidak terkelola dengan baik,” kata Endang. Menurut dia, beberapa tempat wisata bisa menjadi ikon pariwisata Sumedang untuk menarik wisatawan.
Keberadaan tempat wisata pemandian air panas dan wisata alam Kampung Toga bisa menjadi andalan pariwisata Sumedang pada masa mendatang jika dikelola dengan baik. Begitu pun dengan daerah wisata ziarah, seperti (pemakaman) Tadjimalela di atas bukit. Di sana bisa ada paralayang. Itu akan kami kembangkan. Dia mengatakan, keinginan dan upaya untuk mengembangkan tempat wisata akan sulit dilakukan tanpa membangun infrastruktur jalan terlebih dahulu sebagai akses yang mudah bagi para wisatawan. Pembangunan infrastruktur menjadi langkah awal terhadap pengembangan pariwisata.
Pengembangan pariwisata memang berada pada fase setelah infrastruktur memadai. Awalnya itu harus dari sana. Apalagi setelah ada Waduk Jatigede, bukan hanya wisatawan domestik, orang luar pun bisa datang ke sini,” kata Endang. Mantan Wakil Bupati Kabupaten Sumedang Taufiq Gunawasyah mengatakan, periode kepemimpinan bupati baru bisa memilih salah satu prioritas pembangunan pada bidang tertentu untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Bidang pariwisata atau pariwisata agro merupakan pilihan potensial untuk dikembangkan menjadi bidang unggulan pada masa depan.
Meskipun demikian, pembangunan untuk mendorong bidang tertentu tidak mengesampingkan bidang lainnya untuk dikembangkan agar menjadi lebih baik. Contohnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan berarti berada setelah atau sebelum pariwisata. Namun, pembangunan infrastruktur dilakukan untuk menunjang perkembangan pariwisata yang sedang dikembangkan.
Pariwisata bisa didorong menjadi bidang unggulan pada masa depan. Namun, bukan berarti bidang-bidang lain dikesampingkan.

Karawang
Meski memiliki potensi yang cukup besar, sesuai dengan pengakuan beberapa pihak, akses ke tempat wisata di Karawang masih terkendala dengan rendahnya kualitas infrastruktur untuk memasuki kawasan itu.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, objek wisata yang ramai menarik pengunjung adalah kawasan wisata alam. Objek-objek wisata sejarah seperti monumen Rawagede di Kecamatan Rawamerta, Tugu Kebulatan Tekad di Rengasdengklok, Candi Jiwa, dan Situ Candi Blandongan di Kecamatan Batujaya, Situs Kutatandingan di Ciampel, dan Situs Cibuaya di Pedes terlihat sepi. Sementara itu, di kawasan wisata religius, Makam Syeh Quro di Kecamatan Lemahabang masih dikunjungi wisatawan walaupun masih seperti hari-hari lain tanpa lonjakan.
Situasi sangat kontras terjadi di kawasan wisata alam. Di pantai Samudra Baru di Desa Sungai Buntu Kecamatan Pedes, ribuan pengunjung datang menyemut. Menurut Koordinator penjualan tiket masuk, Boy Tanto, setiap hari tidak kurang dari 2.000 tiket seharga Rp 3.000,00 terjual.
Ini terjadi sejak H+2 Lebaran. Ini mungkin akan meningkat sampai dengan H+6 dan baru setelah itu akan mengalami penurunan. Mereka kebanyakan berasal dari Karawang sendiri.
Sementara itu, pengelola objek wisata Pantai Samudra Baru yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sungai Buntu, Tata Husen mengatakan, dengan lokasi yang mudah dan dekat, objek wisata ini memang sangat potensial untuk menyerap ribuan pengunjung, selain harga tiketnya yang paling murah dibandingkan dengan kawasan wisata lainnya di Karawang. Objek wisata Samudra Baru merupakan objek wisata murah meriah.
Dari semua objek wisata di Karawang, Pantai Tanjung Baru menjadi primadona. Hal itu dibuktikan dengan jumlah kunjungan yang mencapai 110.000 dalam waktu empat hari.
Pantai Tanjung Baru terletak di Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, dipadati wisatawan, baik dari lokal Karawang maupun dari Kab. Subang dan Kab. Purwakarta.
Namun demikian, M. Soleh, Direktur CV Karya Mulya selaku pengelola objek wisata Pantai Tanjung Baru hingga H+4 (Kamis, 24/9) mengatakan, jumlah itu masih lebih sedikit dari tahun sebelumnya.
Pihaknya berharap, puncak kunjungan akan terjadi di akhir pekan pada Sabtu dan Minggu (26-27/9). Tahun sebelumnya, pada H+2 Lebaran, pengunjung sudah menyemut di pantai ini. Kondisinya sedikit berbeda dengan musim liburan sekarang.
Penurunan jumlah pengunjung itu, menurut Soleh, diduga akibat infrastruktur jalan yang hingga kini belum dibenahi. Berdasarkan pantauan, dari pintu gerbang masuk objek wisata menuju lokasi pantai yang berjarak 5 km, hanya 1 km yang beraspal, sementara sisanya merupakan jalan pasir dan batu.
Kondisi itu, menurut Soleh, berpengaruh pada minat kunjungan wisatawan. Pasalnya, mayoritas pengunjung menyampaikan keluhan kepada pengelola tentang kualitas jalan.
Pihaknya berharap infrastruktur jalan ditingkatkan sehingga pelayanan terhadap pengunjung semakin maksimal. Terlebih jika turun hujan, jalan menjadi penuh dengan lumpur.
Kepala Desa Pasir Jaya, Zaenudhin Sofyan mengaku telah melayangkan surat permohonan peningkatan kualitas jalan objek wisata Pantai Tanjung Baru ke Pemkab Karawang. Namun, hingga saat ini belum ada respons positif.

Ciajur
Sejumlah jalan dikawasan wisata Cipanas kondisinya banyak yang berlubang. Para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas kalau tidak ingin terjerembab lubang. Kondisi tersebut diperparah saat turun hujan, sehingga menyulitkan pengguna jalan untuk memilih jalan yang masih layak akibat jalan yang berlobang tergenang air.
Berdasarkan pantauan, rusaknya kondisi jalan dikawasan wisata Cipanas yang meliputi tiga kecamatan yakni Pacet, Cipanas dan Sukaresmi sangat terlihat dibeberapa titik. Diwilayah kecamatan Pacet dan Cipanas, rusaknya jalan terlihat di jalan Hanjawar-Pacet. Meski di sebagian jalan tersebut ada perbaikan, tapi tidak seluruh kerusakan diperbaiki.
Lobang-lobang menganga masih terlihat seperti di perempatan Cibadak, dan sekitar arah ke Yon Armed 5. Demikian juga jalan ke arah Sukaresmi dari Cipanas, persis didepan pasar Guna Suci Persada (GSP) Cibadak kondisinya rusak berat. Kondisi serupa juga terlihat di jalan arah Taman Bunga Nusantara (TBN) persisnya didekat Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi.
Demikian juga diwilayah Cipanas, kondisi jalan yang dari arah Simpang Pasekon menuju Sukatani Gunung Putri kondisinya juga banyak berlubang. Kendaraan yang melintas dijalan tersebut juga harus ekstra hati-hati jika tidak ingin terjerembab. Hal yang sama juga terjadi diruas jalan Baruawi-Cipanas yang menghubungkan antara Desa Sukatani Kecamatan Pacet dan Desa Cipanas Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, kondisinya rusak parah.
Sekretaris Forum Komunikasi Pengusaha dan Masyarakat (FKPM) Cipanas, Edi Ruswandi (45) menyayangkan sikap Pemkab Cianjur yang masih kurang peduli terhadap pembangunan infrastruktur diwilayah Cipanas. Padahal semestinya sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) seharusnya mendapatkan perhatian lebih.
Daerah wisata seharusnya infrstruktur dalam kondisi bagus. Karena kalau kondisi seperti ini, masih banyaknya jalan yang berlubang, akan berdampak kurang baik terhadap iklim pariwisata. Otomatis dampaknya juga akan mempengaruhi pemasukan PAD.
Edi mengharapkan, Pemkab Cianjur bisa lebih serius memperhatikan kondisi infrastruktur di Cipanas. Karena sebagai penyumbang PAD terbesar sudah selayaknya diperhatikan lebih dibandingkan wilayah lainya. Wajar kalau kita menuntut perhatian lebih, karena pemasukan dari kawasan wisata Cipanas sebagai penyumbang paling besar PAD Cianjur," katanya.
Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur Atte Adha Kusdinan mengaku, banyaknya jalan rusak yang belum mendapatkan penanganan bukan lantaran Pemkab Cianjur tidak peduli terhadap kawasan wisata Cipanas. Hanya saja akibat terbatasnya anggaran perbaikan jalan yang rusak belum bisa berjalan secara maksimal.
Secara bertahap, jalan yang kondisinya kurang baik di Cipanas akan segera diperbaiki. Pada tahun 2012 ini sebenarnya juga ada beberapa ruas jalan yang kita perbaiki, tapi lantaran anggaran yang terbatas, kita belum bisa melaksanakan seluruhnya.
Pada tahun 2013, beberapa titik ruas jalan di kawasan Cipanas direncanakan akan diperbaiki. "Kami mohon maaf jika selama ini ada beberapa ruas jalan yang rusak belum tersentuh anggaran. Kita terus mengupayakan agar anggaran infrastruktur itu bisa terus bertambah," paparnya
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengatakan, pembangunan infrastruktur yang lambat bisa menjadi salah satu penghambat daya saing industri lokal. Oleh karena itu, dari sekian banyak titik potensi wisata, akan dipilih beberapa titik pariwisata unggulan yang akan dibangun.
Banyak daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi wisata, dan perbaikan infrastruktur menuju ke daerah-daerah ini akan mudah apabila ditentukan terlebih dulu, mana titik wisata utama yang dipilih. Jadi tidak harus semua titik, kita prioritaskan dulu titik unggulan. Karena untuk ASEAN Economic Community ini apa sih yang bisa menjadi daya saing kita, bunga bank masih tinggi, kemudian masih saja terpaku pada bahan baku impor. Daya saing kita yang tidak dimiliki bangsa lain adalah pariwisata dan seni budaya.
Ia mencontohkan, pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah dilakukan di kawasan pariwisata unggulan Jawa Barat, seperti kawasan Sukabumi, Ciamis, dan Cianjur. Sebab kawasan tersebut masih menjadi salah satu tujuan investasi berbagai pemodal di sektor industri.
Beberapa destinasi unggulan ini seperti situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur dan Ciletuh Sukabumi. Saya saat ini sedang keliling-keliling untuk target perbaikan infrastruktur wisata unggulan tahun 2013.

Obyek Wisata Batu Hiu Kabupaten Pangandaran.
Dalam rangka peningkatan promosi dan pemerataan penghasilan pedagang di lingkungan Wisata Pantai Batu Hiu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis mengalokasikan anggaran untuk pengembangan infrastruktur wilayah Pantai Batu Hiu Kabupaten Pangandaran.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Sobar Sugema, saat meninjau lokasi pembangunan infrastruktur tangga, di kawasan Pantai Batu Hiu, tepatnya di bagian timur, Minggu (6/10).
Sobar mengatakan, alokasi anggaran untuk infrastruktur tangga di kawasan Pantai Batu Hiu, yang dianggarkan dari APBD murni tahun 2013, sebesar Rp. 314.401.000,00. Pembangunan infrastruktur ini telah dilelangkan, dan dimenangkan oleh CV Tirtosari.
Pada kesempatan itu, Sobar berharap, pembangunan tersebut bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke kawasan Pantai Batu Hiu. Selama ini, dia mengaku kerap mendengar keluhan dari pedagang soal berkurangnya jumlah pengunjung.
Lebih lanjut, Sobar menuturkan, selain merupakan program dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, kawasan Pantai Wisata Batu Hiu ini masih aset Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Dengan tangga itu, pengunjung bisa lebih mudah untuk mengakses pantai timur ataupun bukit batu hiu. Para pedagang pun tidak lagi perlu takut kekurangan pengunjung.
Beberapa pedagang yang biasa mangkal di Pantai Timur Batu Hiu, mengatakan, pembangunan infrastruktur yang diprogramkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis lebih bermanfaat, khususnya untuk pengunjung dan umumnya warga yang berjualan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Bahwa Infrastruktur dalam pariwisata sangatlah berperan penting dalam mendorong kualitas wisata itu sendiri juga berdampak pada lingkungan sekitar. Pariwisata adalah asset Negara yang penting menghadirkan pendapatan Negara dan untuk ciri khas suatu Negara. Pariwisata bisa menjadi industri yang memajukan negara, membuat lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat, menciptakan usaha baru yang di kelola oleh swasta dan juga memberikan  sebuah industri yang bisa menghasilkan omset yang sangat menjanjikan.

Saran
Pemerintah dan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pariwisata tetap berkesinambungan dalam menangani objek wisata yang ada di daerahnya masing-masing. Pembangunan, pengembangan infrastruktur, sarana dan prasarana objek wisata harus menjadi prioritas. Juga perawatan dan pemeliharaan objek wisata, seperti situs atau lain sebagainya, infrastruktur, sarana dan prasarana harus selalu diperhatikan secara serius dan penuh rasa tanggungjawab.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata
http://bpnmpi-artikelkepulauanseribu.blogspot.com/
http://www.disparbud.jabarprov.go.id/applications/frontend/index.php?mod=news&act=showdetail&catid=&id=1803

0 Responses to “Contoh Makalah Infrastruktur Untuk Mendorong Wisata”

Poskan Komentar

Sponsored by Jobs