Senin, 04 November 2013

Makalah Pembentukan Karakter Peserta Didik melalui Pendidikan Seni Musik

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas SDM karena turut menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Bangsa Indonesia mempunyai cita-cita untuk menjadi bangsa yang besar, kuat, berdaya, disegani oleh bangsa lain. Cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 ini dapat terwujud apabila bangsa Indonesia menanamkan karakter yang baik yang berasal dari nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat Indonesia. Karakter yang perlu ditanamkan antara lain rasa cinta terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jujur, disiplin, sopan, tanggung jawab, keadilan dan kepemimpinan, amanah, mandiri, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai dan persatuan.
Cita-cita bangsa Indonesia tersebut saat ini mengalami hambatan dalam mewujudkannya. Hambatan tersebut antara lain dikarenakan adanya beberapa hal yang bergeser dari nilai dan norma yang harus dijunjung tinggi, penegakan hukum yang belum terwujud, dampak demokrasi yang tidak diinginkan, karakter manusia yang semakin merosot. Ini semua merupakan dampak sikap orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak ada rasa memiliki akan bangsa yang hanya bersikap mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.
Peran pendidikan seni musik adalah mengupayakan pembentukan manusia indonesia seutuhnya dengan cara memupuk rasa kebanggan nasional dan ketahanan dalam menanggulangi pengaruh budaya asing yang bersifat negatif. Pendidikan musik bagi kebanyakan orang hanya dipandang sebelah mata dan dianggap tidak begitu penting peranannya bagi kehidupan.
Tetapi jika ditelaah lebih lanjut lagi, menurut para ahli, pendidikan musik merupakan sarana yang paling efektif bagi pendidikan kreativitas. Pendidikan musik juga dapat menjadi sarana pendidikan afektif untuk menyalurkan emosi dan ekspresi anak. Selain itu, pendidikan musik dapat menjadi pendidikan keterampilan. Jadi secara konseptual, pendidikan musik sangat besar peranannya bagi proses perkembangan anak, terutama di Sekolah Dasar.
 
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, yang menjadi pokok permasalahan dalam makalah ini adalah :
1.      Apa Pengertian Pendidikan Musik?
2.      Apa pengertian Karakter?
3.      Apa saja fungsi Pendidikan Seni Musik?
4.      Apa Hubungan Pembentukan Karakter dengan Pendidikan Seni Musik?
5.      Bagaimnana Aplikasi Seni Musik dalam Pembentukan Karakter?

C.    Tujuan Pembahasan Masalah
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.         Memahami pengertian pendidikan seni musik.
2.         Memahami peran dan fungsi pendidikan seni  musik.
3.         Memahami hakikat karakter.
4.         Mengetahui hubungan pembentukan karakter dengan pendidikan seni musik.

D.    Manfaat Pembahasan Masalah
Manfaat penulisan artikel ini adalah agar penulis dapat lebih memahami peranan pendidikan seni musik dalam pembentukan karakter peserta didik. Sehingga di harapkan dalam penerapannya dapat membantu generasi muda memiliki karakter yang memajukan bangsa dengan melalui pendidikan seni musik.

PEMBAHASAN
A.    Pendidikan Seni Musik
1.      Pengertian Pendidikan Seni Musik
Para pakar telah banyak mengemukakan pengertian atau defenisi tentang seni musik, sebagai berikut :
Sudarsono (1992:1) Seni musik adalah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada-nada atau bunyi-bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri atau manusia lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan dinikmatinya. Rien (1999:1) Suatu hasil karya dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk dan struktur lagu, dan ekspresi.
Pendidikan seni musik merupakan suatu proses pendidikan yang membantu pengungkapan ide/gagasan seseorang yang ditimbulkan dari gejala lingkungan dengan mempergunakan unsur-unsur musik, sehingga terbentuknya suatu karya musik yang tidak terlepas dari rasa keindahan
Pendapat ini ditunjang oleh Jamalus (1998:64) “seni musik adalah bahasa emosi yang bersifat universal. Orang dapat mengungkapkan emosinya melalui musik. Kemampuan untuk dapat mengungkapkan emosi melalui musik ini merupakan keterampilan yang unik terhadap perasaan”. Jamalus (1998:65) yang mengatakan bahwa: “musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu, dan ekspresi sebagai satu kesatuan”.
Dengan musik orang dapat menyatakan ungkapan perasaan prilakunya. Meskipun tanggapan terhadap ungkapan perasaan melalui musik ini akan berbeda bagi setiap orang. Hal ini tergantung kepada pengalaman tingkat pengenalan dan pengertian orang itu terhadap unsur-unsur musik yang membentuk komposisi musik atau lagu itu. Pembelajaran musik di Sekolah  Dasar diberikan secara bertahap yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak Sekolah Dasar. Pembelajaran musik itu harus diberikan sedemikian rupa sehingga anak dapat merasakan bahwa musik itu adalah sumber rasa keindahan.
2.      Karakteristik Seni Musik
Pendidikan seni musik lebih menekankan pada pemberian pengalaman seni musik, yang nantinya akan melahirkan kemampuan untuk memanfaatkan seni musik pada kehidupan sehari-hari. Pendidikan Seni musik diberikan  di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan siswa, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi  melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni.”
a.       Pendekatan “Belajar dengan Seni”
Pendekatan ini menekankan pada proses pemerolehan dan pemahaman  pengetahuan yang didapatkan dengan kegiatan seni musik misalnya siswa belajar menyanyikan lagu Indonesia Raya, maka dengan mempelajari lagu tersebut siswa dapat mengetahui dan memahami sikap apa yang terdapat pada lagu. Siswa seharusnya tahu tentang apa yang diceritakan lagu, dan dari pengetahuan tersebut mereka bisa mengambil suatu kesimpulan bahwa lagu Indonesia Raya mengingikan terwujudnya sikap cinta tanah air, kebanggaa terhadap tanah air, dan sikap mempertahankan tanah air, serta menanamkan jiwa patriotis.
b.      Pendekatan “Belajar Melalui Seni”
Pendekatan ini menekankan pada pemahaman emosional yang tercermin ke dalam penanaman nilai-nilai atau sikap yang terbentuk melalui kegiatan berkesenian. Seperti dalam menyanyikan sebuah lagu, dituntut untuk membuat keteraturan tempo/ketukan. Apabila kita tidak bisa mengikuti tempo tersebut, maka lagu yang dibawakan menjadi kacau atau tidak teratur. Jadi melalui bernyanyi akan tertanam sikap disiplin yang tinggi untuk membuat keteraturan.
c.       Pendekatan Belajar tentang Seni”
Penekanan ini lebih menekankan pada pembelajaran tentang penguasaan materi seni musik yang tergambar pada unsur-unsurnya seperti irama, birama, notasi, melodi, tangga nada, bentuk/struktur lagu, ekspresi (tempo, dinamik, dan warna).  

B.     Hakekat Karakter
1.      Pengertian Karakter
Menurut Kamus Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan karakter adalah tabiat (sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain) atau dapat pula dikatakan karakter merupakan watak. Menurut Simon Philips  dalam quari (2010: 10), karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Sedangkan Doni Koesoema dalam quari (2010:12) memahami bahwa karakter sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ciri, atau karakteristik, atau gaya, atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan. Sementara Winnie dalam quari memahami bahwa istilah karakter memiliki dua pengertian. Pertama, ia menunjukkan bagaimana mseseorang bertingkah laku. Apabila seseorang berperilaku tidak jujur, kejam, atau rakus, tentulah orang tersebut memanifestasikan perilaku buruk. Sebaliknya, apabila seseorang berperilaku jujur, suka menolong, tentulah orang tersebut memanifestasikan karakter mulia. Kedua, istilah karakter erat kaitannya dengan ‘personality’. Seseorang baru bisa disebut ‘orang yang berkarakter’ (a person of character) apabila tingkah lakunya sesuai kaidah moral.
Dari pengertian dan pendaapat ahli di atas mengenai karakter dapat disimpulkan bahwa karakter menyangkut moral, yaitu menyangkut ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dsb; akhlak; budi pekerti; susila. Karakter juga merupakan kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, bersedia berkorban, menderita, menghadapi bahaya, dsb; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dari perbuatan. Maka karakter baik yang tertanam pada peserta didik akan membuatnya menjadi manusia yang bermoral, yaitu manusia yang berbudi pekerti baik, masih mempunyai pertimbangan yang baik dan buruk sebelum melakukan sesuatu.
Menurut teori perkembangan moral yang disampaikan Piaget, ada dua tahap dalam perkembangan moral manusia. Yang pertama adalah tahap moralitas heteronomous atau tahap perkembangan moral yang terjadi selama manusia berada pada tahap anak-anak. Pada tahap ini moral ditanamkan oleh orang dewasa kepada anak-anak. Penalaran moral ini menciptakan keyakinan pada anak bahwa aturan moral adalah bersifat tetap dan tidak berubah.

C.    Fungsi Pendidikan Seni Musik
Rien (1999:1) mengemukakan tentang pendapat para pakar pendidikan yang menyatakan bahwa seni musik mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan seorang siswa. Siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan seni musik, selain dapat mengembangkan kreativitas, musik juga dapat membantu perkembangan individu, mengembangkan sensitivitas, membangun rasa keindahan, mengungkapkan ekspresi, memberikan tantangan, melatih disiplin dan mengenalkan siswa pada sejarah budaya bangsa mereka.
Pendidikan seni musik juga berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi, keseriusan, kepekaan terhadap lingkungan. Untuk menyanyikan atau memainkan musik yang indah, diperlukan konsentrasi penuh, keseriusan, dan kepekaan rasa mereka terhadap tema lagu atau musik yang dimainkan. Sehingga pesan yang terdapat pada lagu atau musik bisa tersampaikan dan diterima oleh pendengar.
Berdasarkan beberapa pandangan tentang fungsi pendidikan seni musik bagi siswa yang sejalan dengan pendekatan “Belajar dengan Seni, Belajar Melalui Seni, dan Belajar tentang Seni”, berikut ini dikemukakan secara urut fungsi pendidikan seni musik sebagai sarana atau media ekspresi, komunikasi, bermain, pengembangan bakat, dan kreativitas.
a.    Pendidikan seni musik sebagai sarana/media ekspresi
Ekspresi merupakan ungkapan atau pernyataan seseorang. Perasaan dapat berupa sedih, gembira,   risau, marah, menyeramkan atau sesuai dengan masalah yang dihadapi. Fungsi ini memungkinkan untuk mengeksplorasi ekpresi siswa dalam memunculkan karya-karya baru.
b.    Pendidikan seni musik sebagai media komunikasi
Ekspresi yang dieksplorasikan akan dikomunikasikan kepada orang lain. Artinya karya-karya seni musik yang dialami siswa dikomunikasikan sehingga pesan yang terdapat dalam karya tersebut bisa tersampaikan pada orang lain.
c.    Pendidikan seni musik sebagai sarana bermain
Bermain merupakan dunia anak-anak. Anak-anak memerlukan kegiatan yang bersifat rekreatif yang menyenangkan bagi pertumbuhan jiwanya. Bermain sekaligus memberikan kegiatan penyeimbang dan penyelaras atas perkembangan individu anak secara pisik dan psikis.
d.   Pendidikan seni sebagai media pengembangan bakat.
Setiap siswa memiliki potensi di bidang seni musik yang luar biasa. Pendidikan seni musik di tekankan untuk memberikan pemupukan yang terus menerus sehingga diperlukan upaya efektif untuk menumbuhkan bakat siswa.
e.    Pendidikan seni sebagai media kreativitas.
Kreatif merupakan sifat yang dilekatkan pada diri manusia yang dikaitkan  dengan kemampuan atau daya untuk menciptakan. Sifat kreatifitas ini senantiasa diperlukan untuk mengiringi tingkah laku manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya.
D.    Hubungan Pendidikan Seni Musik dengan Pembentukan Karakter
Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana serta terarah untuk mewujudkan suatu proses belajar yang optimal serta membentuk peserta didik agar memilki karakter yang baik, cerdas secara kognitif; afektif; maupun psikomotorik, serta cerdas spiritual emosional sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Seni merupakan pengekspresian cita rasa, ide, jiwa, emosi dan perasaan yang diluapkan melalui kreativitas manusia menjadi satu karya yang dapat dikatakan unik, indah dan simbolis. Seni juga dikatakan sebagai suatu ujud usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Menurut Maslow kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tertinggi. Seni terbagi menjadi berbagai cabang, salah satunya adalah seni musik. Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Musik juga sering dikatakan sebagai bahasa universal, karen apada umumnya dapat dipahami manusia walaupun tidak dapat dijelaskan secara verbal. Jadi dapat didefinisikan bahwa pendidikan seni musik merupakan ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental yang menggunakan unsur melodi, ritme, dan harmoni sebagai alat ekspresi jiwa.
Pendidikan seni perlu diajarkan dalam pendidikan formal karena (1) pendidikan seni berfungsi untuk mengenalkan dan mempelajari budaya bangsa kita di masa lalu. (2) sarana menumbuhkan dan mengembangkan individu peserta didik dalam rangka mempersiapkan hari depannya. Melihat hal ini sudah jelas bahwasannya pendidikan seni dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter pada peserta didik. Dengan mempelajari budaya bangsa di masa lalu, peserta didik akan dapat menemukan beragam nilai-nilai luhur yang patut untuk ditanamkan dalam dirinya dan bersedia untuk melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa yang ada. Melalui pendidikan seni pula peserta didik dituntut untuk berkreativitas, dalam proses kreativitas ini peserta didik akan mendapatkan bermacam-macam karakter yang akan menjadi kepribadiannya. Karakter yang dimaksud seperti jujur, sabar, bekerja keras, tanggung jawab, disiplin, mandiri. Dalam proses berkreasi peserta didik akan merasakan bagaimana caranya sabar dalaam menciptakan sesuatu, bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya, jujur dalam proses berkreasi (tidak mengakui hasil karya orang lain sebagai hasil karyanya), disiplin dalam mengerjakan sesuatu agar bisa tepat waktu, mandiri dalam proses berkreasi. Semua ini merupakan karakter yang diperlukan dalam membangaun bangsa. Dan melalui pendidikan seni berbagai karakter yang berasal dari nilai luhur bangsa dapat ditumbuhkan dan dikembangkan.
Adapun fungsi seni musik antara lain (1) membantu pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. (2) membina perkembangan estetika peserta didik dalam berkarya seni. (3) membantu siswa dalam berkehidupan di masyarakat. Seni musik berperan sebagai media pendidikan. Salah satu peran itu yakni seni musik sebagai media berpikir kreatif. Renzulli dan kawan-kawannya mengatakan: Creativity is the ability to set aside esthabilishes conventions and proceduresyang berarti bahwa orang yang kreatif itu biasanya sering menemukan hal baru, yang terpikirkan oleh orang lain dapat memecakan masalah dengan kemungkinan sebagai cara (divergen) tidak hanya satu cara. Ciri-ciri orang yang berpikir kreatif antara lain: (1) peka terhadap lingkungan, (2) tanggap terhadap rangsangan sensoris, (3) teliti dalam mengamati sesuatu, (4) sadar dan penuh rasa ingin tahu, (5) bersikap tegas pada yang disukai maupun tidak, (6) berpikir tebuka dan peka pada sesuatu yang menarik, (7) senantiasa ingin mencoba sesuatu yang baru dan mengutamakan keaslian, (8) bersikap bebas dalam mengamati, menganalisis/berpikir dan bertindak, (9) memilki kemampuan dan kemauan merespon yang tinggi, (10) hasil karyanya bersifat unik (hasil tersebut sangat dipengaruhi hal-hal yang internal dan eksternal).
Dalam hubungannya dengan pembentukan karakter maka seni musik dapat menumbuhkan karakter berpikir kreatif pada peserta didik dengan ciri-ciri orang yang berpikir kreatif seperti yang telah disebutkan. Martin Gardiener dari Sekolah Musik di Providence, Rhode Island juga membenarkan bahwa pendidikan seni musik mencerdasakan anak. “Pendidikan kesenian, menurut Martin Gardiener, dapat berinteraksi denagn kecepatan seseorang menyerap pelajaran lain”. Hubungannya dengan otak, musik dapat merangsang kerja otak sehingga peserta didik dapat lebih rileks dalam belajar dan nantinya berdampak pada kecerdasan peserta didik. Peserta didik yang cerdas musik cenderung memiliki kecerdasan di bidang lain. Howard Gardner membagi kecerdasan menjadi 8 jenis yaitu: word smsart, picture smart, logic smart, nature smart, people smart, self smart, dan body smart. Kedelapan jenis kecerdasan ini lebih dikenal dengan sebutan kecerdasan majemuk atau multiple intellegences. Para pakar lalu menambahkan satu kecerdasan lagi yaitu kecerdasan spiritual. Dnegan pendidikan seni musik peserta didik berkemungkinan besar dapat memiliki kecerdasan majemuk ini.
Menyelesaiakan penggalan melodi, menghias melodi dan mencipta musik merupakan pengalaman berpikir kreatif. Kreatifitas seni menunjang kreatifitas berpikir. Penelitian menunjukkan pelajar yang menguasai bidang seni ternyata lebih berhasil dalam pekerjaan (karier) bidang apapun. Pendapat ini dikemukakan oleh Scott C. Schiller (1996). Orang yang berpikir kreatif diharapkan dapat menciptakan karya yang bermakna dan berguna. Pencipta tidak diharapkan menghasilkan karya yang menyebabkan berpikir dan menjadikan manusia bermoral rendah. Dari hal tersebut jelas bahwa pendidikan seni musik menghendaki terbentuknya moral yang tinggi, dapat dikatakan bahwa pendidikan seni musik menghendaki tumbuhnhya karakter positif pada peserta didik. Melalui pengalaman bermusik peserta didik dapat menumbuhkan berbagai karakter pada dirinya dan menanmkannya pada diri dan mengakar menjadi kepribadian yang akan terpancar dalam sikap dan perbuatannya.
Dalam pendidikan seni musik terdapat apresiasi seni musik. Melalui kegiatan apresiasi seni musik ini peserta didik akan diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya dan penilaian/penghargaan terhadap sesuatu, menghargai karya orang lain, mempertajam rasa dan emosi, peka terhadap unsur-unsur musik yang ada pada objek apresiasi musik seperti bunyi, irama, melodi, birama, harmoni, fekture, tempo, dinamik dan gaya.
Pembentukan karakter pada peserta didik selanjutnya dapat dilakukan melalui kegiatan pengalaman musik. Kegiatan yang apat dilakukan antara lain mendengarkan musik, bernyanyi, kegiatan bermain musik, kegiatan membaca musik, kegiatan bergerak mengikuti musik, maupun kegiatan kreativitas peserta didik dalam bermusik. Melalui pengalaman bermusik, peserta didik akan memperoleh berbagai pengalaman yang akan semakin menguatkan karakter yang sudah ada serta menumbuhkan karakter yang belum tumbuh pada diri peserta didik.
Dengan menggunakan musik dan suara dalam berbagai cara yang kreatif, pendidik dapat membantu peserta didik mengembangakan harga diri yang positif dan sehat (yakni percaya akan kemampuan diri sendiri, mampu mengandalkan diri sendiri) sejak awal sehingga nantinya sikap yang dikembangkan tersebut akan menjadi karakter tetap peserta didik. Berbagai macam lagu dapat digunakan dalam pembentukan karakter peserta didik, melalui lirik yang ada di setiap lagu peserta didik akan lebih mudah menerima maksud serta nilai-nilai yang ada pada lagu tersebut. Dalam praktikanya musik lebih mengandalakan perasaan dan emosi dan hal ini berhubungan dengan moral. Pembentukan karakter juga menekankan pada tumbuhnya moral yang tinggi pada peserta didik maka dapat dikatakan bahwa pendidikan seni musik selaras dengan upaya pembentukan karakter.
Hubungannya dengan menumbuhkan karakter, Munif Chatib dalam Sekolahnya Manusia (2010) melalui ceritanya seputar peserta didik yang ada di sekolah yang diampunya membenarkan fakta bahwa musik dapat melejitkan potensi peserta didik dan menumbuhkan sikap atau karakter percaya diri, rajin, mandiri, aktif, kreatif.
Melihat bahwasannya pendidikan seni musik dapat dijadikan sebagai alat atau sarana yang efektif dan strategis untuk menumbuhkan karakter pada peserta didik maka sebagai orang yang berhubungan langsung sehari-hari dengan peserta didik, guru harus mampu mengajarkan pendidikan seni musik secara maksimal dan baik. Pendidikan seni musik harus diajarkan secara utuh dengan memberikan pengalaman musik kepada peserta didik. Pembelajaran yang dilakukan secara utuh akan menumbuhkan karakter pada peserta didik.

PENUTUP
A.    Simpulan
Kondisi karakter bangsa saat ini sedang pada fase tidak sehat. Oleh karena itu muncullah permasalahan-permasalahan dalam berbagai sisi kehidupan (sosial, budaya, ekonomi, politik, agama, pertahanan dan keamanan) bangsa. Kunci untuk memperbaiki itu semua adalah dengan menguatkan kembali karakter-karakter yang mulai terkikis. Dalam hal ini, salah satu upaya untuk membentuk karakter bangsa dalam pendidikan adalah melalui pendidikan seni musik yang diajarkan dengan efektif sedini mungkin.
Pendidikan seni musik merupakan pendidikan yang memberikan kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasikan seni secara kreatif untuk pengembangan kepribadian siswa dan memberikan sikap-sikap atau emosional yang seimbang. Seni musik membentuk disiplin, toleran, sosialisasi, sikap demokrasi yang meliputi kepekaan terhadap lingkungan. Dengan kata lain pendidikan seni musik merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting untuk membantu pengembangan individu siswa yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan akal, fikiran, sosialisasi, dan emosional.
Siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan seni musik, selain dapat mengembangkan kreativitas, musik juga dapat membantu perkembangan individu, mengembangkan sensitivitas, membangun rasa keindahan, mengungkapkan ekspresi, memberikan tantangan, melatih disiplin dan mengenalkan siswa pada sejarah budaya bangsa mereka.

B.     Saran
Sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya harus menjaga nilai-nilai yang sudah tertanam yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Salah satunya adalah melalui jalur pendidikan. Karena, dalam era globalisasi dan modernisasi kita sebagai generasi muda harus dapat mengikuti arus yang positif yang dapat memajukan bangsa Indonesia. Dalam hal ini, karakter adalah hal penting yang harus dimiliki setiap warga negara. 
Harapan besar untuk Indonesia lebih baik masih tetap menyala. Kondisi Indonesia saat ini masih bisa kita selamatkan. Yang paling penting tetap menjaga rasa peduli dan rasa cinta tanah air. Rasa peduli dan rasa cinta tersebut harus kita realisasikan dengan aksi yang nyata. Aksi yang dilakukan tidak harus selalu besar namun tetap konsisten. Hal yang besar akan terjadi dari hal-hal yang kecil. Lebih khusus untuk calon guru yang mana akan membimbing peserta didiknya, sehingga sangat penting keteladanan yang akan meningkatkan karakter peserta didiknya. Jika sudah saatnya nanti perubahan akan datang membawa keadaan yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

http://rizadarmawan.blogspot.com/2011/01/peranan-pelajaran-seni-musik-terhadap.html Diakses pada 05 Juni 2013.
http://sen1budaya.blogspot.com/2012/10/konsep-dan-pentingnya-seni-musik.html Diakses pada 05 Juni 2013.
http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/28/pembentukan-karakter-peserta-didik-melalui-pendidikan-seni-musik-473139.html Diakses pada 05 Juni 2013.
http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/12/19/pembelajaran-seni-musik-di-sd-327114.html Diakses pada 05 Juni 2013.
http://cahbagso.blogspot.com/2013/05/ptk-seni-musik.html Diakses pada 05 Juni 2013.


0 Responses to “Makalah Pembentukan Karakter Peserta Didik melalui Pendidikan Seni Musik ”

Poskan Komentar

Sponsored by Jobs