Selasa, 30 April 2013

Gangguan Pada Sistem Ekskresi Pada Manusia


GANGGUAN PADA SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
A. GANGGUAN PADA GINJAL 
1. Batu ginjal
Penyebab       :
Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih.
Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air. Batu ginjal tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan hidronefrosis. Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.
Pencegahan           :
1. Perbanyaklah minum air putih agar air seni lancar. Ketika berada di ruangan ber-AC, Perbanyak minum air putih walaupaun tidak haus, Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari.
2. Hindari minum atau memasak menggunakan air yang kandungan kapurnya tinggi. Kapur di dalam tubuh bisa membentuk batu.
3. Jika menderita penyakit gout dan hiperparatiroid segera atasi. Kedua penyakit itu meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal.
4. Lakukan olahraga rutin dengan tujuan agar metabolisme di dalam tubuh berjalan dengan baik. Idealnya, lakukan olahraga dua hari sekali. Pilihlah jenis olahraga yang disukai dan lakukan sesuai kemampuan, jangan dipaksakan.
5. Jangan duduk terlalu lama saat bekerja. Posisi tersebut mempermudah terjadinya pengendapan Kristal air seni yang kemudian membentuk batu. Paling tidak, dua jam sekali bangkitlah dari duduk dan berjalan-jalan sebentar.
6. Bila terasa ingin membuang air seni sebaiknya segera lakukan. Sangat tidak disarankan untuk menahan air seni, karena Kristal-kristal tersebut bisa mengendap membentuk batu ginjal.
7. Hindari makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu dengan kalsium tinggi. Begitu juga dengan makanan yang mengandung purin tinggi, seperti jeroan, emping, dan brokoli. Dan kurangi konsumsi kacang-kacangan, cokelat, soda dan teh.
Pengobatan           :
Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalsium.
1. Nefritis
Penyebab               :
Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman. Nefritis biasanya disebabkan adanya bakteri Streptococcus. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki.
Pengobatan           :
Penderita nefritis bisa disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.
1. Glukosuria
Penyebab :
Glukosuria adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut sering juga disebut penyakit gula atau kencing manis (diabetes mellitus). Kadar glukosa dalam darah meningkat karena kekurangan hormon insulin. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.
Pencegahan           :
1. Kontrol kebiasaan makan
2. Kendalikan berat badan
3. Olah raga secar teratur
4. Kelola faktro resiko lain (hipertensi, kadar lemak darah, dll)
5. Bagi yang beresiko tinggi, periksa glukosa darah setiap tahun
Pengobatan           :
Bagi pasien Diabetes Melitus kendalikan kadar glukosa darah (dengan diet, olahraga & obat sesuai petunjuk dokter) dan periksa secara berkala. Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan:
1. Albuminuria
penyebab               :
Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.
Pencegahan           :
1. Untuk mengurangi resiko terjadinya albuminuria mungkin bisa dimulai dengan membiasakan diri minum 8 gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa haus.
2. Selain itu pencegahannya juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja secara berlebihan (misalnya hanya protein atau kalsium saja). Artinya makanan yang kita makan juga haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.
1. Hematuria
Penyebab :
Hematuria adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit tersebut disebabkan adanya peradangan pada organ urinaria atau karena iritasi akibat gesekan batu ginjal.
1. Gagal ginjal
Penyebab :
Gagal ginjal terjadi jika salah satu ginjal tidak berfungsi. Kegagalan salah satu ginjal ini akan diambil alih tugasnya oleh ginjal lain. Namun, keadaan ini akan tetap menimbulkan resiko sangat tinggi. Karena menyebabkan penimbunan urea dalam tubuh dan kematian.
Pengobatan           :
Penyakit ini dapat diatasi dengan cangkok ginjal atau menggunakan ginjal tiruan sampai ginjal yang asli dapat kembali berfungsi.

B. GANGGUAN PADA HATI 
a. Hepatitis
Penyebab               :
Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A.
Pencegahan           :
1. Hepatitis dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.
2. Jarum untuk akupuntur atau tatto harus steril
3. Hindari pemakaian alat-alat secara bersamaan seperti cukur, sisir
4. Hindari aktivitas sex dengan berganti-ganti pasangan
5. Hindari mendapat donor darah yang tidak resmi
Pengobatan           :
1. melalui kimiawi yang bertujuan untuk mematikan virus hepatitis
2. pengobatan suportif yang bertujuan untuk melindungi sel hati dan membantu pemulihan sel hati yang rusak
1. Penyakit kuning
Penyebab               :
Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga  masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu. 
1. Sirosis hati
Penyebab               :
Sirosis hati adalah keadaan penyakit yang sudah lanjut dimana fungsi hati sudah sangat terganggu akibat banyaknya jaringan ikat di dalam hati. Sirosis hati dapat terjadi karena virus Hepatitis B dan C yang berkelanjutan, karena alkohol, salah gizi, atau karena penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu.
Penyembuhan        :
Sirosis tidak dapat disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi (seperti muntah dan berak darah, asites/perut membesar, mata kuning serta koma hepatikum).

1. Perlemakan hati
Penyebab               :
Perlemakan hati terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5 % dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati ini sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengkonsumsi alkohol berlebih disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis), maupun bukan karena alkohol disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis).
1. Kanker hati
Penyebab               :
Kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.
1. Koletasis dan jaundice
Penyebab               :
Kolestasis merupakan keadaan akibat kegagalan memproduksi dan pengeluaran empedu. Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, K oleh usus, juga adanya penumpukan asam empedu, bilirubin dan kolesterol di hati. Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata disebut jaundice. Pada keadaan ini kulit penderita terlihat kuning, warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan faeces lebih terang.

C. GANGGUAN PADA PARU-PARU 
a. Asma
Penyebab               :
Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan susah untuk bernapas atau sesak napas. Penyakit ini tidak menular dan bersifat menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau telah tercemar akan memicu serangan asma.
Pencegahan           :
Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.
Pengobatan           :
Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.
1. Tubrculosis (TBC)
Penyebab               :
Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat penderita batuk.
Penegahan             :
1. Menghindari kontak dengan penderita TBC.
2. Tidak meggunakan peralatan terutama peralatan makn dengan penderita TBC.

Pengobatan           :
Pengobatan untuk TBC bila sudah diketahui sejak dini sebenarnya tidak terlalu mahal dan mudah untuk disembuhkan karena sudah ada obat yang disediakan pemerintah. Bila diperlukan, penderita TBC dapat juga dikarantina di tempat khusus agar tidak menularkan penyakitnya.Penyakit ini juga sebenarnya merupakan salah satu penyakit yang sudah ditaklukan, tetapi belakangan kembali menyerang. Salah satunya adalah karena penderita tuberkulosis ini tidak menghabiskan obat mereka. Obat harus diminum secara teratur selama 6 sampai 9 bulan untuk menyembuhkan penyakit ini. Tidak menghabiskan obat dapat menyebabkan penderita tidak dapat sembuh dan menyebabkan obat tidak mampu lagi melawan kuman karena kuman menjadi kebal.
1. Pneumonia
Penyebab               :
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan.
Pencegahan           :
1. Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh.
2. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi
3. berolahraga secara teratur.
Pengobatan:
Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.
1. Emfisema
Penyebab               :
Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru.
Pencegahan           :
Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.
1. Bronkitis
Penyebab               :
Penyakit bronkitis disebabkan oleh peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.


Pencegahan           :
1. Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan.
2. Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif yang sangat berbahaya.
Pengobatan           :
Untuk pengobatan bila disebabkan oleh bakteri atau kuman dapat diatasi dengan meminum antibiotik anjuran dokter. Bila disebabkan oleh virus, biasanya digunakan obat-obatan untuk meringankan gejala.

1. Asbestosis
Penyebab               :
Adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang di sebabkan oleh menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura(selaput yang melapisi paru-paru).
Pencegahan           :
Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesotelioma masih terjadi pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu.
Pengobatan           :
Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesotelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.

1. Paru-paru hitam
Penyebab               :
Paru-paru hitam merupakan akibat dari terhirupnya serbuk batubara dalam jangka waktu yang lama. Merokok tidak menyebabkan meningkatnya angka kejadian paru-paru hitam, tetapi bisa memberikan efek tambahan yang berbahaya bagi paru-paru. Resiko menderita paru-paru hitam berhubungan dengan lamanya dan luasnya pemaparan terhadap debu batubara. Kebanyakan pekerja yang terkena berusia lebih dari 50 tahun. Penyakit ini ditemukan pada 6 dari 100.000 orang.
Pencegahan           :
Paru-paru hitam dapat dicegah dengan menghindari debu batubara pada lingkungan kerja. Pekerja tambang batubara harus menjalani pemeriksaan foto dada tiap 4-5 tahun sehingga penyakit ini dapat ditemukan pada stadium awal. Jika ditemukan penyakit, maka pekerja tersebut harus dipindahkan ke daerah dimana kadar debu batubaranya rendah, untuk menghindari terjadinya fibrosis masif progresif.
Pengobatan           :
Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini, selain untuk mengobati komplikasinya (gagal jantung kanan atau tuberkulosis paru). Jika terjadi gangguan pernapasan, maka diberikan bronkodilator dan ekspektoran. Tetapi adalah penting untuk menghindari pemaparan lebih lanjut.

1. Sinusitis
Penyebab               :
Sinusitis adalah infeksi dalam rongga sinus yaitu rongga berisi udara yang    letaknya dalam rongga kepala di sekitar hidung. Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi sebagai kelanjutan infeksi hidung. Setiap kondisi dalam hidung yang menghambat aliran keluar cairan hidung cenderung menyebabkan infeksi dari sinus. Seperti adanya infeksi virus, bakteri atau benda asing penyebab alergi dapat menimbulkan pembengkakan selaput lendir hidung dan hal yang sama juga terjadi pada sinus sehingga menutup hubungan antara sinus dan hidung. Alergen yang terhirup seperti debu, spora jamur, bulu binatang, serbuk sari bunga, dan lain-lain menimbulkan reaksi alergi dan pembengkakan yang dapat berpengaruh atas timbulnya serangan sinusitis.

Pencegahan           :
1. Infeksi virus dan bakteri harus dihindari dengan meningkatkan daya tahan tubuh misalnya istirahat dan gizi yang cukup serta olahraga yang teratur.
2. Hindari juga alergen seperti debu, asap rokok dan polusi lain serta obat-obatan dan jenis makanan tertentu yang dapat menimbulkan alergi.
3. Jenis alergennya harus diketahui agar reaksi selanjutnya dapat dihindari atau dikurangi. Menyelam dan berenang juga harus dihindari karena air dapat masuk ke dalam sinus sehingga menimbulkan sumbatan atau infeksi.
1. Pleuritis
Penyebab               :
Pleuritis adalah peradangan pada pleura, yang merupakan, lembab berlapis ganda membran yang mengelilingi paru-paru dan garis tulang rusuk. Kondisi ini dapat membuat napas sangat menyakitkan. Kadang-kadang dikaitkan dengan kondisi lain yang disebut efusi pleura, di mana kelebihan cairan mengisi daerah antara lapisan membran itu.
Pengobatan                       :
Pengobatan yang dilakukan pada penderita sinusitis biasanya meliputi:
1. Suntikan anti alergi
2. Menghindari pencetus alergi
3. Semprotan hidung yang mengandungkortikosteroid untuk membantu mengurangi bengkak di rongga sinus, terutama karena adanya polip ataupun karena alergi.
4. Tindakan operasi untuk membersihkan dan mengeringkan rongga sinus mungkin diperlukan terutama bagi pasien yang mengalami peradangan yang berulang.

1. Kanker paru-paru
Penyebab               :
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak. Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Pencegahan           :
Berhenti dan hindari merokok.
Pengobatan           :
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah:
1. Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
2. Tindakan Therapy Radiasi
3. Tindakan Therapy Kemotherapy
4. Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}
5. Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat

D. GANGGUAN PADA KULIT 
a. Skabies
Penyebab               :
Kudis (scabies) adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering muncul di tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat, kunci paha dan terkang di celang jari tangan atau kaki.
Pencegahan           :
1. mencuci sperai tempat tidur, handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.
2. Menjaga kebersihan kulit.
Pengobatan           :
Untuk pengobatan luar, cukup ambil daun, kulit, batang, atau akar salam seperlunya. Cuci bersih, lalu giling halus sampai menjad adonan seperti bubur. Balurkan ke tempat yang gatal, kemudian dibalut.




1. Kurap
Penyebab               :
Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungsi. Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat baian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah muda.
Pencegahan           :
1. Mencuci tangan yang sempurna.
2. Menjaga kebersihan tubuh.
3. Mengindari  kontak dengan penderita.
Pengobatan           :
Dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.
1. Panu
Penyebab               :
Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita. 
Panu paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
Pencegahan           :
1. Menjaga kebersihan badan.
2. Usahakan agar kulit dalam keadaan kering dan tidak lembab.
3. Pakaian dan handuk mandi jangan sampai lembab, karena pakaian yang lembab memicu tumbuhnya jamur.
4. Jangan menggunakan pakaian atau peralatan mandi dengan penderita panu.
Pengobatan           :
Panu dapat diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang Panu. Atau juga dapat digunakan obat-obat yang di jual di pasaran seperti Pandas dan Kalpanax.



1. Biduran
Penyebab               :
Biduran disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan dan alergi bahan kimia. Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan terasa gatal. Biduran dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung berhari-hari.
Pencegahan           :
Bagi penderita biduran, pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor penyebab tim bulnya bidur. Seperti udara dingin, makanan dan bahan kimia.
Pengobatan           :
Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan oleh dokter.
1. Ringworm
Penyebab               :
Ringworm adalah sejenis jamur yang menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak lingkaran di kulit.
Pencegahan           :
Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menjaga agar kulit tetap kering dan tidak lembab.
Pengobatan           :
Pengobatannya dilakukan dengan mengkonsumsi obat anti jamur.
1. Psosiaris
Penyebab               :
Penyebab pasti dari penyakit ini belum bisa ditentukan, tetapi hasil dari banyak penelitian penyakit ini disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Ada dua tipe sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh kita, yaitu sel limfosit T dan limfosit B. Pada psoriaris terjadi aktivasi limfosit T yang tidak normal di kulit. Ini menyebabkan kulit menjadi meradang secara berlebihan.
Pengobatan           :
Psoriasis belum dapat disembuhkan secara total, tetapi pengobatan teratur dapat menekan gejala menjadi tidak nampak. Gejala yang ditimbulkannya adalah kulit kemerahan yang dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan lutut.
1. Kanker kulit
Penyebab               :
Penyakit kanker kulit disebabkan oleh penerimaan sinar matahari yang berlebihan. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari.
Pencegahan           :
Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak.
Sumber: http//fitria97.wordpress.com

Kesimpulan:
Air adalah zat yang sangat penting dalam tubuh manusia. Manusia kekurangan zat air dalam tubuhnya maka akan timbul berbagai macam penyakit pada alat ekskresi.air yang diminum haruslah air yang bersih dan hygenis.hal yang penting untuk meminialisir penyakit itu terjadi pada diri dengan cara melakukan pla hidup yang sehat dan bersih. Misalnya :
1.makan makanan yang bersih dan  bergizi
2. melakukan olahraga dengan teratur
3. tidak merokok
Hidup sehat sangatlah penting jadilakanlah hidup sehat sebagai kebutuhan dimulai dari hal kecil dan diri sendiri untuk menjaga kesehatan. 

Selasa, 30 April 2013 by oyz a.k.a · 0

Sasakala Gunung Ciborok


Sampurasun…
Para Yuri anu ku sim kuring di pihormat, Alhamdulillah dina waktos taun ayeuna dina raraga kagiatan Pasanggiri sim kuring kapapancenan tugas ti sakola SDN 4 Cisaga nyaeta maparkeun salah sawios Sasakala Gunung Ciborok anu ayana di Pangandaran, anu kalebetna ka Kabupaten Ciamis, kieu ka jantenan nana asal muasalna Gunung Ciborook teh! Mangga urang regepkeun ku sadayana! 
Baheula mah pangandaran teh lain mangrupa dayeuh sabab eusina karek hiji dua teu saperti kiwari. Didinya aya hiji gunung nu nelah gunung Ciborok. Di hiji lembur nu anggang kaditu kadieu, aya hiji jalma nu kacida malaratna. Ceuk paribasana dahar sore henteu isuk teh lain bobohongan ti poe ka minggu, ti minggu ka bulan teh kahirupannana tetep bae teu aya pisan parobahannana. Estuning hirup teh teu aya tungtungna. 
Dina hiji poe, manehna indit ninggalkeun eta tempat maksudna meh nyiar kahirupan sejen. Nu di pamrih hayang milih-milih rabi sugan jeung sugan di tempat lain mah pinanggih jeung kabagjaan. Dasar geus nasib, kulak canggeum bagja awak, jung kaditu jung kadieu teh angger wae hirupna balangsak taya pisan kawarasan. Antukna manehna anjog ka hiji tempat anu katelahna Pangandaran. Kawasan Pangandaran teh asal kecap tina andar, anu hartina, sarah laut. Naon hartosna kecap sarah laut teh! Aya nu uninga? Sami…..sami kuring oge kirang paos….namung numutkeun pami disamikeun sareng jejer/caritana sasakala gunung Ciborok hartosna sarah laut teh nyaeta tempat anu mukimna para dedemit anu ngawasa lautan, janten anggapan jalmi anu kirang kaimanan mah, eta tempat teh tiasa di anggo guguru ngalap kabeungharan. Sumangga urang lejeungkeun deui! Geus lila manehna reureuh didinya, bari ngalamun mikiran nasib dirina. Manehna diuk nyanghunjar mikir-mikir kumaha nya pilampaheun geusan nyanghareupan kahirupan satuluyna. Jorojoy dina hatena aya maksud hayang tatapa, pamikirannana susuganan meunang pituduh tinu gaib. Bisa ngarobah hirupna saking ku geus peurih hirupna, manehna geus buleud tekadna rek tatapa.  Kumaha behna we. Kacaritakeun dina tatapana, manehna meunang ilapat tinu gaib. Ari ilapatna teh kieu…
Ha …Ha….Ha…Ha….
a. : “Hai manusa, hayang naon andika? Aya naon? Maksud andika ngaganggu  ka tempat kaula!
b. : “Nun…..kaula nun! Kuring hampura tos kumawantun ngaganggu! Maksudna kuring rek meredih tulung…. Sabab geus weundeu hirup sangsara balangsak…. Kuring …..rek menta kadunnyaan haying loba dunnya nu barana.
a. : “Hahaha...dasar manusa…manusa hirupna sarakah! Seug ku kaula dicumponan, asal kudu daek mulang ka alam gaib, samemeh mulang ka akherat, eta syarat nu kahiji….
b. : “Kaula nun….nu ngageunggeu di tempat ieu, kuring sanggup! Lantaran hirup kuring geus embung sangsara balangsak…ku harta dunnya barana.
a. : “Hahaha…syukur….syukur….tapi andika kudu nyumponan deui syarat anu kadua? Maneh manusa samemeh mulang ka alam akherat, andika kudu daek kawin ka anak kaula, nu ngarana Nyi Borok jeung kudu daek ka titipan cirri tanda geus kawin ka anak kaula… nyaeta …borok Saumur-umur.
b. : “ kaula nun nu ngawasa ieu tempat kuring sanggup arek nyumponan pasaratan anu kudu dilaksanakeun….!
Gancang carita sakabeh pasaratan kumanehna di sanggupan atuh hajatan kawinan teh kacida rongkahna. Kabeneran harita teh malem Juma’ah kaliwon. Saba’da kawinan, dak du madak eta jalma teh ngajina kataekan. Ngadadak jadi beurat beunghar, lubak libuk sagala aya, salieuk beh lain bobohongan. Ngan orokaya dina sukuna borokan. Eta borok teh lain sapoe dua poe, tapi Saumur hirup.  Ti harita manehna ngadon ngababakan bubuara kahiji tempat nya nelah Desa Babakan, nu deukeut pasir tempat manehna tatapa nya nu disebut Gunung Ciborok. Disebut gunung ciborok teh sabab, ieu gunung teh sok dipake tempat pamujaan, ku jalma-jalma nu hayang beunghar ku jalan gampang ngajual imah jeung kataqwaanana. Lamun eta jalma hasil mujana nya dina sukuna sok borokan, nu moal bisa leungit Saumur-umur. Malah sok kabawa tepi ka paehna. Da memang mujana dikawinkeun ka putrid borok.
Atuh ari malem Juma’ah kaliwon, di gunung ciborok sok kaambeu parem atawa obat borok, sabangsa walirang nu ngahiliwir kaangin-angin malah lamun kawenwhan mah, lian ti kaambeu parem orok, oge sok kadenge gamelan nyungkung, tanda mapag panganten nu dikawinkeun ka Nyi Borok.
Rupina cekap sakieu dongeng carita Sasakala Gunung Ciborok. Anu ku sim kuring nembe dipaparkeun neda sih hapunten anu kasuhun. Pamugi ieu carita Sasakala Gunung Ciborok teh sing janten eunteung. Kaurang sadayana salaku umat Islam sakumaha seueur cocobi. Sim kuring ngadu’akeun pisan mugia sing di paparinan kakuatan kaimanan. Sareng mugia langkung ditingkatkeun kataqwaan ka Allah S.W.T.
Rupina mung sakitu anu kapihatur.

by oyz a.k.a · 0

Makalah Antropologi Psikologi


Pengertian
Antropologi Psikologis adalah cabang dari antropologi yang bersifat interdisipliner dan mengkaji interaksi kebudayaan dan proses mental. Cabang ini terutama memperhatikan cara perkembangan manusia dan enkulturasi dalam kelompok budaya tertentu-dengan sejarah, bahasa, praktik, dan kategori konseptualnya sendiri-membentuk proses perolehan kognisi, emosi, persepsi, motivasi, dan kesehatan mental. Juga memeriksa tentang bagaimana pemahaman kognisi, emosi, motivasi, dan proses psikologis sejenis membentuk model proses budaya dan sosial. Setiap aliran dalam antropologi psikologis memiliki pendekatannya sendiri-sendiri.
Beberapa aliran dalam antropologi psikologis:
1. Antropologi psikoanalitis
2. Kebudayaan dan Kepribadian
3. Etnopsikologi
4. Antropologi kognitif
5. Antropologi psikiatris
Antropologi Psikologi (Psycological Anthropology) adalah subdisiplin ilmu antropologi. Ilmu antropologi psikologi adalah ilmu yang menjembatani kebudayaan dan kepribadian, yang menjadi fokus dari dua ilmu yang berbeda (antropologi dan psikologi), yang sebenarnya sangat erat hubungannya.
Antropologi dan psikologi adalah subdisiplin ilmu antropologi. Nama subdisiplin ilmu antropologi ini, sebenarnya nama baru dari ilmu yang dahulu dikenal dengan dengan nama Culture dan Personality (kebudayaan dan kepribadian), atau kadang juga disebut Ethno-psychology (psikologi suku bangsa). Subdisiplin ini sejak lahirnya sudah bersifat antardisiplin. Hal ini disebabkan karena bukan saja teori, konsep, serta metode penelitiannya dipinjam dai berbagai disiplin seperti antropologi, psikologi, psikiatri, dan psikoanalisa; melainkan juga para pendirinya berasal dari disiplin yang bermacam-macam, sebelum mereka menjadi ahli antropologi. Mereka itu antara lain adalah Margaret Mead (ahli antropologi), Abram Kardiner (ahli psikiatri), W.H.R. River (ahli psikologi), Erik H. Erikson (ahli psikoanalisa neo freudian), dan lain lain. Berdasarkan tokoh-tokoh yang berasal dari berbagai disiplin ilmu menunjukan bahwa di sanalah ilmu antropologi budaya dan sosial dapat berhubungan dengan ilmu psikologi kepribadian, psikologi perkembangan, ilmu psikiatri, dan psikoanalisa secara sangat akrab dan produktif.
Beberapa peneliti berusaha melakukan penelitian yang berkenaan dengan antropologi psikologi. Menurut Singer penelitian antropologi psikologi dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok permasalahan besar,yaitu:
1. Kelompok hubungan kebudayaan dengan sifat pembawaan manusia (human nature).
2. Kelompok hubungan kebudayaan dengan kepribadian khas kolektif tertentu (typical personality), dan
3. Kelompok hubungan kebudayaan dengan kepribadian individual (individual personality).
Dari ketiga kelompok permasalahan besar itu timbul beberapa pokok permasalahan penelitian lainnya, yaitu:
a. Hubungan antara perubahan kebudayaan dengan perubahan kepribadian,dan
b. Hubungan kebudayaan dengan kepribadian abnormal.

B. Sejarah Perkembangan Ilmu Antropologi Psikologi
Ada dua salah anggapan yang harus dikoreksi sehubungan dengan sejarah perkembangan ilmu antropologi psikologi: a) menganggap ilmu Antropologi Psikologi adalah subdisiplin baru dari ilmu Antropologi Umum; b) menganggap ilmu Antropologi Psikologi adalah suatu ilmu yang diciptakan oleh sarjana Amerika Serikat saja.
Jika lebih tepat lagi, lahir ilmu ini sudah sejak diadakan ekspedisi Cambridge ke selat Torres pada 1898 (Hunt, 1967: ix).
Yang paling penting bagi perkembangan ilmu Antropologi psikologi adalah Spengler, karena ia adalah teoritikus pertama yang telah mengajukan untuk pertama kali berpendapat tentang peminjaman unsur-unsur kebudayaan secara selektif, yakni suatu bangsa jika meminjam unsur kebudayaan lain akan memilih yang sesuai dengan kebudayaannya sendiri. Jika kurang sesuai, unsur kebudayaan asing tersebut akan dirombak sesuai dengan kebudayaan pribuminya.

C. Penelitian Antropologi Psikologi di Indonesia
Penelitian antropologi psikologi di Indonesia sedikitnya dibagi menjadi dua masa, yaitu: 1) sebelum perang dunia kedua, dan 2) setelah perang dunia kedua.
1. Masa Sebelum Perang Dunia Kedua 
Penelitian antropologi psikologi di Indonesia, telah dimulai jauh sebelum orang di AS dan Inggris (antara 1920-1935) memulainya. Hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan seorang ahli antropologi Belanda bernama A.W. Niewenhuis terhadap sifat pembawaan manusia daro beberapa suku bangsa di Indonesia. Akan tetapi penelitian antropologi psikologi di Indonesia secara intensif bukanlah dilakukan oleh orang Belanda tersebut, melainkan oleh orang Amerika yang sekaligus merintis antropologi psikologi di negara mereka bahkan juga di dunia. Mereka itu adalah Cora Dubois dan Margaret Mead yang dibantu dengan Gregory Bateson. Tujuan penelitian Margaret Mead dan Gregory Bateson adalah untuk mengetahui kepribadian khas orang Bali, dengan jalan mempelajari cara pengasuhan anak di desa Bayung Gede.
2. Masa Setelah Perang Dunia Kedua
Setelah usai perang dunia kedua, topik akulturasi dan kontak sosial telah mendapat perhatian besar dari para ahli antropologi, terutama agi mereka yang mengadakan penelitian di daerah Pasifik dan Indonesia. Hampir semua kepustakaan di mengenai akulturasi di Indonesia berkesimpulan, fenomena akulturasi di Indonesia adalah juga krisis sosial. Ahli antripologi Belanda, J. Van Baal, misalnya menganggap krisis sosial karena usaha pihak Indonesia untuk menyesuaikan diri mereka dengan zaman baru. Utnuk mencapai itu orang-orang Indonesia harus mengubah dasar pandangan hidup serta dasar cara berfikir kunonya ke yang bersifat modern. Bagi J. Van Baal, proses akulturasi bukan hanya merupakan suatu proses masuknya unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan pribumi semata-mata, melainkan juga merupakan suatu proses tambahan dan penyesuaian diri kembali dari cara hidup pribumi ke cara hidup modern.
Penelitian antropologi psikologi uang dilakukan ahli antropologi berkebangsaan Indonesia sendiri masih sedikit sekali, namun hasilnya cukup menarik. Dua orang ahli antropologi lulusan Universitas Indonesia misalnya, dalam rangka penulisan skripsi mereka telah mengadakan penelitian di bidang antropologi psikologi.


D. Peranan Penelitian Antropologi Dalam Pembangunan Indonesia
Penelitian Antropologi Psikologi di Indonesia ,empinyai peranan penting dalam pembangunan bangsa, karenadapat memberi bahan keterangan untuk kepentingan juga sebagai bahan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya, dalam arti sebagai individu sekaligus makhluk sosial yang merupakan kesatuan bulat, yang harus dikembangkan secara imbang, selaras, dan serasi (lihat Buku I: Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, 1978: 41). 
Metode penelitian yang dipergunakan untuk penelitian terdebut, adalah seperti apa yang telah dikembangkan ahli-ahli Antropologi Psikologi AS Florence R. Kluckkhohn dan Clyde Kluckkhohn, yang dapat dibaca dalam buku Variations in Value Orientations (Kluckkhohn & Strodbeck, 1961). Penelitian Koentjaraningrat itu sampai saat 1986 masih terus dilanjutkan dan belum diterbitkan.  Koentjaraningrat telah pula mencoba untuk meneliti nilai-nilai budaya yang terkandung dalam folklor suku bangsa masing-masing.

BEBERAPA TEORI DAN KONSEP ANTROPOLOGI PSIKOLOGI
A.      Beberapa Teori Pembawaan Manusia
1)      Teori Seksualitas Kanak-kanak Sigmund Freud
Tahap Oral
Perasaan seksual anak yang pertama kali muncul adalah ketika sang anak mengemut puting payudara ibunya. Pada tahap yang sangat dini dan dimulai sejak anak dilahirkan hingga sekitar usia satu tahun ini , ibu merupakan objek seksual sang anak. Periode ini pun kemudian berlanjut pada tahap seksualitas masa kecil dimana sang anak akan terkesan akan penginderaan tubuhnya sendiri yang ditandai dengan kebiasaan bayi mengemut banyak bagian tubuhnya terutama jempolnya sendiri. Kebiasaan mengemut jempol dan benda-benda lain yang menempel di bagian tubuhnya seperti baju yang ia pakai dan sebagainya ini adalah merupakan kelanjutan dari mengemut puting susu ibunya. Emutan ini bersifat ritmis dan seringkali juga disertai dengan gesekan. Freud mengatakan bahwa hal ini akan mengarah pada masturbasi. Kegiatan ini sangat mengasyikan dan nyaman serta sering kali mengantar sang bayi pada tidur nyenyaknya.
Tahap Anal
Tahap ini berlangsung antara umur 1 hingga 3 tahun yang oleh Freud disebut sebagai fase latihan kamar kecil yakni fase ketika sang anak belajar untuk mengendalikan kandung kemih dan isi perutnya. Menurut Freud pada tahap ini anak-anak akan merasa sangat bangga karena bisa menghasilkan kotorannya sendiri. Ketika menjalani latihan kamar kecil ini, anak-anak seringkali memegang-megang kotorannya sendiri, karena ia ingin menikmati kesenangan erotis ketika mampu menghasilkan kotoran secara pribadi.
Tahap Phallic
Tahap ini berlangsung antara umur 3 hingga 5 tahun. Sekarang genital menjadi zona erogen dan anak mulai melakukan masturbasi. Zona genital anak kecil oleh ibunya sering dicuci, digesek dan sebagainya ketika sehabis buang kotoran atau pun mandi yang tanpa disadari oleh ibunya bahwa ketika terjadi gesekan, bilasan dan sebagainya ini membuat sang anak merasa nyaman dan terangsang. Dan dengan segera sang anak pun kemudian mencoba untuk melakukannya sendiri dengan gesekan tangan atau dengan merapatkan paha. Disamping perpindahan zina rangsangan yang mengarah ke zona genital, pada masa ini pun menurut Freud semua anak pada tahap ini khusus untuk anak perempuan merasakan ‘penis envy’ yaitu sebuah kecemburuan kepada anak laki-laki yang memiliki penis. Para anak perempuan melihat diri mereka sendiri telah dikebiri oleh orang tuanya. Dalam tahap ini juga berkembang kompleks Oedipus yakni sang anak akan jatuh cinta pada ibunya sendiri dan menjadi cemburu terhadap ayahnya serta ingin membunuh serta menyingkirkan ayahnya agar tak menghalanginya.
Tahap Latensi
Menurut Freud, perasaan dari tahap Oedipal akhirnya ditekan dan dorongan dorongan seksual mereda hingga tibanya masa pubertas.
Tahap Genital
Tahap terakhir pada perkembangan seksual pun adalah tahap genital ini yang berlangsung sejak pubertas dan seterusnya. Pada tahap ini terjadi pembaharuan terhadap minat seksual dan objek yang baru pun ditemukan untuk pelampiasan dorongan seksnya.
2)      Teori Gejala Akil Balig Margaret Mead
 Menurut hasil penelitian, Mead berkesimpulan bahwa para gadis di Samoa tidak mengalami gejala akil baligh, karena keluarga orang samoa buka termasuk keluarga inti, sehingga seorang anak tidak selalu harus berhubungan terus-menerus dengankedua orangtuanya, tetapi juga mendapat kesempatan untuk berhubungan secara bebas dengan anggota kerabatnya yang lain. Penelitiannya di Papua, Mead berkesimpulan bahwa perbedaan sifat-sifat kepribadian atau temperamen antar laki-laki dan wanita tidak bersifat universal, karena dalam kebudayaan Arapesh tidak ada perbedaan temperamen antar laki-laki dan perempuan, keduanya mempunyai kepribadian yang halus, lembut, dan pasif. Sebaliknya pada masyarakat Mundugumor, kedua jenis kelamin mempunyai kepribadian yang kasar, keras, dan agresif seperti yang dimiliki laki-laki pada umumnya masyarakat Eropa-Amerika. Pada masyarakat Tchambuli, kaum wanita pada umumnya berkepribadian kasar, keras, dan aktif, dan melaksanakan tugas berat, sedangkan laki-laki sebaliknya.


B.     Benerapa Teori Kepribadian Khas Kolektif Tertentu
1)      Teori Pola Kebudayaan Ruth Benedict
Teori Pola Kebudayaan (Pattern of Culture) dapat juga disebut sebagai teori konfigurasi kebudayaan, teori mozaik kebudayaan, teori representation colletive, atau teori etos kebudayaan. Teori benedict dapat diringkas sebagai berikut: “Di dalam setiap kebudayaan ada aneka ragam tipe temperamen, yang telah ditentukan oleh faktor keturunan (genetic) dan kebutuhan (konstitusi), yang timbul berulang-ulang secara universal. Namun setiap kebudayaan hanya memperbolehkan jumlah terbatas dari tipe temperamen tersebut berkembang. Dantipe-tipe temperamen tersebut hanya yang cocok dengan konfigurasi dominan. Mayoritas dari orang-orang dalam segala masyarakat akan berbuat sesuai terhadap tipe dominan dari masyarakatnya. Hal ini disebabkan karena temperamen mereka cukup plastis untuk dibentuk tenaga pencetak dari masyarakat. Ini adalah apa yang disebut tipe kepribadian normal. Benedict berpendapat bahwa tidak ada kriteria yang shahih(valid) mengenai tipe kepribadian “normal” dan “abnormal”. Suatu kepribadian dianggap normal apabila sesuai dengan tipe kepribadian yang dominan, sedangka tipe kepribadian yang sama jika tidak sesuai dengan kepribadian yang dominan akan dianggap abnormal alias tidak normal atau penyimpangan (derivant).
2)   Teori Gaya Hidup Petani Desa Robert Redfield
Menurutnya masyarakat di kelompokkan menjadi 3 bagian:
a. Folk, masyarakat primitif yang belum memiliki kebudayaan;
b. Person society, masyarakat petani desa yang memiliki ketergantungan dengan masyarakat kota;
c. Urban society: ketergantungan pada masyarakat desa, kebudayaan kompleks, mengenal peradanab.

3)   Teori Kepribadian Status Ralph Linton
Kepribadian status adalah seperangkat kepribadian tipikal yang sesuai dengan status seseorang di dalam masyarakatnya. Status tersebut berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang pribadi yang menduduki status sosial harus mengembangkan sikap dan emosi yang sesuai dan berguna bagi status tersebut. 
Pribadi-pribadi yang dapat membawakan kepribadian statusnya dengan baik dan tepat, adalah orang yang penyesuaian dirinya baik. 
4)   Teori Struktur Kepribadian Dasar Kardiner Linton dan DuBois
Struktur Kepribaduian Dasar ini sebenarnya adalah alat penyesuaian diri individu, yang umum bagi semua individu di dalam suatu masyarakat. 
Yang termasuk dalam struktur kepribadian dasar adalah: (1) teknik berfikir (technique of thinkings), misalnya apakah ilmiah atau animistis; (2) sikap terhadap benda hidup atau mati (attitude toward objects), misalnya menerima atau menolak, tergantung dari pengalaman sewaktu masih kanak-kanak (anak yang semasa kecilnya dikejami ibunya, setelah dewasa akan menolak wanita misalnya); (3) sistem keamanan dan kesejahteraan (security system), yang dapat dinilai dari kecemasan (axciety) dan kekecewaan karena ketidak berdayaan (frustration) sewaktu masih kanak-kanak (seorang anak yang semasa kanak-kanaknya selalu dalam keadaan kelaparan, akan menjadi orang yang bersifat hemat setelah dewasa misalnya); dan pembentukan super ego, atau bagian dari kepribadian dari individu yang terbentuk dengan jalan mengambil-alih pandangan hidup dari orang tuanya (Kardiner, 1961: 230).
5)      Teori Kepribadian Rata-rata DuBois
Teori Kepribadian Rata-rata timbul sebagai akibat penelitian ai pulau Alor yang dilakukan Cora DuBois.
Terjadinya tipe kepribadian rata-rata, menurut Cora DuBois, adalah sebagai hasil saling pengaruh-mempengaruhi antara kecenderungan dan pengalaman dasar, yang ditentukan oleh proses fisiologis neurologis. Tipe kepribadian rata-rata pada umumnya ada pada kolektif manusia dalam usaha menghadapi lingkungan kebudayaan, yang menolaknya, mengarahnya, dan memuaskan segala kebutuhan.
6) Teori Kepribadian Orang Modern Alex Inkeles
Menurut ia tujuan utama pembangunan ekonomi adalah memungkinkan setiap orang untuk mencapai suatu taraf hidup yang layak. Namun pada akhirnya ide pembangunan mengharuskan adanya perubahan watak manusia—suatu perubahan yang merupakan alat untuk mencapai tujuan yang berupa pertumbuhan yang lebih lnjut lagi, dan bersamaan itu juga merupakan tujuan besar proses pembangunan itu sendiri. Perubahan watak tersebut adalah perubahan dari yang tradisional menjadi yang modern. Apa yang dimaksud dengan manusia modern itu? Dan apa yang membuatnya modern?
o Pertama, peerubahan dari manusia yang leih tradisional menjadi manusia yang modern, seiring berarti melepaskan cara berfikir dan berperasaan.
o Kedua, sifat yang membuat seorang menjadi modern itu tidak sering tampak sebagai suatu ciri yang netral, tetapi merupakan ciri dari orang barat pada umumnya yang hendak dipaksakan pada orang lain, untuk menjadikan mereka sama seperti orang barat tersebut.
o Ketiga, tidak berguna atau cocok bagi kehidupan dan keadaan dari mereka.
Ciri khas orang modern ada dua, yaitu:
 Pertama ciri luar, mengenai lingkungan alam. Seperti;URBANISASI, PENDIDIKAN, politikasi, komunikasi massa dan industrialisasi. 
Kedua ciri dalam, yaitu mengenai sikap, nilai dan perasaan. Seorang baru dapat menjadi modern apabila telah mengalami perubahan ciri dalam, dari yang tradisional menjadi modern.
7)  Teori Determinisme Masa Kanak-kanak Dalam Hubungan Kajian Watak Bangsa
Selama Perang Dunia ke II banyak antropolog Amerika dan Inggris, di antaranya Margaret Mead, Geofrey Gorer, Gregory Bateson dan Ruth Benedict diperbantukan pada pemerintah. Mereka mencoba untuk merumuskan konsep watak bangsa (national character) dari beberapa negara, seperti Uni Soviet, Rumania, Thailand dan Jepang. 
Kesukaran yang dihadapi ialah sulit mengadakan perjalanan ke negara-negara yang akan diteliti karena situasi perang. Karenanya, cara yang dilakukan adalah mewawancarai orang-orang yang tinggal di AS, dan mengadakan studi literatur. Selain itu mempelajari sejarah Jepang, dan mencoba melihat dunia seperti yang diamati orang Jepang. Metode semacam itu dapat disebut meneliti suatu kebudayaan dari kejauhan. Dari penelitian tersebut dihasilkan beberapa teori, antara lain : 
a.       Hipotesa Latihan Buang Air Besar Geofrey Gorer
Tahun 1943 Gorer menerbitkan artikel berjudul “Themesin Japanese Culture” yang mengungkapkan keterpukauan perhatian berlebihan dari orang Jepang terhadap upacara kerapihan dan ketertiban, sehingga dapat dibandingkan dengan sifat gangguan jiwa compulsive neurotic (gangguan jiwa yang berbuat sesuatu di luar keinginannya) yang menghinggapi beberapa penduduk di Eropa.
Hipotesa : Penyebab utama gangguan jiwa tersebut adalah latihan buang air besar (toilet training) yang diperoleh semasa kanak-kanak.
Menurut Gorer, dibalik sifat orang Jepang yang rapih dan tertib itu ada keinginan tersembunyi untuk berbuat agresif. Upacara yang bersifat teliti merupakan penyaluran dari dorongan hati yang berbahaya (dangerous urge) itu.
Sifat agresif yang terpendam itu akibat kebencian sewaktu bayi yang dipaksa melakukan sesuatu yang tidak dimengertinya, karena harus mengendalikan otot lubang dubur. Kebencian itu akan tetap merupakan sebagian dari kepribadiannya setelah dewasa nanti. Dalam keadaan normal, rasa kebencian tersebut tak tersalurkan dan ditekan. Akibatnya, jika ada peluang sifat agresif itu akan meletup kuat sehingga dapat bertindak kejam dan sadistis.
Kritik : Menurut Robert N.Bellah, penyebab terbentuknya sifat tertib      dan rapih orang Jepang ialah kode Samurai (samurai code) yang berkembang sejak zaman Tokugawa, dan mempengaruhi masyarakat melalui gerakan keagamaan. Kode Samurai ini dapat dibandingkan dengan Etika Protestan yang mempunyai ciri sifat suka bekerja keras dan pengingkaran pada kenikmatan diri (self denial).
b.      Hipotesa Pembedungan Anak Geogrey Gorer
Penelitian ditekankan pada praktek pengasuhan anak orang Rusia. Hasilnya memperoleh “kunci” dari watak mayoritas orang Rusia (The Great Russian Character) yang berupa pembedungan (swaddling), sehingga timbul sifat manic depressive masal pada orang Rusia dewasa pada umumnya.
Hipotesa : Penyebab utama gangguan jiwa tersebut adanya kekangan fisik semasa kanak-kanak melalui praktek pembedungan.
Menurut Gorer, pembedungan ini sangat menghambat gerak-gerik si anak dan juga ekspresi emosionalnya melalui seluruh tubuhnya. Sifat depressive timbul sebagai akibat terkekang perasaan selama dibedung sehingga frustasi dan putus asa. Sifat manic timbul waktu anak dilepas bedungnya, sewaktu disusui dan memperoleh kasih ibunya. Itulah sebabnya di satu sisi orang Rusia senang pesta bermabuk-mabukan (orgiastic feast), tapi di sisi lain merasa sedih dan berdosa sehingga sering mengadakan pengakuan dosa atas dosa yang tidak mereka lakukan.
Generalisasi kepribadian tipikal orang Rusia ini hanya berlaku pada orang Rusia dari golongan petani dan kaum buruh saja. Pada bangsa lain yang juga mempraktekan pembedungan tidak sampai mengakibatkan manic depressive, karena (1) cara pembedungan beraneka ragam, (2) lama pembedungan tidak sama.
Kritik : Menurut Bertram D.Wolfe, pengakuan dosa dilakukan pula oleh para pendeta Katolik Roma di Cekoslovakia kepada penguasa komunis. Jadi bukan dibedung, tapi mungkin dari tekanan dan siksaan kejam dari pihak penguasa totalitarian. Di Rusia banyak kaum intelek tidak pernah dibedung, tapi mengakui kesalahan yang tidak mereka lakukan dengan harapan agar diperingan hukuman.
Hikmah : (1) hipotesa Gorer yang menganggap bahwa 5 sampai 6 tahun pertama dari kehidupan seorang anak penting bagi pembentukan kepribadian dewasanya kelak, kini banyak dianut para ahli yang mempelajari perkembangan anak, (2) walau banyak kelemahan, hipotesa ini penting karena dapat dijadikan permasalahan untuk diuji di lapangan.
c.       Konsep Schismogenesis Gregory Bateson
Setelah PD II berakhir, para antropolog yang telah bekerja bagi pemerintah AS tetap meneruskan penelitiannya mengenai watak bangsa (national character) dengan suatu proyek penelitian yang disebut Contemporary Culture. Metode penelitian yang digunakan tetap sama, yaitu Study Culture from Distance. Adapun pendekatan teoritisnya adalah gabungan dari teori Freud tentang pentingnya pengasuhan anak, dan metode penganalisaan yang dikembangkan Gregory Bateson yang disebut konsep Schismogenesis (concept of schismogenesis), yaitu penelitian mengenai dua kutub yang kontras (bipolar interaction).

Konsep Schismogenesis

Schismogenesis adalah suatu proses pembedaan dalam norma-norma kekhasan pribadi sebagai akibat interaksi antara individu-individu yang terus menerus secara bertimbun banyak. Menurut Bateson, masyarakat di dunia berbeda dalam sifat pola interaksi bipolar tersebut. Dengan meneliti cara khas hubungan antar pribadi (interpersonal) dan antar kelompok (intergroup relationship) dapat menyimpulkan watak tipikal suatu masyarakat.
Seorang individu belajar dengan jalan mengambil alih pola watak (characteristic pattern) dari hubungan peran (role) dalam masyarakat tempat ia dilahirkan. Misalnya, seorang anak dalam hubungannya dengan orang tuanya akan berperan sebagai pihak yang menggantungkan diri (dependence), sedangkan orang tua sebagai pihak yang memberi bantuan (succoring).
Berdasarkan konsep Schismogenesis, bila kita hendak meneliti pola watak suatu suku bangsa, maka kita harus melihat interaksi bipolarnya. Interaksi bipolar untuk hubungan orang tua – anak misalnya dapat bersifat sebagai ; penguasa (dominance) – yang dikuasai (submission) memberi bantuan (succorance) – menggantungkan diri (dependence) mempertontonkan diri (exhibitionism) – menjadi penonton (spectatorship). 

8)      Teori Watak Bangsa
a.      Teori Watak Bangsa Dipandang Sebagai Watak Kebudayaan
Teori ini berasumsi bahwa kesamaan sifat di dalam organisasi intra-psikis individu anggota suatu masyarakat tertentu, yang diperoleh karena mengalami cara pengasuhan yang sama di dalam kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Ini berarti bahwa di dalam setiap kebudayaan, suatu kepribadian tipikal (kepribadian kolektif) disalurkan kepada kaum mudanya, sedikit banyak sesuai dengan konfigurasi yang dominan di dalam kebudayaan bersangkutan. 
b.      Teori Watak Bangsa Dipandang Sebagai Watak Masyarakat
Teori watak masyarakat yang mengikuti tentang transmisi kebudayaan, juga menjelaskan fungsi-fungsi sosio-historikal tipe kepribadian tersebut. Penjelasan ini menghubungkan kepribadian tipikal dari suatu kebudayaan pada kebutuhan kolektif masyarakat. Unsur watak bersama tersebut membentuk watak masyarakat dari masyarakat tersebut.
c.       Teori Watak Bangsa Dipandang Sebagai Watak Kesukuan dan Kepribadian dari Kelompok-kelompok Masyarakat
Teori watak suku (kepribadian dari kelompok masyarakat) yang berpendapat bahwa terdapat perbedaan keprinadian tipikal kelompok masyarakat yang berbeda seperti petani desa, para birokrat, komunitas perkotaan dan pedesaan. Berdasarkan kajian para ahli, ditemukan suatu bentuk menonjol yang tidak dapat dianalisis menjadi data individu sehingga dikategorikan sebagai kerakteristik uatama dari kesatuan sosial.
d.      Teori Watak Bangsa Dipandang Sebagai Kepribadian Rata-rata
Teori Kepribadian Rata-rata dimaksudkan sebagai penyempitan teori watak bangsa. Menurut para ahli bahwa watak bangsa seharusnya disamakan dengan struktur kepribadian rata-rata. Kesesuaian dengan kehendak masyarakat atau kecocokan dengan pola kebudayaan tidak usaha merupakan defenisi dari watak bangsa.


C.       Beberapa Teori Mengenai Kepribadian Individual
Dengan pengetahuan kondisi umum psikologi masyarakat yang ingin dibangun tersebut dapat mempermudah dalam penentuan prioritas pembangunan serta penyesuaian proses pembangunan dengan karakteristik masyarakat. Sebenarnya metode ini sudah lama digunakan ketika era kolonialisme. Ketika itu yang digunakan adalah catatan-catatan etnografi yang menjadi dasar pengetahuan karakteristik wilayah dan masyarakat yang akan dijajah. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan ilmu antropologi memang berasal dari kepentingan kolonialsme yang banyak membawa kesengsaraan. Namun, secara ilmu pengetahuan perkembangan itu membawa dampak positif dalam pembentukan tradisi keilmuan yang baru, yaitu yang berorientasi pada masyarakat. 
                Watak suatu bangsa begitu kompleks karena tersusun dari berbagai watak manusia yang mungkin bisa saja sama, tetapi terdapat suatu poin di mana mereka memiliki identitas yang jelas tentang suatu hal yang bersifat umu dalam masyarakat mereka. Misalnya, etnis Jawa yang terkenal dengan kelemahlembutannya, ramah tamahnya, dan lain-lain, kemudian orang Batak dengan watak keras dan tegas, dan sebagainya. Dalam bab ini disebutkan bahwa:
Linton yang juga berpendirian bahwa tiap kebudayaan mempunyai kepribadian umum, menyatakan bahwa kepribadian umum adalah sejumlah ciri watak yang kadang-kadang seluruhnya dan ada kalanya hanya sebagian berada dalam jiwa dari sebagian besar warga dari suatu masyarakat. Hal itu disebabkan karena selain ditentukan oleh bakatnya sendiri, kepribadian individu juga ditentukan oleh latar-belakang kebudayaan dan sub-kebudayaan dari lingkungan sosial di mana individu itu dibersarkan.
Berbagai macam teknik digunakan dalam menganalisis kepribadian umum suatu masyarakat. Bahkan beberapa ahli mengadopsi metode dari ilmu lain terutama psikologi untuk mendapatkan apa yang ingin dicari penliti. Di awal perkembangannya, teknik pengamatan menjadi metode yang khas dalam mengamati watak masyarakat, contohnya Ruth Benedict yang meneliti etos kebudayaan di suku Zuni (Indian), Dobu (Papua Nugini), dan Kwakuitl (Kanada); Malinowsky yang meneliti masyarakat Trobriand; dan Margareth Mead yang tertarik dengan perbedaan psikologi pria dan wanita di suku Arapesh, Mundugumor dan Tchambuli. Kemudian mulai tradisi baru antropologi yang berdasarkan teknik eksak dipelopori oleh Ralph Linton. Lalu ada pula studi data pengalaman individu yang melihat kepribadian suatu bangsa dari rekaman-rekaman sejarah yang kemudian dianalisis untuk menentukan alur kepribadiannya. Yang sekarang banyak dikenal dengan biografi.
Teknik-teknik dalam antropologi-psikologi merupakan sutu teknik yang menggabungkan antara analisis individual dan kolektif, karena suatu masyarakat tidak mungkin lepas dari pengaruh individu-individu di dalamnya. Oleh karena itu, kompleksitas dalam analisis diperlukan untuk menguak susunan psikologis suatu masyarakat yang membentuk watak masyarakat. 
Pengetahuan ini berguna dalam menelaah latar belakang psikologis suatu masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan dapat terlaksana. Pembangunan berbasis masyarakat menciptakan masyarakat berdaya dan berbudaya. Keberdayaan memungkinkan suatu masyarakat bertahan dan mengembangkan diri untuk mencapai kemajuan. Sebagian besar masyarakat berdaya adalah indifidunya memiliki kesehatan fisik, mental, terdidik, kuat dan berbudaya. Membudayakan masyarakat adalah meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi tidak mampu lepas dari kemiskinan, kebodohan, ketidaksehatan, dan ketertinggalan. Untuk mendorong masyarakat berdaya dengan cara menciptakan iklim atau suasana yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang. Pengembangan daya tersebut dilakukan dengan mendorong, memotivasi, dan membangikitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki masyarakat. Penguatan tersebut meliputi penyediaan berbagai masukan serta membuka akses pada berbagai peluang yang ada. Masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan, dengan inti pemberdayaan adalah manejemen kearifan lokal komunitas menuju kesejahteraan bersama. Pemberdayaan ini merupakan sarana ampuh untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan menuju kesejahteraan bersama.


BEBERAPA METODE PENELITIAN ANTROPOLOGI PSIKOLOGI
A.    Metode-metode Etnografis
(1)   Metode wawancara
Wawancara etnografi merupakan jenis peristiwa percakapan (speech event) yang khusus. Metode wawancara merupakan metode untuk memperoleh data dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada informan.
a. Jenis-jenis Wawancara
1. Wawancara berencana, yaitu wawancara yang dilaksanakan melalui teknik-teknik tertentu, antara lain menyusun sejumlah pertanyaan sedemikian rupa dalam bentuk angket questioner.
2. Wawancara tidak berencana, yaitu wawancara yang tidak direncanakan secara sistematis dan tidak menggunakan pedoman wawancara. Wawancara ini dilaksanakan untuk memperoleh tanggapan tentang pandangan hidup, system keyakinan, atau keagamaan.
Metode wawancara tidak berencana masih terbagi lagi menjadi 2 macam yaitu : 
a.    Wawancara terfokus (focused interview), yaitu terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak berstruktur, tetapi terpusat pada satu pokok.
b. Wawancara bebas (free interview), yaitu pertanyaan yang tidak terpusat, melainkan dapat berpindah-pindah pokok pertanyaan.
Adapun jika dilihat dari bentuk pertanyaannya, kedua wawancara di atas dapat dibagi lagi menjadi 2 kategori yaitu :
1. Wawancara tertutup, yaitu terdiri dari berbagai pertanyaan yang jawabannya terbatas. Terkdang pilihan jawaban hanya berbentuk “ya” dan “tidak”.
2. Wawancara terbuka, yaitu pertanyaan yang jawabannya berupa keterangan atau cerita yang luas.

(2)   Metode Pengamatan
Metode observasi disebut juga metode pengamatan lapangan. Metode ini dilakukan melalui pengamatan inderawi., yaitu dengan melakukan pencatatan terhadap gejala-gejala pada objek penelitian secara langsung dilapangan.
Pada metode ini pengumpulan data dilakukan dengan mencatat semua kejadian atau fenomena yang diamatai ke dalam catatan lapangan ( field notes ). 
a.       Jenis-jenis metode pengamatan
Ada tiga macam jenis pengamatan, yaitu :
1.    Pengamatan biasa 
Pengamatan yang dilakukan tanpa terlibat atau kontak langsung dengan informan yang menjadi sasaran penelitiannya.
2. Pengamatan terkendali
Konsepnya hampir sama dengan pengamatan biasa. Akan tetapi perbedaanya pada metode ini peneliti terlebih dahulu memilih secara khusus calon informan sehingga mudah untuk diamati.
3. Pengamatan terlibat
Atau bisa disebut pengamatan partisipasi, yaitu metode di mana selain mengamati, peneliti juga ikut terlibat dalam kegiatan yang berlangsung serta mengadakan hubungan emosional dan soial dengan para informannya. Metode yang dalam bahasa Jerman disebut “verstehen” ini merupakan metode paling umum digunakan dalam penelitian etnografi.
4. Pengamatan penuh
Yaitu penelitian mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang sedang diteliti. Peneliti sudah diterima dan masuk ke dalam struktur masyarakat yang diamatinya. Dalam kondisi seperti ini, peneliti dapat dengan mudah bergaul.

B.     Metode Ilmu Sosial Lainnya
(1)   Metode Pengimpulan Data Riwayat Hidup Individu
Tujuan penelitian Antropologi Psikologi dengan mempergunakan metode pengumpulan dan menganalisa riwayat hidup untuk memperdalam pengertian dari si peneliti terhadap masyarakat di mana tokoh-tokoh itu hidup.
Metode analisa riwayat hidup individu sangat berguna bagi penelitian antropologi psikologi, antara lain:
a)      Data riwayat hidup individu penting bagi si peneliti, untuk memperoleh pandangan dari dalam mengenai gejala-gejala sosial dalam suatu masyarakat melalui pandangan dari para warga sebagai partisipan dari masyarakat yang bersangkutan.
b)      Data riwayat hidup individu penting bagi si peneliti, untuk mencapai pengertian mengenai masalah individu warga masyarakat yang suka berkelakuan lain.
c)      Data riwayat hidup individu penting bagi si peneliti, untuk memperoleh pengertian mendalam tentang hal-hal psikologis yang tak mudah diamati dari luar, atau dengan metode wawancara berdasarkan pertanyaan langsung.
d)     Data riwayat hidup individu penting bagi si peneliti, untuk mendapat gambaran yang lebih mengenai detail dari hal yang tidak mudah akan diceritakan dengan metode wawancara berdasarkan pertanyaan langsung.
(2)   Metode Penggunaan Test-test Proyeksi
a.    Test Rorschsch
b.    Test Apersepsi Tematik
c.    Test Proyeksi untuk Penelitian Antropologi Psikologi
(3)   Metode Mencatat Mimpi
(4)   Metode Survei Lintas Budaya
(5)   Metode Mempergunakan Folklor Sebagai Bahan Penelitian Antropologi Psikologi

by oyz a.k.a · 0

Plastik Ramah Lingkungan


Plastik Ramah Lingkungan



Plastik ditengarai menjadi penyebab rusaknya lingkungan. Hal tersebut menjadi bahan renungan bagi Sugianto Tandio yang telah berbisnis kantong plastik sejak dekade 1970-an. Dia memelopori teknologi Oxium dan Ecoplas dalam pembuatan kantong plastik. Dua teknologi tersebut mengubah asumsi bahwa kantong plastik merupakan musuh lingkungan. Sugianto bertekad memproduksi kantong plastik yang ramah lingkungan atau yang disebut degradable plastic.

Sugianto menjelaskan bahwa teknologi Oxium dan Ecoplas tersebut diterapkan pada tahap produksi biji plastik (polyethylene). Alumnus pascasarjana The University of North Dakota itu menceritakan awal mula dirinya menggeluti bisnis kantong plastik ramah lingkungan . Sugianto menuturkan, semula dirinya tidak terlalu menghiraukan dampak masa depan melimpahnya produksi kantong plastik. Diperkirakan, dalam setahun, di negeri ini diproduksi kantong plastik hingga ratusan ribu ton. ”Bayangkan, kantong itu hancur sampai seribu tahun,” tuturnya seperti dikutip dari Padang Ekspres, baru-baru ini.

Berbekal kekhawatiran tersebut, dia lantas mengamati kondisi lingkungan di sekitar. Sekitar sepuluh tahun lalu, dia lalu mengelilingi aliran Sungai Citarum. Mata Sugianto terbelalak saat itu ketika melihat sebagian permukaan sungai tertutup sampah plastik.

Menurut pria 47 tahun tersebut, plastik merupakan turunan dari minyak, sedangkan minyak terbuat dari plankton. ”Jika dirunut, plastik itu kan barang organik,” jelasnya.

Apa pun bentuknya, Sugianto menyebut kantong plastik itu musuh lingkungan. Untuk bisa menghancurkan plastik, mikroba butuh proses oksidasi. Pada kantong plastik konvensional yang sering kita peroleh ketika berbelanja di pasar tradisional, proses oksidasi ideal berjalan sekitar seribu tahun.

Dampak bahaya kantong plastik adalah saluran air di sungai yang tersumbat. Sama dengan di darat, kantong plastik di dalam atau permukaan air tidak mudah hancur. Dari potensi-potensi dampak tersebut, akhirnya Sugianto yang saat itu mencari duit dari usaha membuat kantong plastik, berpikir untuk masa depan lingkungan. Akhirnya, dia menghabiskan waktu sekitar delapan tahun untuk melakukan riset.

Dia menjelaskan, waktu itu di Amerika ada teknologi pembuatan kantong plastik berbahan jagung. Dia menyebutkan, teknologi tersebut memang cukup efektif menciptakan kantong plastik yang mudah hancur. Dia memperkirakan, selisih ongkos membuat kantong plastik berbahan jagung dengan bahan murni bijih plastik mencapai 300 persen. Selisih tersebut, menurut Sugianto, terlalu tinggi. Akhirnya, dia menemukan teknologi Oxium dan Ecoplas untuk mengatasi dampak buruk kantong plastik. Dua teknologi tersebut sudah dipatenkan.

Dia menuturkan, pada dasarnya teknologi Oxium adalah memberikan campuran bahan pembuat biji plastik. Dalam pembuatan biji plastik, Sugianto memberikan campuran bahan aditif. Dengan penambahan bahan tersebut, dia mengklaim proses oksidasi pada kantong plastik bisa dipercepat. Setelah ditambah bahan aditif tersebut, kantong plastik yang semula baru terurai setelah seribu tahun, bisa dipercepat hanya dalam kurun dua tahun.

Pengembangan selanjutnya adalah teknologi Ecoplas. Dalam teknologi itu, Sugianto mencampur bahan pembuat biji plastik dengan tepung ketela pohon. Dalam persentase tertentu, kantong plastik yang berbahan ketela pohon itu bisa hancur hanya dalam waktu sekitar dua bulan. Dia menyatakan, pembuatan kantong plastik dengan bahan tepung ketela itu bisa berdampak sosial. Yaitu, di kawasan pedesaan, geliat orang untuk menanam ketela bisa meningkat. Selain itu, bisa membuka lapangan kerja baru.

Dengan inovasi tersebut, Tirta Marta mendapat penghargaan dari Pemprov DKI Jakarta. Setelah hampir menguasai market perusahaan ritel di Indonesia, Sugianto ingin merambah pasar tradisional. Kapasitas produksi yang mencapai 3.000 ton per bulan untuk Oxium dan 500 ton per bulan untuk Ecoplas siap ditingkatkan untuk memenuhi permintaan di pasar tradisional. PT Tirta Marta juga menggandeng 12 perusahaan pembuat kantong plastik untuk menerapkan dua sistem ramah lingkungan itu.

Sugianto menyebutkan, kantong plastik hitam yang beredar di pasar-pasar tradisional merupakan hasil daur ulang berkali-kali. ”Kondisi plastik sangat jelek. Harus diperbaiki,” tegasnya.

Dengan upaya itu, diharapkan ancaman bencana karena kantong plastik di negeri ini bisa dicegah.Selain itu, Sugianto berharap pemerintah lebih getol dalam mengedukasi masyarakat. Sebagian besar masyarakat yang masih menggunakan kantong plastik konvensional harus diedukasi untuk mengelola sampah supaya tidak menjadi musuh lingkungan.

by oyz a.k.a · 0

Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan




Ternyata tidak saja penebangan hutan secara liar yang mendatang kan bencana banjir dan menelan korban jiwa, harta. Akan tetapi pengelolaan sampah yang bencana banjir dan menelan korban jiwa, harta. Akan tetapi pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan juga bisa bendatangkan bencan dan menelan korban jiwa. Kasus yang terjadi di Zona III A yang masih aktif di TPA Bantar Gebang-Bekasi dapat dijadikan pelajaran. Dalam kasus itu sebanyak 3 orang pemulung menjadi korban akibat ditimbun oleh tumpukan sampah setinggi gunung di lokasi TPA itu. Mereka sedang mengais-ngais sampah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Kasus yang terjadi di Zona III A Bantar Gebang semakin menambah daftar panjang jumlah korban akibat ditimmbun sampah ini dan sebelumnya pernah terjadi kasus serupa di TPA Leuwigajah-Bandung yang menewaskan sebanyak 10 orang.

Selama ini pembicaraan yang terkait dengan sampah ketinggalan dan luput dari perhatian. Penyebab ketertinggalannya dari pergulatan wacana adalah karena pemerintah terlalu memforkuska penanganan tentang korupsi, kemiskinan, politik, otonomi daerah sehingga sampah menjadi terlupakan. Artinya, pengelolaannya sampah menjadi barang yang benilai guna dan ekonomis tidak lagi menjadi konsentrasi perhartian akan sampah akan bangkit ketika jika terjadi bencana dan mendatangkan korban dan itu pun waktunya sebentar kemudian hilang ditelan oleh wacana-wacana lain yang lebih aktual.
Peduli Lingkungan

Terjadinya berbagai bencana lingkungan akhir-akhir ini merupakan akumulasi dan dampak dari sikap dan karakter buruk kita terhadap lingkungan. Kondisi lingkungan hidup yang sehat tidak lagi menjadi cita-cita dan tujuan bersama. Kita yang menyebabkan lingkungan itu tercemar. Beberapa sikap dibawah ini bisa menguatkan kan ketidak pedulian kita terhadap lingkungan. Misalnya, membuang plastik sembarangan, membuang puntung rokok tidak beraturan, membuang sampah keluarga ke sungai. Pada hal, sampah-sampah yang dibuang yang dibuang akan berdampak negatif terhadap lingkungan dan akibatnya akan dirasakan oleh generasi-generasi mendatang.

Dari sisi landasan Yuridis kita sudah mempunyai instrumen hukum yaitu pasal 9UU No. 39/1999 tentang HAM menyebutkan bahwa lingkungan hidup yang bersih dan sehat merupakan bagian dari hak hidup di samping hak-hak lain yang harus dipenuhi pemenuhannya. Akan tetapi harapan untuk mendapatkan lingkungan hidup yang bersih dan sehat itu belum kita wujudkan dalam tindakan konkrit dalam kehidupan baru hanya sebatas yang tertulis di UU dan dalam wilayah permainan kata-kata (retorika).

Pemerintah selalu pengambil keputusan (decision maker) belum lagi mempunyai konsentrasi perhatian yang serius dalam mengelola lingkungan khususnya dalam hal pengelolaan sampah. Buktinya, setiap tahun bangsa ini tertimpa bencana. Bukti ketidakseriusan pemerintah itu dapat terlihat dari kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk pemerintah itu dapat telihat dari kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk penangganan sampah ini. Menurut data dari bank dunia selama dekade 1990-an, pemerintah hanya mengalokasikan 0,4 % Produk Domestik Bruto (PDB) untuk insfrastruktur umum perkotaan. Dari jumlah itu hanya 8 persen atu sekitar 0,03 % dari PDB yang dianggarkan untuk penanganan sampah (Kompas, 16/16/9).

Dari data itu menggambarkan bahwa betapa rendahnya tingkat perhatian pemerintah dalam hal penanganan sampah ini. Semestinya, sebagai birokrat pemerintahan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan sesitif terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan dihadapi oleh masyarakt. Perlukah reformasi berokrasi? Menurut penulis perlu sehingga birokrat-biroktar yang ada menjadi pelayan abagi masyarakt dan sensitif terdahap persoalan masyarakat. Memang mewujudkannya tidak mudah butuh waktu dan proses yang panjang.

Desain Baru

Kita seharusnya memiliki teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Kalau tidak persoalan sampah akan tetap menjadi bumerang bagi masyarakat yang hidup di wilayah perkotaan. Dapat kita bayangkan setiap keluarga memeliki sampah dan berapa ton sampah yang dihasilkan dari samph keluarga setiap tahunnya. Apabila tidak diikuti denan niat baik dan serius dari pihak yang relevan dengan persoalan sampah, dan lingkungan maka rentetan jumlah korban berikutnya akan menyusul.

Menurut penulis untuk mengatasi persoalan ini paling tidak ada 3 (tiga) usul yang penulis tawarkan. pertama, mesti ada perangkat UU yang khusus mengatur persoalan sampah, selama ini hanya diatur lewat peraturan daerah sehingga tidak efektif karena tidak dipayungi oleh instrumen hukum yang lebih tinggi. Kedua, mesti ada pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan memberikan pendidikan bagi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan, Ketiga, mesti ada tanggung jawab perusahaan yang memakai kemasan dari bungkus palstik dalam bentuk materil dan moril dalam memakai kemasan dari bungkus plastik dalam bentuk materil dan moril dalam memperbaiki keadaan ligkungan yang tidak sehat ini.

Dan akhirnya setiap kita mestinya peduli terhdap lingkungan dengan merubah sikap dan etika dan harapan akan kondisi lingkungan yang sehat dan bersih khususnya dalam penanganan masalah sampah mestinya menjadi cita-cita, tujuan dan harapan berasama tapi kalu tidak bersiaplah kita untuk menerima korban berkutnya.

by oyz a.k.a · 0

Sponsored by Jobs