Jumat, 10 Oktober 2014

Kedatangan Bangsa Spanyol di Indonesia


Kedatangan Bangsa Spanyol di Indonesia

Pelopor bangsa Spanyol yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Christopher Columbus, ia berjalan kearah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau yang kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai India.
Setelah Columbus gagal menemukan India, ekspedisi Spanyol selanjutnya ke daerah rempah – rempah dipelopori oleh Ferinand Magellan. Berbeda dengan armada Portugis, pada tahun 1519 Magellan berangkat melalui Samudera Atlantik. Setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. sewaktu mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, Magellan terbunuh. Ia digantikan oleh Del Cano. Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kerja sama itu tidak hanya dalam hal perdagangan, tetapi juga diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore. Kondisi tersebut tentu saja menyebabkan antara Portugis dan Spanyol saat itu, Portugis membuka kantor dagangnya di Ternate. Portugis merasa terancam dengan hadirnya Spanyol di Tidore. Hal ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa Tidore dan Ternate telah lama bermusuhan. Dengan alasan tersebut, Portugis yang didukung pasukan Tidore. Benteng Spanyol di Tidore dapat direbut Portugis. Namun, berkat perantara Paus di Roma, Portugis dan Spanyol akhirnya mengadakan perjanjian yang disebut Perjanjian Zaragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Maluku dikuasai Portugis sedangkan Filipina dikuasai Sepanyol.

Kedatangan Portugis ke Indonesia


Bangsa Portugis datang ke wilayah Nusantara (Indonesia) karena dorongan ekonomi, agama, dan petualangan. Keberhasilan Vasco da Gama mencapai Kalkuta di pantai barat India pada tahun 1497 telah membuka peluang dan jalan bagi Portugis untuk sampai ke Nusantara. Kalkuta saat itu menjadi bandar utama sutera, kayu manis, porselen, cengkeh, pala, lada, kemenyan, dan barang dagangan lainnya. Barang-barang yang diperdagangkan tersebut mayoritas berasal dari para pedagang Malaka.
Berita mengenai kekayaan Malaka tersebut kemudian mendorong raja Portugal mengutus Diego Lopes de Sequeira untuk pergi ke Malaka. Pada awalnya Sequeira disambut baik oleh Sultan Mahmud Syah. Akan tetapi, para pedagang muslim India berhasil meyakinkan sultan bahwa orang Portugis sangat berbahaya dan merupakan ancaman berat bagi Malaka. Sultan kemudian berbalik menyerang Sequeira dan mengusir kapal Portugis dari perairan Malaka.
Serangan Malaka terhadap Sequeira dan anak buahnya memicu kemarahan orang Portugis. Portugis kemudian mengirim Gubernur Portugis di India, yaitu Alfonso d' Albuquerque. Ia berangkat dari Goa pada bulan April 1511 menuju Malaka dengan kekuatan kira-kira 1.200 orang dan 17-18 kapal. Perang antara Malaka dan Portugis tidak dapat dihindari lagi. Portugis menang dan berhasil menduduki Malaka. Setelah berhasil menaklukkan Malaka, Portugis mengirimkan sebuah armada ke Maluku di bawah pimpinan Fransisco Serrao.
Orang-orang Portugis kemudian tiba di Ternate. Di sana mereka mengadakan persekutuan dengan penguasa setempat. Pada tahun 1522, Portugis mendirikan kantor dagang lengkap dengan benteng di Ternate serta memperoleh hak monopoli di pusat rempah-rempah. Sebagai gantinya, orang Portugis harus membantu Ternate menghadapi Kesultanan Tidore yang didukung oleh Spanyol.
Dominasi perdagangan orang Portugis di wilayah Nusantara tidak berlangsung lama. Portugis mengalami kekurangan bahan makanan, dana, dan sumber daya manusia. Kedudukan Portugis di Nusantara juga semakin goyah akibat terjadinya pertikaian dengan berbagai kesultanan setempat. Pertikaian tersebut terjadi akibat perebutan pengaruh dalam bidang ekonomi, politik, maupun agama. Dalam perseteruan itu, pusat kekuasaan Portugis di Malaka sering mendapatkan serangan dari sejumlah kerajaan muslim di sekitarnya, seperti Aceh, Johor, dan Demak. Akibatnya, kota yang pernah menjadi bandar perdagangan yang ramai itu menjadi sepi sehingga orang Portugis pun merugi.
Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh orang Portugis tersebut akhirnya juga melemahkan posisi mereka di berbagai wilayah Nusantara. Menjelang akhir abad ke-16, kedudukan Portugis di Nusantara semakin memburuk akibat munculnya berbagai perlawanan dari para penguasa pribumi sehingga kepentingan dagangnya di Maluku dan sekitarnya makin merosot. Akibatnya, mereka mengalihkan perhatian ke kepulauan Nusa Tenggara dan akhirnya menetap di Timor. Akhirnya, masa keemasan orang Portugis di Nusantara lenyap seiring dengan kedatangan orang Belanda yang kemudian mengambil alih kedudukan mereka.

Kedatangan Inggris Ke Indonesia

Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish. Dengan mengikuti jalur yang dilalui Magellan, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia. Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya dilakukan pada tahun 1586 oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama.
Pengalaman kedua pelaut tersebut mendorong Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran internasioalnya. Hal ini dilakukan untuk menggalakan ekspor wol, menyaingi perdagangan Spanyol, dan mencari rempah-rempah.
Ratu Elizabeth I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk mengurus perdagangan dengan Asia. EIC kemudian mengirim armadanya ke Indonesia. Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati jalan Portugis (lewat Afrika). Namun, mereka gagal mencapai Indonesia karena diserang Portugis dan bajak laut Melayu di selat Malaka.
Awal abad ke 17, Inggris telah memiliki jajahan di India dan terus berusaha mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara, kahususnya di Indonesia. Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC mendirikan kantor-kantor dagangnya. Di antaranya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Japara, dan Makassar.
Walaupun demikian, armada Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia dagang Barat lainnya di Indonesia, seperti Belanda. Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.
Pada tahun 1811, tentara Inggris melancarkan serangan terhadap daerah-daerah yang diduduki oleh Belanda, termasuk Hindia Timur atau yang lebih dikenal dengan Hindia-Belanda (sekarang Indonesia). Pasukan Inggris tidak mengalami kesulitan menghadapi pasukan Belanda. Selain itu, pasukan Belanda juga mendapat serangan dari pasukan raja-raja di Jawa. Serangan itu menyebabkan Belanda akhirnya menyerah kepada Inggris. Oleh sebab itu, sejak tahun 1811 Hindia Timur menjadi jajahan Inggris dengan kongsi dagang EIC nya yang dipimpin oleh Gubernur-Jenderal Lord Minto. Lord Minto kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Jawa dengan pangkat Letnan Gubernur Jenderal
Perjalanan Bangsa Belanda ke Indonesia

Pada bulan April 1595, Cornelis de Houtman dan de Keyzer memimpin pelayaran menuju Nusantara dengan 4 buah kapal. Pelayaran tersebut menempuh rute Belanda - Pantai Barat Afrika - Tanjung Harapan - Samudra Hindia - Selat Sunda - Banten. Selama dalam pelayaran, mereka selalu berusaha menjauhi jalan pelayaran Portugis sehingga pelayaran tidak singgah di India dan Malaka yang sudah dahulu diduduki Portugis. Pada bulan Juni 1596, pelayaran Houtman tiba di Banten.
Pada mulanya, kedatangan Belanda mendapat sambutan hangat dari masyarakat Banten. Kedatangan Belanda diharapkan dapat memajukan perdagangan dan dapat membantu usaha Banten menyerang Palembang. Akan tetapi, kemudian timbul ketegangan antara masyarakat Banten dengan Cornelis de Houtman. Hal itu disebabkan oleh sikap de Houtman hanya mau membeli rempah-rempah jika musim panen tiba. Akibatnya, beliau diusir dari Banten dengan mendapat sedikit rempahh-rempah.Meskipun demikian, de Houtman disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat Belanda. Beliau dianggap sebagai pelopor pelayaran menemukan jalan laut ke Indonesia.
Pada tanggal 20 November 1598, rombongan baru dari Belanda dipimpin oleh Jacob van Neck dan W ybrecht can Waerwyck dengan 8 buah kapal tiba di Banten. Pada saat itu, hubungan Banten dengan Portugis sedang memburuk sehingga kedatangan Belanda diterima baik. Karena sikap van Neck yang sangat hati-hati dan pandai mengambil hati para petinggi Banten, tiga buah kapalnya penuh dengan muatan dan dikirim kembali ke negeri Belanda. Lima buah kapal yang lain menuju ke Maluku. Di Maluku, Belanda juga diterima dengan baik oleh rakyat Maluku karena dianggap sebagai musuh Portugis yang juga sedang bermusuhan dengan rakyat Maluku.

Jumat, 10 Oktober 2014 by oyz a.k.a · 0

Sejarah Fungsi Dan Kedudukan Bahasa Indonesia

1.    Sejarah Bahasa Indonesia
1)    Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum Merdeka
Pada dasarnya Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu di pakai sebagai bahasa penghubung antar suku di Nusantara dan sebagai bahasa yang di gunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam Nusantara dan dari luar Nusantara.
Perkembangan dan pertumbuhan Bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalan misalnya:
1.    Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380
2.    Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang pada tahun 683.
3.    Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada Tahun 684.
4.    Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada Tahun 686.
5.    Prasati Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada Tahun 688.
Dan pada saat itu Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai:
1.    Bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisia aturan-aturan hidup dan sastra.
2.    Bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar suku di indonesia
3.    Bahasa perdagangan baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar Indonesia.

A.    Bahasa resmi kerajaan.
Bahasa melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara, serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasa Melayu mudah di terima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu para pemuda indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa indonesia. (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).

2)    Perkembangan Bahasa Indonesia Sesudah Merdeka
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam rapat, para pemuda berikrar:
1.    Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.
2.    Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
3.    Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Ikrar para pemuda ini di kenal dengan nama “Sumpah Pemuda”. Unsur yang ketiga dari “Sumpah Pemuda” merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia di kokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia di nyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Di dalam UUD 1945 di sebutkan bahwa “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia, (pasal 36). Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia di pakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia.

Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahas persatuan bangsa indonesia. Bahasa indonesia di resmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagi bahasa kerja. Dari sudut pandang Linguistik, bahasa indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu-Riau dari abad ke-19.
Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagi bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” di awali sejak di canangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “Imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap di gunakan.
Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang di gunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, bahasa indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Meskipun di pahami dan di tuturkan oleh lebih dari 90% warga indonesia, bahasa indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di indonesia sebagai bahasa Ibu. Penutur Bahasa indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) atau mencampur adukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa Ibunya.
Meskipun demikian , bahasa indonesia di gunakan di gunakan sangat luas di perguruan-perguruan. Di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa indonesia di gunakan oleh semua warga indonesia. Bahasa Melayu dipakai dimana-mana diwilayah nusantara serta makin berkembang dengan dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai didaerah-daerah diwilayah nusantara dalam pertumbuhan dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosa kata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.
Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa Melayu diwilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komikasi rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antar perkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928. Untuk memperoleh bahasa nasionalnya, Bangsa Indonesia harus berjuang dalam waktu yang cukup panjang dan penuh dengan tantangan.
Perjuagan demikian harus dilakukan karena adanya kesadaran bahwa di samping fungsinya sebagai alat komunikasi tunggal, bahasa nasional sebagai salah satu ciri cultural, yang ke dalam menunjukkan sesatuan dan keluar menyatakan perbedaan dengan bangsa lain.
Ada empat faktor yang menyebabkan Bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia, yaitu:
1.    Bahasa melayu adalah merupakan Lingua Franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdagangan.
2.    Sistem bahasa melayu sederhana, mudah di pelajari karena dalam bahasa melayu tidak di kenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
3.    Suku Jawa, Suku Sunda, dan Suku-suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi bahasa indonesia sebagai bahasa nasional.
4.    Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk di pakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.

B.    Sebagai Bahasa Nasional
Tanggal 28 Oktober 1928, pada hari “Sumpah Pemuda” lebih tepatnya, Dinyatakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional memilki fungsi-fungsi sebagai berikut :
1.    Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional.
2.    Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.
3.    Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
4.    Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
adapun penjelasanya :
1.    Bahasa Indonesia sebagai Identitas Nasional.
Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakan nya bahasa indonesia dalam bulir-bilir Sumpah Pemuda. Yang bunyinya sebagai berikut :
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mengakoe bertoempah darah satoe, Tanah Air Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mengakoe berbangsa satoe,
Bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia
mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.
2.    Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.
Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda dengan negara-negara lain yang terjajah, mereka harus belajar dan menggunakan bahasa negara persemakmurannya. Contohnya saja India, Malaysia, dll yang harus bisa menggunakan Bahasa Inggris.

3.    Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam berbagai macam media komunikasi. Misalnya saja Buku, Koran, Acara pertelevisian, Siaran Radio, Website, dll. Karena Indonesia adalah negara yang memiliki beragam bahasa dan budaya, maka harus ada bahasa pemersatu diantara semua itu. Hal ini juga berkaitan dengan Kedudukan keempat dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
4.    Bahasa Indonesia sebagai Alat pemersatu Bangsa yang berbeda Suku, Agama, ras, adat istiadat dan Budaya.
Agar semua bangsa indonesia memiliki bahasa pemersatu dalam berkomunikasi walaupun berbeda – beda asal, suku, ras dan adat

C.    Sebagai Bahasa Negara
Dalam UUD 1945 bab XV, pasal 36, telah ditetapan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. Dengan demikian, selain berkedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia juga berkedudukan sebagai bahasa negara.
Pada tanggal 25-28 Februari 1975, Hasil perumusan seminar polotik bahasa Nasional yang diselenggarakan di jakarta. berikut fungsi dan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah :
1.    Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
2.    Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
3.    Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.
4.    Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi.
1.    Bahasa resmi kenegaraan
Dalam kaitannya dengan fungsi ini bahasa Indonesia dipergunakan dalam adminstrasi kenegaraan, upacara atau peristiwa kenegaraan baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan, komunikasi timbal-balik antara pemerintah dengan masyarakat. Dokumen-dokumen dan keputusankeputusan serta surat-menyurat yang dikeluarkan oleh pemeritah dan badanbadan kenegaraan lain seperti DPR dan MPR ditulis di dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato, terutama pidato kenegaraan, ditulis dan diucapkan di dalam bahasa Indonesia. Demikian halnya dengan pemakaian bahasa Indonesia oleh warga masyarakat kita di dalam hubungannya dengan upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan.
Suhendar dan Supinah (1997) menyatakan bahwa untuk melaksanakan fungsinya sebagai bahasa resmi kenegaraan dengan sebaikbaiknya, pemakaian bahasa Indonesia di dalam pelaksanaan adminstrasi pemerintahan perlu senantiasa dibina dan dikembangkan, penguasaan bahasa Indonesia perlu dijadikan salah satu faktor yang menentukan di dalam pengembangan ketenagaan seperti penerimaan karyawan baru, kenaikan pangkat baik sipil maupun militer, dan pemberian tugas-khusus baik di dalam maupun di luar negeri.
2.    Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
Sebagai bahasa pengantar, bahasa Indonesia dipergunakan dilembaga-lembaga pendidikan baik formal atau nonformal, dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Masalah pemakaian bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa pengantar di segala jenis dan tingkat pendidikan di seluruh Indonesia, menurut Suhendar dan Supinah (1997), masih merupakan masalah yang meminta perhatian.
3.    Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah.
Dalam hubungannya dengan fungsi ini, bahasa Indonesia tidak hanya dipakai sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerintah dengan masyarakat luas atau antar suku, tetapi juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang keadaan sosial budaya dan bahasanya sama.
4.     Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Dalam kaitan ini, bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki identitasnya sendiri, yang membedakannya dengan bahasa daerah. Dalam pada itu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, baik dalam bentuk penyajian pelajaran, penulisan buku atau penerjemahan, dilakukan dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian masyarakat bangsa kita tidak tergantung sepenuhnya kepada bangsa-bangsa asing di dalam usahanya untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern serta untuk ikut serta dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terkait dengan hal itu, Suhendar dan Supinah (1997) mengemukakan bahwa bahasa Indonesia adalah atu-satunya alat yang memungkinkan kita membina serta mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki ciri-ciri dan identitasnya sendiri, yang membedakannya dari kebudayaan daerah.

by oyz a.k.a · 0

RUTE BANGSA PORTUGIS KE INDONESIA

RUTE BANGSA PORTUGIS KE INDONESIA
 
→ Ekspedisi pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa Portugis dan Spanyol.
a.   Bartholomeus Diaz (1486)
           Ia menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung Harapan baik, namun ia gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan Baik (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke Indonesiaditeruskan oleh armada-armada Portugis berikutnya.
b. Vasco da Gama (1497)
           Saat berangkat Ia dapat melewati Tanjung Harapan dengan baik. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhati-hatilah).
           Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnyaBab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur Afrika.
           Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis. Mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku. Malaka adalah pusat perdagangan yang sangat ramai dikunjungi, sedangkan Maluku adalah  daerah sumber rempah-rempahnya.

RUTE PERJALANAN SPANYOL KE INDONESIA
 
RUTE PERJALANAN SPANYOL KE INDONESIA
Kedatangan bangsa Portugis sampai di Indonesia (Maluku) segera diikuti oleh bangsa Spanyol. Ekspedisi bangsa Spanyol di bawah pimpinan Magelhaen, pada tanggal 7 April 1521 telah sampai di Pulau Cebu. Rombongan Magelhaen diterima baik oleh Raja Cebu sebab pada waktu itu Cebu sedang bermusuhan dengan Mactan. Persekutuan dengan Cebu ini harus dibayar mahal Spanyol sebab dalam peperangan ini Magelhaen terbunuh.
Dengan meninggalnya Magelhaen, ekspedisi bangsa Spanyol di bawah pimpinan Sebastian del Cano melanjutkan usahanya untuk menemukan daerah asal rempah-rempah. Dengan melewati Kepulauan Cagayan dan Mindanao akhirnya sampai di Maluku (1521). Kedatangan bangsa Spanyol ini diterima baik oleh Sultan Tidore yang saat itu sedang bermusuhan dengan Portugis.
Sebaliknya, kedatangan Spanyol di Maluku bagi Portugis merupakan pelanggaran atas "hak monopoli". Oleh karena itu, timbullah persaingan antara Portugis dan Spanyol.
Sebelum terjadi perang besar, akhirnya diadakan Perjanjian Saragosa (22 April 1529) yang isinya sebagai berikut.
1)    Spanyol harus meninggalkan Maluku, dan memusatkan kegiatannya di Filipina.
2)    Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku.

by oyz a.k.a · 0

Minggu, 11 Mei 2014

Artikel dan Sejarah Suku Sunda

SUKU SUNDA
Artikel dan Sejarah Suku Sunda
Suku Sunda
SEJARAH
Sunda sebagai nama kerajaan kiranya baru muncul pada abad ke- 8 sebagai lanjutan atau penerus kerajaan Tarumanegara. Pusat kerajaannya berada disekitar Bogor, sekarang. Sejarah Sunda mengalami babak baru karena arah pesisir utara di Jayakarta (Batavia) masuk kekuasaan kompeni Belanda sejak (1610­) dan dari arah pedalaman sebelah timur masuk kekuasaan Mataram (sejak 1625).
Menurut RW. Van Bemelan pada tahun 1949, Sunda adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menamai dataran bagian barat laut wilayah India timur, sedangkan dataran bagian tenggara dinamai Sahul. Suku Sunda merupakan kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indeonesia. Yaitu berasal dan bertempat tinggal di Jawa Barat. Daerah yang juga sering disebut Tanah Pasundan atau Tatar Sunda.

DESKRIPSI LOKASI
Secara cultural daerah Pasundan di daerah timur dibatasi oleh sungai-sungai Cilosari dan Citanduy, yang merupakan perbatassan bahasa. Wilayah ini sendiri memiliki luas 55.390 km² serta terdiri atas 20 kabupaten. Tanah Pasundan ini dikenal karena iklimnya yang sejuk dan keindahan panoramanya. Berada di daerah dataran tinggi dengan curah hujan tinggi sehingga kesuburan tanahnya tidak diragukan lagi. Pada tahu 1998, suku Sunda berjumlah kurang lebih 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat. Nama mereka sering dianggap sebagai orang Sundan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedia. Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese.

UNSUR-UNSUR BUDAYA
1.    BAHASA
Bahasa Sunda juga mengenal tingkatan dalam bahasa, yaitu unda-usuk bahasa untuk membedakan golongan usia dan status sosial antara lain yaitu :
•    Bahasa Sunda lemes (halus) yaitu dipergunakan untuk berbicara dengan orang tua, orang yang dituakan atau disegani.
•    Bahasa Sunda sedang yaitu digunakan antara orang yang setaraf, baik usia maupun status sosialnya.
•    Bahasa Sunda kasar yaitu digunakan oleh atasan kepada bawahan, atau kepada orang yang status sosialnya lebih rendah. Namun demikian, di Serang, dan Cilegon, bahasa Banyumasan (bahasa Jawa tingkatan kasar) digunakan oleh etnik pendatang dari Jawa.

2.    RELIGI
Sebagain besar masyarakat suku Sunda menganut agama Islam, namun ada pula yang beragama kristen, Hindu, Budha, dll. Mereka itu tergolong pemeluk agama yang taat, karena bagi mereka kewajiban beribadah adalah prioritas utama. Contohnya dalam menjalankan ibadah puasa, sholat lima waktu, serta berhaji bagi yang mampu. Mereka juga masih mempercayai adanya kekuatan gaib. Terdapat juga adanya upacara-upacara yang berhubungan dengan salah satu fase dalam lingkaran hidup, mendirikan rumah, menanam padi, dan lain-lainnya.

3.    TEKNOLOGI
Hasil-hasil teknologi terkini sangat mudah didapatkan seperti alat-alat yang digunakan untuk pertanian yang dasa jaman dulu masih menggunakan alat-alat tradisional, kini sekarang telah berubah menggunakan alat-alat modern, seperti traktor dan mesin penggiling padi. Disamping itu juga sudah terdapat alat-alat telekomunikasi dan barang elektronik modern.

4.    MATA PENCAHARIAN
Mata pencaharian pokok masyarakat Sunda adalah
•    Bidang perkebunan, seperti tumbuhan teh, kelapa sawit, karet, dan kina.
•    Bidang pertanian, seperti padi, palawija, dan sayur-sayuran.
•    Bidang perikanan, seperti tambak udang, dan perikanan ikan payau.

•    Selain bertani, berkebun dan mengelola perikanan, ada juga yang bermata pencaharian sebagai pedagang, pengrajin, dan peternak.

5.    ORGANISASI SOSIAL
Sistem kekerabatan yang digunakan adalah sistem kekerabatan parental atau bilateral, yaitu mengikuti garis keturunan kedua belh phak orang tua. Pada saat menikah, orang Sunda tidak ada keharusan menikah dengan keturunan tertentu asal tidak melanggar ketentuan agama. Setelah menikah, pengantin baru bisa tinggal ditempat kediaman istri atau suami, tetapi pada umumnya mereka memilih tinggal ditempat baru atau neolokal. Dilihat dari sudut ego, orang Sunda mengenal istilh tujuh generasi keatas dan tujuh generasi ke bawah, antara lain yaitu :
Tujuh generasi keatas :
-    Kolot
-    Embah
-    Buyut
-    Bao
-    Janggawareng
-    Udeg-udeg
-    Gantung siwur

Tujuh generasi kebawah :
-    Anak
-    Incu
-    Buyut
-    Bao
-    Janggawareng
-    Udeg-udeg
-    Gantung siwur

6.    SISTEM PENGETAHUAN
Fasilitas yang cukup memadai dalam bidang pengetahuan maupun informasi memudahkan masyarakat dalam memilih institusi pendidikan yang akan mereka masuki dalam berbagai jenjang. Seperti pada permulaan masa kemerdekaa di Jawa Barat terdapat 358.000 murid sekolah dasar, kemudian pada tahun 1965 bertambah menjadi 2.306.164 murid sekolah dasar. Jadi berarti mengalami kenaikan sebanyak 544%. Pada saat ini pada era ke- 20 disetiap ibukota kabupaten telah tersedia universitas-universitas, fakultas-fakultas, dan cabang-cabang universitas.


7.    KESENIAN
Masyarakat Sunda begitu gemar akan kesenian, sehingga banyak terdapat berbagai jenis kesenian, diantaranya seperti :
a.    Seni tari : tari topeng, tari merak, tari sisingaan dan tari jaipong
b.    Seni suara dan musik :
-    Degung (semacam orkestra) : menggunakan gendang, gong, saron, kecapi, dll.
-    Salah satu lagu daerah Sunda antara lain yaitu Bubuy bulan, Es lilin, Manuk dadali, Tokecang dan Warung pojok.
c.    Wayang golek
d.    Senjata tradisional yaitu kujang














SUKU BETAWI

Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antar etnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.

A.    Istilah Betawi
Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi berasal dari kata "Batavia," yaitu nama lama Jakarta pada masa Hindia Belanda.

B.    Sejarah
Diawali oleh orang Sunda (mayoritas), sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian Pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari Malaka di semenanjung Malaya, bahkan dari Tiongkok serta Gujarat di India. Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong. Setelah VOC menjadikan Batavia sebagai pusat kegiatan niaganya, Belanda memerlukan banyak tenaga kerja untuk membuka lahan pertanian dan membangun roda perekonomian kota ini. Ketika itu VOC banyak membeli budak dari penguasa Bali, karena saat itu di Bali masih berlangsung praktik perbudakan. Itulah penyebab masih tersisanya kosa kata dan tata bahasa Bali dalam bahasa Betawi kini. Kemajuan perdagangan Batavia menarik berbagai suku bangsa dari penjuru Nusantara hingga Tiongkok, Arab dan India untuk bekerja di kota ini. Pengaruh suku bangsa pendatang asing tampak jelas dalam busana pengantin Betawi yang banyak dipengaruhi unsur Arab dan Tiongkok. Berbagai nama tempat di Jakarta juga menyisakan petunjuk sejarah mengenai datangnya berbagai suku bangsa ke Batavia; Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar dan Kampung Bugis. Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota.
Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Bali, Jawa, Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. Kemungkinan kesemua suku bangsa Nusantara dan Arab Moor ini dikategorikan ke dalam kesatuan penduduk pribumi (Belanda: inlander) di Batavia yang kemudian terserap ke dalam kelompok etnis Betawi.
Suku Betawi pada tahun 1930, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu.
Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong. Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.

C.    Seni dan kebudayaan
Budaya Betawi merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Hindia Belanda, Batavia (kini Jakarta) merupakan ibu kota Hindia Belanda yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Betawi juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.
Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.

D.    Bahasa
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi "é" sedangkan dialek Betawi pinggir adalah "a". Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara). Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat. Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape/kenapa'' (mengapa). Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan "é", sedangkan Betawi pinggir bernada "a" keras mati seperti "ain" mati dalam cara baca mengaji Al Quran.

E.    Musik
Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong,

F.    Tari
Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya tari Topeng Betawi, Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda, Cokek dan lain-lain. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tiongkok, seperti tari Yapong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.

G.    Drama
Drama tradisional Betawi antara lain Lenong dan Tonil. Pementasan lakon tradisional ini biasanya menggambarkan kehidupan sehari-hari rakyat Betawi, dengan diselingi lagu, pantun, lawak, dan lelucon jenaka. Kadang-kadang pemeran lenong dapat berinteraksi langsung dengan penonton.

H.    Senjata tradisional
Senjata khas Jakarta adalah bendo atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu.

I.    Kepercayaan
Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. Hal ini wajar karena pada awal abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang membolehkan Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kalapa sehingga terbentuk komunitas Portugis di Sunda Kalapa. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara.


J.    Profesi
Di Jakarta, orang Betawi sebelum era pembangunan orde baru, terbagi atas beberapa profesi menurut lingkup wilayah (kampung) mereka masing-masing. Semisal di kampung Kemanggisan dan sekitaran Rawabelong banyak dijumpai para petani kembang (anggrek, kemboja jepang, dan lain-lain). Dan secara umum banyak menjadi guru, pengajar, dan pendidik semisal K.H. Djunaedi, K.H. Suit, dll. Profesi pedagang, pembatik juga banyak dilakoni oleh kaum betawi. Petani dan pekebun juga umum dilakoni oleh warga Kemanggisan.
Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji'ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.
Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu Ganefonya Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk "terpaksa" memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.

K.    Perilaku dan sifat
Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini.
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.

Minggu, 11 Mei 2014 by oyz a.k.a · 0

Contoh Drama Kabayan Di Negeri Romeo

 
Contoh Drama Kabayan Di Negeri Romeo
Contoh Drama
KABAYAN DI NEGERI ROMEO

KAMPUNG BARU, ADALAH SEBUAH KAMPUNG YANG TENTRAM DAN SEJAHTERA. DIMANA KABAYAN DAN NYI ITEUNG HIDUP BERSAMA DI KAMPUNG TERSEBUT.SUATU KETIKA,TERLIHAT KABAYAN SEDANG KEBINGUNGAN MENCARI ISTRINYA.KEMANA YA NYI ITEUNG ???

Kabayan    : “Aduh,istriku teh kemana yah ? di cari-cari dari tadi tapi tidak terlihat batang Hidungnya.  Jangan-jangan Nyi Iteung teh di telan bumi ??! Iteung … iteung.. kamana atuh iteung ? “
Abah    : “ Euh borokokok,gandeng kamu teh! Gak usah teriak juga meureun ! sakit yeuh kuping  Abah.”
Ambu    : “ Iya kabayan,aya naon atuh jojorowokan sagala ? da si Iteung mah moal kamana-mana atuh !”
kabayan    : “ Abah,Ambu, saya teh sebagai suaminya khawatir jeung kangen deuih sama si Iteung. Makhlum da istri tercinta ! “
Abah     : “ Kalem we atuh,nanti juga pulang ! “
        (tidak lama kemudian Nyi Iteung pun datang)
Ambu    : “ itu gening si Iteung sama Bu RT ! “
Kabayan    : “ aduh.. My Darling darimana saja atuh ? akang teh kangen .”
Iteung    : “ eleuh-eleuh si akang meuni lebay ! apan iteung teh habis belanja sayuran sama Bu Rt, iya kan bu ? “
Bu RT    : “ Iya bener!kan kalo yang namanya ibu rumah tangga mah  harus belanja buat masak.”
Abah    : “ Tuh kan,istri kamu teh belanja borokokok ! jangan bikin rusuh wae atuh bisa na teh.”
Bu RT    : “ Ah itu mah kabayan nya saja yang lebay .”
Kabayan    : “ ya sudah atuh kabayan teh minta maaf.”
Ambu    : “ ah dasar weh ini mah si kabayan.”
Bu Rt    : “ ya atuh kalau begitu saya teh duluan saja,mau masak ! marangga ah sadayana .”
Semua    : “ Mangga . . . .”

KEESOKAN HARINYA, ITEUNG SANGAT INGIN BERJALAN-JALAN BERSAMA SUAMINYA KABAYAN. MEREKA PUN PERGI MENYUSURI SEPANJANG JALAN PEDESAAN.

Iteung    : “ kang,sudah lama ya kita tidak seperti ini. Jalan-jalan berdua seperti waktu kita pacaran dulu.”
Kabayan    : “ iya atuh sayang,ini teh saat nya kita nikmatin waktu berdua.”
    (tiba-tiba Esih dan Odah datang)
Esih    : “ Jiaa ilaah,meuni so sweet kitu ! kaya pengantin baru saja bergandengan tangan .”
Odah    : “ iya ih, odah teh meuni kabita sama kalian. Ngomong**pada mau kemana atuh ?“
Iteung    : “ ih nya biarin weh atuh ! eh Esih,Odah jangan suka banyak komentar. Makanya kalian teh cepet nikah atuh,iya kan kang ?”
Kabayan    : “ betul pisan,jangan jomblo wae atuh ! “
Esih    : “ wah,teu rame ah sudah ngebahas nikah mah.”
Odah    : “ iya,liatin weh nanti odah mah mau nikah sama JUSTIN BIEBER.”
Kabayan&Iteung : “ haha… ngimpi ….. ! “
Esih    : “ hayu odah ah,kita pergi saja ! “
Kabayan&Iteung : “ Huuuuu … “

SESAAT KEMUDIAN,TANPA DISENGAJA KABAYAN MENENDANG TEKO EMAS YANG BERADA TEPAT DIHADAPANNYA. ITEUNG DAN KABAYAN PUN KAGET DENGAN APA YANG TERJADI SETELAHNYA.

Kabayan    : “ aduh,apa itu ? “
Iteung    : “ gak tau kang,warnanya emas.kaya teko tapinya.”
Jin tomang    : “ wusssh (sambil menatap iteung dan kabayan) ku beri 3 permintaan ! “
Kabayan     : “ astagfirullahhalazim,anda teh siapa ?ko badannya subur begini,makan apa emang ?”
Iteung    : “ ih akang,ini teh jin penghuni teko emas yang akang tendang barusan !” (berbisik)
Kabayan    : “ ah,masa sih teung ? “
Jin tomang    : “ berisik ! kalian terlalu banyak bicara. Katakanlah saja apa mau kalian ? nanti akan
         Ku kabulkan.”
Iteung    : “ euleuh,nyaan ini teh ? ciusan jin ? “
Jin tomang    : “ ini cius loh ! “
Kabayan    : “ eh iteung emangnya kamu teh mau minta apa?kan kita sudah hidup bahagia berdua.”
Iteung    : “ ih akang,iteung teh pengen sekali pergi ke italy. Negera impian iteung dari dulu .”
Kabayan    : “ ya sudahlah akang mah ikut iteung saja . akang turuti saja maunya iteung.”
Jin    : “ jadi kalian mau ke italy ?”
Iteung    : “ iya jin,iteung teh pengen sekali pergi ke italy. Bisa kan ?”
Jin    : “ bisa diatur ! kalau begitu ayo naik ke sapu ajaib. Jin akan membawa kalian ke italy.”
Iteung    : “ asikkk !”
    (mereka pun pergi ke italy menggunakan sapu ajaib milik jin tomang)

SEMENTAR A ITU DI NEGERI ITALY ROMEO TERLIHAT PANIK.

Romeo    : “ tolong …. Tolong…..”
Juliet    : “ wahai romeo ada apakah gerangan sampai kau berteriak-teriak meminta pertolongan ? “
Romeo    : “ oh juliet … kebetulan sekali kau datang .”
Juliet    : “ bicaralah romeo biar beban di hatimu meringan bagai kapas di terbangkan angin.”
Romeo    : “ juliet …. Aku tak sanggup mengatakannya.”
Juliet    : “ katakanlah romeo ku .”
Romeo    : “ oh juliet,kedua orang tua ku hendak menjodohkanku dengan putri Diana. Sedangkan kau tau hatiku tidak untuk dia.”
Juliet    : “ lantas kenapa kau berlari ? seakan ketakutan di kejar hantu ?”
Romeo     : “ ah juliet, cepatlah sembunyikan aku. Karena aku tengah dikejar-kejar oleh putri diana  dan dua orang saudaranya.”
Juliet    : “ baiklah romeo, ayo kita pergi .”

SEMENTARA ITU PUTRI DIANA BESERTA DUA ORANG SAUDARANYA  TERLIHAT KEBINGUNGAN MENCARI ROMEO.

Putri Diana    :  “ Sialan ! kemana larinya dia ? “
Tulip    : “ aku tahu, pasti dia lari ke arah kanan .”
Olive    : “ tidak ! pasti dia lari ke arah kiri . “
Tulip    : “ apa dia di makan hantu ? “
Olive    : “ tidak ! dia di makan harimau .”
Diana    : “ tidak mungkin ! alasan kalian tidak masuk akal.”
Tulip    : “ tapi putri ,, ini kan di hutan. Bisa saja dia di makan hantu atau harimau.”
Olive    : “ benar putri,percayalah pada kami .”
Diana    : “ sudahlah, kalian semua berisik ! ayo kita cari lagi ! “

SEMENTARA ITU,DI KAMPUNG BARU AMBU DAN ABAH MULAI MERASA CEMAS KARENA KABAYAN DAN ITEUNG TAK KUNJUNG PULANG.

Ambu    : “ abah, bagaimana kumaha ini ? kabayan dan iteung tidak juga pulang. Mereka kemana ya ? ambu galau abah.”
Abah    : “ sama mbu,abah juga galau. Bagaimana kalau terjadi apa-apa kepada mereka ?”
Ambu    : “ abah jangan berpikiran seperti itu atuh. Ambu kan makin galau .”
Abah    : “ ya sudah, ambu tenang dulu. Abah teh yakin da mereka teh udah pada gede. Pasti atuh mereka teh bisa jaga diri. “
(Tidak lama kemudian datanglah Esih dan Odah menghampiri Ambu dan Abah)
Esih    : “ eleuh kunaon muka ambu teh meuni murung kitu ? “
Odah    : “ iya ambu kenapa atuh ? gak bisa bayar utang ya ? “
Abah    : “ huss ari ngomong teh udah kaya buang sampah,Sembarangan saja.”
Esih    : “ ya terus kenapa atuh ?”
Odah    : “ enya, ini teh what happen  aya naon ? “
Ambu    : “ ambu teh sedih. Anak ambu nyi iteung sama suaminya gak pulang-pulang. Ambu khawatir mereka kenapa-napa.”
Esih    : “ keheula-keheula.. esih terakhir ketemu sama mereka teh lagi jalan-jalan berduan.”
Abah    : “ nyaan esih ? emang mereka teh tidak bilang gitu mau pergi kemana ? “
Ambu    : “ aduh,bagaimana ya ? ambu khawatir ini teh.”
Odah    : “ ya sudah atuh ambu, berdo’a saja.nanti juga mereka pasti pulang lagi.”

SINGKAT CERITA,KABAYAN DAN ITEUNG PUN TIBA DI ITALY .MEREKA MUNCUL TEPAT DI DEPAN SEORANG PENGAWAL YANG SEDANG KEBINGUNGAN MENCARI ROMEO.

Pengawal    : “ tuan..tuan.. dimana kau berada ? harus kemana lagi aku mencari mu ? Aku takut tak bisa menemukanmu,dan akhirnya di pecat oleh mami mentega..  Eh,eh maksudku mami montague.”
        (tiba-tiba mami montague pun datang)
Mami montague: “ siapa yang kau maksud mentega ? “
Pengawal    :  “ tidak nyonya. Maksud saya mami margarine. Eh,maafkan saya nyonya. Maksud saya mami montague.”
Montague    :  “ sudah berani macam-macam kau rupanya ? Saya tidak mau tahu. Pokoknya cepat atau lambat romeo harus segera di temukan Kalau tidak ,kau akan tau akibatnya.”
Pengawal    :  “ Baik nyonya…”
(perlahan,kabayan dan iteung mulai mendekati pengawal karena penasaran apa yang sedang terjadi sebenarnya)
Kabayan    :  “ punten kang,mengapa ibu mentega marah-marah kepada akang ?”
Pengawal    :  “ apa yang kau katakan ? bahasa yang kau pakai tidak mencirikan  orang italy ? “
Iteung    :  “ kami berasal dari kampung yang ingin berlibur dan berkunjung di italy. Apakah benar   ini negeri italy ? “
Pengawal    :  “ benar,ini adalah negeri italy.kemana kalian akan berlibur ? “
Iteung    :  “ saya sangat ingin bertemu dengan romeo dan juliet. Apa bisa anda membantu saya?
Kabayan    :  “ Bener kang , istri saya sangat mengidolakan romeo dan juliet. Akang kenal sama romeo dan juliet ?”
Pengawal    : ” jelas saya kenal , karena saya adalah pengawal dari tuan romeo.  Akan tetapi saat ini romeo menghilang dan saya sangat kebingungan.Apalagi mami montague sangat marah kepada saya .”
Iteung    :  “ kalau begitu kami teh bisa membantu anda untuk mencari romeo , bukan begitukan kang ?”
Kabayan    :  “benar sekali akang pengawal, kami pasti akan membantu anda untuk mencari romeo.”
Pengawal    :  “ ya sudah kalau begitu , ayo kita pergi !”
Mm    :  “ tunggu pengawal , aku ingin ikut bersamamu !”
Kabayan    :  “ oh , jadi ibu mentega ini maminya romeo ?”
Iteung     :  “ mami montague , kang !”
Mm    :  ” ya , nama saya adalah rosalana montague . Jadi anda jangan salah menyebutkan nama saya.”
Kabayan    :  “ muhun , siap nyonya .”

 AKHIRNYA PENGAWAL , MAMI MONTAGUE , KABAYAN BESERTA ITEUNG PERGI MENCARI
 ROMEO YANG KABUR DARI ISTANA . SEMENTARA ITU ROMEO DAN JULIET TENGAH
 KEBINGUNGAN AKAN KEMANA MEREKA PERGI .

Juliet    :  “ wahai romeo , sudah sangat jauh kita berjalan meninggalkan istana . Akan kemana lagi kita harus pergi ?”
Romeo    :  “ bersabarlah Julietku , karena ini demi kebaikan kita . Bukankah kau tak ingin melihat ku menikah dengan orang lain ?”
Juliet    : “ benar romeo , aku tak ingin melihatmu dengan wanita lain , karena aku sangat mencintaimu.”
Romeo    :  “ aku pun sangat mencintaimu . bahkan aku rela mati hanya untuk mu.”
                                                                                                       
 (TIDAK LAMA KEMUDIAN MUNCULAH PUTRI DIANA BERSAMA KEDUA SAUDARANYA  YANG SANGAT SENANG KARENA BISA MENEMUKAN ROMEO)

Tulip    :  “ putri , bukankah itu romeo ?”
Olive    :  “ benar putri itu romeo , tapi mengapa dia bersama Juliet ?”
Diana    :  “ wahai romeo , akhirnya aku bisa menemukan mu . Kemana kau pergi selama ini ? bukankah kita akan segera menikah .”
Romeo    :  “ dengar Diana , aku tak mau menikahimu . karena aku hanya mencintai Juliet ku !”
Diana    :  “ apa , kau tega meninggalkan ku karena perempuan ini ? kau sangat tidak punya perasaan ! aku benci padamu !
Tulip    :  “ romeo,beraninya kau seperti itu kepada tuan putrid

( OLIVE DAN TULIP MENGELUARKAN PISAU DAN HENDAK MENUSUK ROMEO , TAPI  ROMEO BERHASIL MENANGKISNYA DAN MENJATUHKAN MEREKA KE JURANG )

Romeo    :  “hai Diana ,apa kau ingin ku jatuhkan ke jurang sepeti saudara mu itu hah?”
Diana     :  “ tidak Romeo , jangan bunuh aku . Aku mohon !”
Juliet    :  “ kalau begitu pergilah dari sini dan tinggalkan kami berdua .”
 DENGAN RASA KESAL DAN PENUH DENDAM , DIANA PUN PERGI MENINGGAL ROMEO  DAN  JULIET. SEMENTARA ITU ROMBONGAN KABAYAN MASIH SIBUK MENCARI ROMEO .

Montague    :  “ pengawal , kabayan , iteung , sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu . Aku merasa lelah .”
Kabayan    :  “ muhun mangga nyonya . kita beristirahat disini saja .”

SAAT MEREKA BERISTIRAHAT,MUNCULAH MAMI CAPULET DAN INANG PENGASUH.

Inang    :  “ maafkan aku nyonya capulet. Aku tidak berhasil menemukan Juliet di istana. Semua ruangan sudah ku cek . dan aku sudah bertanya kepada semua penjaga istana. Tapi tak ada satupun yang melihat Juliet.”
Mami capulet    : “ lantas bagaimana ini ?  aku mulai meragukanmu sebagai pengasuh anakku.
             Padahal kau sudah lama bekerja padaku untuk mengasuh Juliet.
Inang    :  “ aku benar-benar minta maaf nyonya.aku menyesali perbuatan ku.”
MC    :  “ baiklah, sebaiknya kita cari Juliet sekarang juga.”
        (capulet pun melihat rombongan montague yang sedang beristirahat)
MC    :  “ hey mentega! apa yang kau lakukan disini ? “
MM    :  “ jaga mulutmu burung wallet. aPa maksudmu tiba-tiba datang dan berbicara seperti itu ? “
Inang    :  “ hey nyonya montague ! jangan sembarangan merubah nama nyonyaku.”
MM    :  “ diam kau pengasuh! Kau tak tau apa-apa.”
Pengawal    :  “ sudahlah nyonya-nyonya. Tidak baik bertengkar seperti itu.”
MM    :  “ sebentar pengawal. Akau curiga,sepertinya perginya romeo dibawa kabur oleh Juliet.”
MC    :  “ APA ?! beraninya kau menuduh anakku.asalkan kau tau,julietpun pergi dari istana. Apa jangan-jangan anakmu yang membawa pergi putri ku ? “
MM    :  “ kau jangan asal menuduh,capulet!”

KABAYAN PUN BERDIRI DAN BERMAKSUD MELERAI PERTENGKARAN ITU.

Kabayan    :  “ cukup. Sudah,sudah. Jika nyonya saling bertengkar,bagaimana kita bisa menemuka Romeo dan Juliet ? “
Pengawal    :  “ benar nyonya.alangkah baiknya kita bekerja sama dalam mencari keberadaan romeo dan Juliet.”
Inang    :  “ benar nyonya,sebaiknya nyonya berdamai saja. Demi Juliet,nyonya.”
(Mereka pun berdamai dan saling berjabat tangan. Dan melanjutkan pencarian Romeo dan Juliet bersama-sama.)
Pengawal     :  “ sudah sejauh ini kita mencari tuan romeo dan putri Juliet. Namun mereka belum juga di temukan.lalu kemana lagi kita harus mencari mereka ? “
Inang    :  “ iya,kemana nyonya ? “
Iteung    :  “ tunggu dulu!saya the lupa kalau saya sama kang kabayan punya teko emas.”
MC    :  “ Apa itu teko emas ?”
Kabayan     :  “ teko emas teh ,teko yang bisa mengabulkan permintaan. Saya dan nyi iyeung masih punya dua permintaan lagi.”
MM     :  ” syukurlah.. bagaimana cara kerjanya ?”
Kabayan    :  ” tunggu sebentar nyonya .”
(Kabayan pun mengulagi hal yang sama saat dia bertemu dengan jin. Yaitu menendang kembali teko tersebut. Jin pun muncul dan menawari mereka dua permintaan.)
Jin         :” wusss….. kuberi dua permintaan. Apa yang kalian inginkan ?”
Pengawal     :  ” makhluk apa ini ? badannya sama seperti ku.”
Jin        :” jangan gegabah. Aku lebih kurus darimu.”
Pengawal     :  ” hah !! yang benar saja. Jelas aku lebih kurus darimu.”
Inang     :  ” sudah sudah jangan bertengkar. Jin , apakah kau bisa membantu kami untuk menemukan Romeo dan Juliet ?”
MC     :  ” Benar jin. Kami sangat kebingungan mencari mereka. Tolonglah jin.”
MM    :  ” Benar jin.. tolong kami.”
Jin    :  ” baiklah.aku akan membantu . tapi jangan ada yang berisik,karena aku akan membacakan mantra .”

by oyz a.k.a · 0

Jumat, 14 Maret 2014

Artikel Pengertian, Dampak dan Contoh Globalisasi dalam Berbagai Bidang


Artikel Pengertian, Dampak dan Contoh Globalisasi dalam Berbagai Bidang
1.    Pengertian Globalisasi
o    Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
o    Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
o    Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia.
o    Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi
o    Pengertian Globalisasi menurut bahasa adalah Global dan sasi, Global adalah mendunia, dan Sasi adalah Proses, jadi apabila pengertian Globalisasi menurut ahasa ini di gabungkan menjadi "Proses sesuatu yang mendunia".
o    Pengertian Globalisasi menurut para ahli :
a.    Thomas L. Friedman : Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia .
b.    Malcom Waters : Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang .
c.    Emanuel Ritcher : Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar - pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia .
d.    Achmad Suparman : Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah .
e.    Martin Albrown : Globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global .
f.    Laurence E. Rothenberg : Globalisasi adalah percepatan dan intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang, perusahaan, dan pemerintah dari negarayang berbeda.
g.    Selo Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI
h.    Scholte : Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
i.    KESIMPULAN : Globalisasi secara singkat adalah " Sebuah proses dimana antar individu / kelompok menghasilkan suatu pengaruh terhadap dunia "

Dampak Globalisasi
o    Dampak Positif :
a.    Memperoleh informasi dan penambahan ilmu pengetahuan alam maupun sosial akan mudah dijangkau bagi setiap individu di berbagai belahan dunia manapun
b.    Jalinan komunikasi akan semakin mudah dan semakin canggih
c.    Mobilitas yang tinggi akan memudahkan siapapun di era globalisasi akan mudah dalam melakukan perjalanan baik perjalanan jauh maupun perjalanan pendek dengan adanya alat transportasi yang semakin beragam
d.    Sikap kosmopolitan ataupun toleransi antara satu individu dengan yang individu lain akan meningkat
e.    Perkembangan ekonomi, sosial dan budaya dengan globalisasi ini akan membawa individu semakin semangat dalam meningkatkan potensi dirinya
f.    Pemenuhan kebutuhan yang semakin kompleks dan tidan terbatas sedikit demi sedikit akan mulai terpenuhi secara berkala pada era globalisasi
o    Dampak Negatif :
a.    Masyarakat yang konsumtif
b.    Segala informasi tidak tersaring untuk informasi baik maupun informasi buruk
c.    Pemborosan dan perilaku yang menyimpang dari adat ketimuran
d.    Lebih condong pada budaya barat sehingga budaya pribadi sering ditinggalkan
e.    Sikap individualis dan menutup diri sering terjadi pada individu yang mengikuti arus globalisasi secara terus-menerus

Contoh Globalisasi dalam Berbagai Bidang
o    Globalisasi di Bidang Ekonomi :
a.    Banyaknya Supermarket
b.    Adanya jual beli online yang memungkinkan melakukan transaksi dengan orang yang jauh
c.    Terciptanya mesin-mesin canggih untuk menunjang proses produksi
d.    Adanya Ekspor dan Impor
e.    Masuknya produk luar negeri dengan mudah
f.    Terbukanya pasar bursa Internasional
o    Globalisasi di Bidang Sosial :
a.    Bahasa Asing masuk dengan mudahnya
b.    Perempuan bekerja sudah tidak asing lagi
c.    Masyarakat semakin heterogen
d.    Hilangnya rasa gotong royong
e.    Timbulnya rasa egoisme diantara masyarakat
o    Globalisasi di Bidang Budaya :
a.    Masuk dan menyebarnya budaya asing
b.    Masuknya mode-mode pakaian luar negeri
c.    Banyaknya imigrasi
d.    Terjadinya pertukaran budaya Internasional
e.    Hilangnya budaya-budaya tradisional secara perlahan
o    Globalisasi di Bidang Politik :
a.    Dibentuknya PBB
b.    Timbulnya kerjasama antar negara
c.    Timbulnya politik negara
d.    Hubungan bilateral maupun multirateral antar negara dapat dengan mudah dilakukan
e.    Munculnya ideologi-ideologi asing
o    Globalisasi di Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi :
a.    Munculnya berbagai macam handphone untuk memudahkan berhubungan dengan orang yang jauh
b.    Adanya internet untuk memudahkan berkomunikasi dan mendapatkan informasi
c.    Munculnya video call yaitu kita dapat bertatap muka dengan orang yang jauh
d.    Informasi-informasi dan menyebar dengan cepat dan luas
e.    Kita dapat melihat suatu kejadian dimanapun secara langsung dengan menggunakan televisi, internet, dan hp

Jumat, 14 Maret 2014 by oyz a.k.a · 0

Contoh Makalah Analisis Materi SKI Kelas 6 SD

 Contoh Makalah Analisis Materi SKI Kelas 6 SD
SKI KELAS 6
BUKU I (buku ajar PAI)
KISAH PERJUANGAN KAUM MUHAJIRIN
Sejak Nabi Muhammad saw Menyampaikan ajaran islam secara terang-terangan, Nabi saw banyak tantangan dari kaum Quraisy. Sebab keyakinan menyembah berhala, mabuk, perbudakan dan pembunuhan anak perempuan bertentangan dengan ajaran islam. Sehingga kaum Quraisy berniat membunuh Nabi saw.
Kaum musyrik Quraisy menyiksa para pengikut Nabi saw :
•    Sumaiyah, tetap iman kepada Allah walaupun dipukuli sampai lumpuh, kemudian ditusuk pakai tombak dari bawah perut hingga tembus dadanya sehinnga meninggal.
•    Yasir (suami Sumaiyah), dihajar Abu-Jahal diikat lalu diseret di sepanjang padang pasir yang panas kemudian ditendangi hingga meninggal dunia.
•    Bilal bin Rabbah, diikay kemudian ditindihi batu besar di atas perutnya dan dijemur di padang pasir yang sangat panas serta tidak diberi makan dan minum.
Kekejaman itu tidak menyurutkan semangat Nabi dan para pengikutnya untuk menyiarkan ajaran islam. Sehingga Nabi berhijrah dari Makah ke Madinah (1 H/622M). Sebabnya antara lain :
1.    Perkembangan islam di Makah lambat.
2.    Hambatan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy.
3.    Ada jaminan dari penduduk Madinah.
4.    Nabi tahu bahwa Madinah islam akan mudah berkembang.
5.    Ada perjanjian Aqabah I dan II (suku Khazraj dan Aus akan menjaga keselamatan Nabi saw dan para pengikutnya).
Mereka yang hijarah banyak mengorbankan harta, benda dan perasaan. Mereka hanya membawa bekal sekedarnya saja. Di Madinah islam berkembang pesat.
Hadis
Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (H.R. Bukhari Muslim)
KISAH PERJUANGAN KAUM ANSHAR
Kaum Anshar merupakan sebutan bagi orang Madinah yang menerima rombongan Nabi saw dan pengikutnya hijrah ke Madinah.
Persiapan hijrah Nabi diawali dengan bertemunya 6 orang yang yang ziarah ke Makkah (as’ad bin Zurarah, Rafi’ bin Malik, Auf bin Al-Harits, Quthbah bin Amir, ‘Uqbah bin Amir, dan Jabir bin Abdullah) dan mereka orang pertama Madinah yang masuk islam (th 11 keNabian). Kemudian mereka berenam meninggalkan Makkah menuju Madinah dan menyebarkan agama Islam.
Pada musim haji (12 keNabian/621 M) mereka menemui Nabi saw kembali dan membawa 12 orang dari suku Aus dan Khazraj untuk menyatakan masuk islam. Nabi saw kemudian membaiat mereka di Bukit Aqabah (Bai’atul Aqabah I). bai’at tersebut terdiri dari 10 aturan diantaranya :
1.    Akan menyembah Allah dan tidak menyekutukannya
2.    Tidak akan mencuri
3.    Tidak akan berbuat zina
4.    Tidak akan membunuh anak-anak perempuan
5.    Tidak memfitnah
6.    Setia kepada Rasulullah
Pada musim haji tahun (13 keNabian) banyak penduduk Madinah yang haji (72 laki-laki dan 2 perempuan). Kemudian Nabi saw diminta untuk hijrah ke Yastrib, pemuka Kharaj dan Aus bersumpah yang isinya :
1.    Penduduk Madinah siap melindungi Nabi Muhammad saw
2.    Penduduk Madinah ikut berjuang membela Islam dengan harta dan jiwa
3.    Penduduk Madinah berusaha memajukan Islam dengan menyiarkan kepada sanak keluarga
4.    Penduduk Madinah siap menerima akibat dari dakwah Islam.
Bai’at ke-2 ini disebut Bai’at Aqabah II (Bai’atul Aqabah al-Kubro) berisi :
1.    Mendengar dan mentaati Nabi Muhammad saw baik dalam keadaan semangat/malas
2.    Menafkahkan harta baik dalam keadaan baik/sulit
3.    Melakukan amar ma’ruf nahi mungkar
4.    Tetap tabah dalam menghadapi celaan kaum kafir
5.    Melindungi Nabi saw sebagaimana mereka melindungi diri dan keluarganya.
Hijrah Nabi pada tanggal 16 Rabiulawal 1H, Rasulullah disambut gembira, banyak orang yang memohoon menjadi tuan rumah bagi Rasulullah saw. Akan tetapi Nabi saw mengikuti ontanya berhenti ia akan berhenti. Keberuntungan berhenti pada Abu Ayyub al-Ansari kemudian onta tersebut berhenti di tanah kosong milik dua anak yatim (Sahl dan Suhail). Di tempat inilah Nabi saw mambangun masjid Nabawi.
Kemudian Nabi saw mengubah nama kota Yatsrib menjado Madinah al-Munawaroh.

BUKU II
(MAJLIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PWM DIY)
KEGIGIHAN PERJUANGAN KAUM MUHAJIRIN
Rasulullah memilih Yatsrib sebagai tempat untuk menyebarkan Islam karena beliau tahu disana mudah menerima Islam. Dan penduduknya sudah mengenal ketuhanan.
Pada tahun ke-12 kenabian pada musim haji, datanglah 12 orang laki-laki dan seorang wanita Yatsrib ke Makkah menemui Rasullullah secara rahasia (Aqabah I) untuk mengadakan perjanjian (bai’at).
Pada tahun 13 dari kenabian, datanglah rombongan muslimin 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan untuk haji. mereka mengadakan pertemuan di Aqabah ke-2. Pada pertemuan tersebut mereka berjanji bahwa mereka akan membela nabi Muhammad saw.
Kaum Quraisy ingin membunuh Nabi saw karena khawatir Nabi saw akan menguasai mereka. Nabi saw diperintah Allah untuk pergi ke Yastrib kemudian berkemas dan menyuruh Ali bin Abi Tholib untuk menempati tempat tidurnya dan kemudian Nabi secara diam-diam pergi ke rumah Abu Bakar kemudaian pergi ke Goa Tsur. Kemudian senin 8 Rabi’ul Awal th 1 H Nabi tiba di Kuba. Di Kuba Rasulallah mendirikan Masjid Quba.
Pada jumat 12 rabi’ul awal th 1 H pada hari itu Nabi Muhammad saw, Abu Bakar dan Ali bin Abi Tholib memasuki kota Yatsrib dan disambut penduduk Yatsrrib dengan penuh kegembiraan. Pada hari itu Nabi saw juga shalat jum’at pertama bersama kaum Muslim, Muhajirin, dan Anshar. Sejak itu pula Yatsrib menjadi Madinatun Nabiy, Kota Nabi dan disebut Madinah.
TOLONG MENOLONG KAUM ANSHAR
Setelah menetap di Madinah, Nabi membentuk masyarakat islam yang aman, bebas dari tekanan dan ancaman.Nabi juga mempertalikan hubungan keluarga antara kaum Muhajirin dan Anshar. Kaum muslimun penduduk Yatsrib disebut Anshar yang berarti “pertolongan” karena mereka menolong kaum Muhajirin. Menyambut kedatangan mereka dan menerimanya dengan penuh kegembiraan.mereka membantu dengan ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu apapun, kecuali ridho Allah saw dan ketaatan mereka terhadap Rasulullah saw. Dengan demikian terbinalah masyarakat islam di Madinah dengan baik.
Dalam membina masyarakat Islam di madinah ini usaha-usaha pokok yang terlebih dahulu dikerjakan Nabi Muhammad saw antaralain :
1.    Mendirikan masjid
Di dalam masjid Nabi saw mengajarkan semangat jihad di jalan Allah, sehingga kaum muslimin rela mengorbankan harta benda, jiwa dan raganya. Di masjid Nabi saw juga mengajarkan doktrin tauhid, dan mengajarkan pokok-pokok agama Islam , ibadah berjamaah, dan musyawarah.
2.    Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar
a.    Abu Bakar dengan Haritsah bin Zaed
b.    Ja’far bin Abi Thalib dengan Mu’adz bin Jabal
c.    Umar bin Khathab dengan ‘Itbah bin Malik
3.    Perjanjian perdamaian dengan kaum Yahudi
a.    Kaum Yahudi hidup damai bersama-sama dengan kaum Muslimin, kedua belah pihak bebasmemeluk dan menjalankan agama masing-masing.
b.    Kaum Muslimin dan Yahudi wajib tolong-menolong.
c.    Madinah adalah kota suci yang wajib dihormati oleh mereka yang terikat oleh perjanjian ini, kalau ada perselisihan diserahkan kepada Allah dan Rasul.
d.    Siapa saja yang tinggal di dalam/luar kota Madinah wajib dilindungi keamanan baginya, kecuali orang yang dzalim dan bersalah, sebab Allah menjadi pelindung bagi orang-orang yang baik dan berbakti.
4.    Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam.

ANALISIS PERBANDINGAN
Buku yang dari PWM Muhammadiyah lebih singkat sehingga lebih mudah untuk diingat dan diceritakan kembali oleh siswa, namun kelemahan buku ini tidak disertai hadis yang terkait dengan niat hijrah dan tidak ditulis isi bai’at Aqobah.
Buku ajar PAI dari fokus memaparkan cerita lebih panjang lebih lengkap memaparkan isi-isi bai’at dan mencantumkan arti hadis, namun matan hadis tidak dicantumkan, sehingga apabila dicantumkan matan hadis akan lebih lengakap dan siswa dapat sekaligus menghafal karena dimasa kanak-kanak otak  lebih mudah menghafal.


KOMPETENSI
•    Knowledge
Buku dari PWM : setelah mempelajari materi tersebut siswa mampu meneladani kegigihan kaum muhajirin sehingga siswa mempunyai keteguhan pendirian untuk mencapai tujuan yang disertai ketabahan dan kesungguhan serta belajar sungguh-sungguh tanpa mengenal putus asa untuk mencapai prestasi.
Buku ajar PAI : dalam buku tersebut dapat diambil contoh para pengikut Nabi yang disiksa namun tetap teguh pendirian dan tetap iman, dan hijrahnya diniatkan untuk Allah dan pada akhirnya islam mengalami kejayaan. Maka dari itu tepat untuk siswa kelas 6 akan UN, sehingga dengan siswa mempunyai keteguhan hati, kesabaran dalam belajar demi prestasi yang diinginkan serta percaya diri tidak mudah terpengaruhi dan didasari dengan niat yang benar tidak hanya semata untuk nilai sehingga siswa dalam mengerjakan UN bisa percaya diri tidak tergantung dengan pekerjaan orang lain.
•    Skill
Dari materi tersebut siswa dapat bercerita, kemudian tuntutan siswa untuk memahami cerita tersebut supaya siswa dapat menerapkan untuk kehidupan sehari-hari khususnya yang berkaitan dengan belajar sehingga siswa mampu mengambil tindakan dan merefleksi diri sehingga siswa dapat merumuskan tindakan yang baru dalam kegidupannya.
•    Values/nilai/hikmah
Kegigihan kaum Muhajirin yang dipimpin oleh Nabi saw dalam menegakkan agama Islam walaupun banyak rintangan. Mereka tidak pernah putus asa bahkan rela mengorbankan harta benda mereka untuk berjihad di jalan Allah. Dan mereka berniat hijrah karena Allah. Kelapangan dada kaum anshar jugaberperan penting dalam penyebaran Islam. Dengan pertolongan mereka baik harta, benda, bahkan jiwa raga diberikan demi Agama Islam.
•    Atittude
Dari kisah tersebut siswa harus mengambil hikmah dari kisah tersebut untuk bersikap. Siswa kelas 6 harus memiliki keteguhan, kerja keras berusaha lahir dan batin agar tercapai prestasi yang diinginkan. Siswa selain belajar juga dituntut untuk berdoa dan memantapkan niat yang benar dan tidak mudah terombang-ambingkan. Selain itu siswa harus membiasakan belajar kelompok, sehingga dalam kelompok dapat saling mengisi kekurangn-kekurangannya itu. Sehingga pada saat UN siswa sudah mantap dan tidak ada kata mencontek.
•    Interest
Pengorbanan harta, benda, jiwa dan raga terhadap Agama Islam serta keteguhan Iman semangat meski tersiksa.

CORAK KURIKULUM
Buku PWM : transformation oriented (perubahan) dikaitkan dengan pendidikan kelas 6 SD dimana kelas 6 SD itu menyiapkan diri dan harus belajar sungguh sungguh dan menyiapkan tujuan kedepan yang benar.
Buku ajar PAI: masih status quo apa adanya tidak ada sesuatu yang baru dan tidak direlevansikan dengan kebutuhan siswa.
KESIMPULAN
Dari perbandingan buku paket ajar di atas kami menyimpulkan bahwa buku paket PAI kelas 6 SD baik standar kompetensi maupun kompetensi dasar kurang begitu mendalam. Dalam buku itu standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya bertujuan agar siswa dapat bercerita, sehingga tujuan utamanya kurang begitu mendalam. Jika hanya dapat bercerita maka apa yang dapat diperoleh dari siswa? Seharusnya standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya perlu dirubah sehingga tujuan siswa setelah mempelajari SKI dapat mengambil hikmah dan dapat merubah semangat para siswa sehingga values dan nilai pendidikannya tercapai dengan baik. Seperti buku paket PAI dari PWM DIY kami malah lebih setuju karena baik standar kmpetensi maupun kompetensi dasarnya lebih mendalam dan menyangkut beberapa aspek tidak hanya kognitif namun afektif dan psikomotoriknya tercapai.

by oyz a.k.a · 0

Artikel Kisah Kaum Muhajirin

 Kisah Kaum Muhajirin
Kekejaman demi kekejaman, penghinaan, penganiayaan yang dilakukan kaum kafir Quraisy terhadap kaum muslimin yang berada di kota Makah semakin menjadi-jadi. Hal seperti ini membuat kaum muslimin melakukan hijrah ke daerah lain misalnya ke Habsyah. Akan tetapi walaupun demikian, masih banyak kaum muslimin yang tetap bertahan di kota Makah dengan suatu keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti akan datang. Dengan demikian malah kaum muslimin semakin bertambah.

Bertambahnya kaum muslimin di kota Makah, dengan kesadaran sendiri yaitu sadar bahwa mengikuti ajaran yang diberikan nabi Muhammad SAW itu akan mendapatkan suatu kebahagiaan di dunia dan di akherat. Jadi masuknya Islam yang dikuti oleh kaum muslimin bukan karena pengaruh harta, jabatan apalagi tekanan atau kekerasan seperti yang digambarkan oleh kaum orientalis.

Walaupun banyak gunjingan, hinaan, cacian, makian, penganiayaan dan sederet hal yang tidak baik, para pengikut nabi Muhammad SAW tetap setia. Untuk menghindari kekejaman yang berkelanjutan dari kaum kafir Quraisy . Rasulullah SAW memerintahkan kepada pengikutnya untuk berhijrah. Kaum yang berhijrah atas perintah rasul tersebut kita kenal dengan sebutan kaum muhajirin.

Guna mempertahankan keyakinan, akidah islamiyah dan syari’atnya dan guna memperluas jaringan dakwah islamiyah maka kaum muslimin melakukan hijrah. Hijrah yang pertama dilakukan kaum muslimin yaitu ke negeri Habsyah secara sembunyi- sembunyi dan berskala kecil. Disana para kaum yang hijrah mendapatkan perlindungan dari Raja Najasi.

Kalau ke Habsyah hijrah secara sembunyi-sembunyi, maka untuk hijrah ke Yatsrib secara terang-terangan dan berskala besar. Kaum yang berhijrah ke Yatsrib ini banyak sekali pengorbaanannya, harta, keluarga, saudara, tahta dan lain sebagainya. Kaum Muhajirin ini berhijrah dengan tanpa bekal yang memadai artinya hanya sekadarnya saja. Hal ini tak lain dan tak bukan karena rasa keimanan yang teguh kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW sewaktu akan berhijrah ke Madinah tidak mengumumkan diri berhijrah yang diberi tahu hanya sahabat Abu Bakar dan beberapa keluarga dekatnya. Akan tetapi Allah SWT memberikan keberanian kepada Umar bin Khattab hijrah secara terang-terangan dan memberitahukan kepada kaum kafir Quraisy. Orang-orang yang berani menghalangi keberangkatan kaum muslimin ke Madinah akan menghadapi keberanian Umar bin Khattab.

Hijrahnya kaum muhajirin ini untuk berjuang di jalan Allah SWT dan untuk menyiarkan agama Islam. Bukan untuk tujuan seperti untuk memperoleh kedudukan, jabatan yang tinggi dan apalagi untuk menjajah bangsa lain. Semuanya murni karena Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib ke kota Yatsrib. Para penduduk menyambutnya dengan hangat, dengan penuh kerinduan dan rasa hormat serta disambut dengan nasyid yang artinya;

Telah muncul bulan purnama dari Tsaniyatil Wadai’, kami wajib bersyukur selama ada yang menyeru kepada Tuhan Wahai yang diutus kepada kami. Engkau telah membawa sesuatu yang harus kami taati

Sejak itulah kota Yatsrib namanya ditetapkan menjadi Kota Madinah dan kaum Muhajirin menetap disana. Setelah menetap Nabi Muhammad SAW mulai mengatur strategi untuk membentuk masyarakat Islam yang terbebas dari ancaman dan tekanan yaitu dengan mempersaudarakan, mempertalikan hubungan kekeluargaan atara penduduk Madinah dengan orang-orang yang ikut hijrah dari Makah. Lantas Nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian untuk saling membantu antara kaum muslim dengan orang-orang selain muslim. Strategi ekonomi, sosial dan dasar-dasar pemerintahan Islam juga mulai disiasati sedemikian rupa.

Strategi Nabi mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar untuk mengikat setiap pengikut Islam yang terdiri dari berbagai macam suku dan kabilah ke dalam suatu ikatan masyarakat yang kuat, senasib, seperjuangan dengan semangat persaudaraan Islam. Rasulullah SAW mempersaudarakan Abu Bakar dengan Kharijah Ibnu Zuhair Ja’far, Abi Thalib dengan Mu’az bin Jabal, Umar bin Khatab dengan Ibnu bin Malik dan Ali bin Abi Thalib dipilih untuk menjadi saudara beliau sendiri. Selanjutnya setiap kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan kaum Anshar dan persaudaraan itu dianggap seperti saudara kandung sendiri. Kaum Muhajirin dalam penghidupan ada yang mencari nafkah dengan berdagang dan ada pula yang bertani mengerjakan lahan milik kaum Anshar.

Nabi Muhamad SAW dalam menciptakan suasana agar nyaman dan tenteram di kota Madinah, maka dibuatlah perjanjian dengan kaum Yahudi. Dalam perjanjiannya ditetapkan dan diakui hak kemerdekaan tiap-tiap golongan untuk memeluk dan menjalankan agamanya.

Secara terperinci isi perjanjian yang dibuat Nabi Muhammad SAW dengan kaum Yahudi sebagai berikut:

1.    Kaum Yahudi hidup damai bersama-sama dengan kaum Muslimin
2.    Kedua belah pihak bebas memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing
3.    Kaum muslimin dan kaum Yahudi wajib tolong menolong dalam melawan siapa saja yang memerangi mereka
4.    Orang-orang Yahudi memikul tanggung jawab belanja mereka sendiri dan sebaliknya kaum muslimin juga memikul belanja mereka sendiri
5.    Kaum Yahudi dan kaum muslimin wajib saling menasehati dan tolong-menolong dalm mengerjakan kebajikan dan keutamaan
6.    Kota Madinah adalah kota suci yang wajib dijaga dan dihormati oleh mereka yang terikat dengan perjanjian itu
7.    Kalau terjadi perselisihan diantara kaum yahudi dan kaum Muslimin yang dikhawatirkan akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, maka urusan itu hendaklah diserahkan kepada Allah dan Rasul-Nya.
8.    Siapa saja yang tinggal di dalam ataupun di luar kota Madinah wajib dilindungi keamanan dirinya kecuali orang zalim dan bersalah, sebab Allah menjadi pelindung bagi orang-orang yang baik dan berbakti.

Kisah Perjuangan Kaum Anshar
Semenjak peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengalami kendala dalam menyiarkan agama Islam di Makah. Tantangan dan hambatan yang bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy dihadapi Rasulullah SAW di Makah selama tiga belas tahun. Walau demikian pengikut Islam semakin bertambah banyak.

Realita yang demikian membuat kaum muslimin di Madinah mengajukan saran kepada nabi Muhammad SAW dan pengikutnya untuk segera berhijrah ke Madinah dan ajuan saran itu berulang kali. Ajuan saran ini terjadi pada tahun ke 13 kenabian dengan 73 orang penduduk Yatsrib dari kaum Khazraj ke Makah. Akhirnya ajuan saran tersebut direstui Nabi dan nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah. Kaum muslim Madinah menjamin keselamatan Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya sebagaimana yang termuat dalam perjanjian Aqabah ke satu dan Aqabah ke dua.

Kaum Anshar semenjak mendengar keberangkatan nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya yang akan hijrah ke Madinah banyak kaum Anshar yang menunggu kedatangan beliau berkerumunan, berdiri berjajar di pinggiran kota Madinah untuk menjemputnya. Urwah bin az Zubair berkata, “Kaum Muslimin di Madinah mengetahui kepergian Rasulullah SAW dari Makah. Setiap pagi, mereka pergi ke al Haarah menunggu kedatangan beliau hingga akhirnya mereka harus pulang karena teriknya matahari. Suatu hari mereka terpaksa pulang setelah lama menunggu kedatangan beliau.

Ibnu al Qayyim berkata, “Dan terdengarlah suara hiruk pikuk dan pekik takbir di perkampungan bani “Amr bin Auf. Kaum muslimin memekikkan takbir sebagai ungkapan kegembiraan atas kedatangan beliau dan keluar menyongsong beliau. Mereka menyambutnya dengan salam kenabian, mengerumuni beliau sambil berkeliling diseputarnya sementara ketenangan telah menyelimuti diri beliau dan wahyupun turun. Allah SWT berfirman,

Arinya, Maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang Mukmin yang baik ; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.” (At Tahrim : 4)

Saat itu penduduk Madinah berangkat untuk menyambut. Moment yang istimewa yang tidak pernah disaksikan oleh penduduk Madinah sepanjang sejarahnya. Orang-orang Yahudi telah menyaksikan kebenaran berita gembira yang diinformasikan oleh Habquq. Hari itu merupakan hari yang bersejarah dan amat agung. Rumah-rumah dan jalan-jalan ketika itu bergemuruh dengan pekikan Takbir, Tahmid dan Taqdis (penyucian). Putri-putri kaum Ansahr melantunkan bait-bait puisi sebagai ekspresi kegembiraan dan keriangan.

Meskipun kaum Anshar bukan orang yang serba berkecukupan namun masing-masing individu berharap rumahnya disinggahi Rasulullah SAW beserta pengikutnya saat melewati satu-per satu rumah kaum Anshar. Tokoh masyarakat Madinah pun berlomba-lomba dalam kebaikan yaitu berupa menawarkan kesanggupannya untuk melindungi Rasuluullah SAW beserta pengikutnya dengan segala daya dan upaya yang mereka miliki.

Kaum Anshar menerima dengan baik kaum muhajirin dan bersedia untuk dipersaudarakan dan juga berani untuk berkorban untuk kaum muhajirin. Kaum Anshar menyembut dengan baik kehadiran kaum Muhajirin dan menyambutnya seperti menyambut saudaranya sendiri yang telah lama tidak bertemu.

Dengan demikian perjuangan kaum Anshar sangat luar biasa terhadap kaum muhajirin dan perkembangan Islam seterusnya.


MENELADANI KAUM MUHAJIRIN DAN ANSHAR


Kegigihan Kaum Muhajirin
Pengikut Nabi Muhammad SAW yang ikut hijrah dari Mekah ke Medinah disebut dengan Kaum Muhajirin. Kaum yang menempuh perjalanan di padang pasir yang sangat luas dan panas sekitar 500 km ini Jum’at, 12 Rabiul Awwal tahun 1 H / 27 September 622 M tiba di Yatsrib dan singgah di perkampungan bani An-Najjar yaitu di rumah Abu Ayyub.

Kaum Muhajirin disambut dengan baik oleh penduduk Yatsrib. Mulai saat itu Yatsrib namanya dirubah menjadi Madinatun Nabi, artinya kota Nabi, dan selanjutnya dikenal dengan kota Madinah.

Setelah kaum Muhajirin menetap di Madinah, Nabi Muhammad SAW mulai mengatur strategi untuk membentuk masyarakat Islam yang terbebas dari ancaman dan tekanan (intimidasi). Pertalian hubungan kekeluargaan antara penduduk Madinah (kaum Anshar) dan kaum Muhajirin dipererat dengan mengadakan perjanjian untuk saling membantu antara kaum Muslim dan non muslim. Nabi juga mulai menyusun strategi ekonomi., sosial, serta dasar-dasar pemerintahan Islam.

Kaum muhajirin adalah kaum yang sabar. Meskipun banyak rintangan dan hambatan dalam kehidupan yang menyebabkan kesulitan ekonomi, namun mereka selalu sabar dan tabah dalam menghadapinya dan tidak berputus asa.

Kaum Kafir Quraisy memboikot kepada kaum muslimin, mereka tidak mengeluh apalagi putus asa, sekalipun mereka sangat kesulitan dalam perekonomian, bahkan mereka tidak mempunyai bahan makanan yang dapat dimasak tetapi tetap sabar dalam menjalankan agamanya.

Kaum Muhajirin walau demikian tetap semangat dan gigih dalam mempertahankan akidah dan syari’at islam, sekalipun mereka dianiaya oleh kaum kafir, bahkan sampai meninggalpun mereka tetap mempertahankan agamanya. Mereka memiliki iman yang kuat dan taqwa kepada Allah SWT.

Kaum muhajirin sewaktu hendak melakukan hijrah, mereka diancam akan dibunuh oleh kaum kafir Quraisy, tetapi hijrah tetap dilaksanakan. Budak yang telah masuk Islam yaitu Bilal, Ia disiksa oleh kaum kafir Quraisy dengan siksaan yang dahsyat, ditelentangkan di pasir yang sangat panas, kaki dan tangan diikat, dicambuk dan badannya ditindih dengan batu yang sangat besar, namun ia tetap mempertahankan Islam

Kesabaran dan kegigihan kaum muhajirin sangat luar biasa. Setelah di Madinah, tantangan dan hambatan juga tidak sedikit. Ada tiga golongan yang dihadapi kaum Muhajirin yaitu:

1.    Para shabat yang merupakan orang-orang pilihan , mulia dan ahli kebajikan
2.    Kaum musrikin yang belum beriman sementara mereka berasal dari jantung kabilah-kabilah di Madinah.
3.    Orang-orang Yahudi

Problematika kaum muhajirin yang pertama yaitu terkait dengan kondisi Madinah yang berbeda dengan di Makah. Hidup sebagai orang yang tertekan, dihina dan terusir dari Makah. Problema peradaban dan pembangunan, problema kehidupan dan ekonomi, problema politik dan pemerintahan dan banyak problema lainnya. Ini merupakan problema besar yang dihadapi Rasulullah bersama kaum Muhajirin berkaitan dengan kaum muslimin sendiri.

Kaum Muhajirin tidak memiliki apa-apa bahkan keberadaannya mereka di Madinah berkat meloloskan diri. Mereka tidak memiliki tempat berlindung, tidak memiliki pekerjaan guna memenuhi hidup sehari-hari.

Ke dua yang menjadi problema yaitu orang-orang musyrikin Madinah ada yang menyimpan rasa dendam dan permusuhan terhadap Rasul & kaum Muhajirin, pura-pura masuk islam tetapi tetap menyimpan kekufuran, berbuat makar, pemanfaatan terhadap anak-anak kecil dan orang-orang lugu dari kalangan kaum muslimin sebagai kaki tangan didalam melaksanakan rencana busuk mereka.

Problema ke tiga yaitu orang-orang Yahudi yang selalu membangga-banggakan kebangsaannya dan selalu mengejek orang-orang arab dengan ejekan yang sangat keterlaluan sampai mereka menjuluki orang-orang arab sebagai Ummiyun (orang-orang yang buta huruf dalam artian orang yang primitif yang lugu dan kaum hina-dina yang terbelakang, mereka beranggapan harta orang arab halal bagi mereka, mereka bisa memakan atau memakainya sesuka mungkin, mereka menganngap sebagi orang-orang yang berilmu, memiliki keutamaan dan kepemimpinan spiritual, mereka pandai dalam berbisnis. Selain itu mereka tukang menyebarkan isu, menebarkan permusuhan diantara sesama kabilah sehingga perang berdarah terjadi diantara mereka.

Ada tiga kabilah Yahudi yang masyhur di kota Yatsrib yaitu Bani Qainuqa , Bani Nadhir dan Bani Quraizhah. Kabilah-kabilah ini yang selalu menyulut api peperangan antara suku Aus dan Khazraj . Kabilah-kabilah Yahudi ini selalu memandang kebencian dan dengki terhadap Islam.

Rasulullah SAW setelah di Madinah sebagai kaum Muhajirin dalam posisinya sebagai seorang Rasul, penunjuk jalan kebenaran, pemimpin dan komandan. Rasulullah SAW telah menyelesaikan problema-problema di Madinah dengan penyelesaian yang sangat bijak. Setiap kaum diperlakukan dengan kasih sayang tidak ada kekerasan dan siksaan.

Sebagai pelajar, banyak sekali perihal yang dapat kita teladani dari kaum muhajirin selain kegigihan, ketabahan, keperwiraan, kesabaran dan lain sebagainya, sikap suka membaca dan mempelajari serta mengamalkan Al Qur’an, sangat penting untuk kita ikuti dan teladani.

KAUM ANSHAR PENUH KEIKHLASAN DALAM TOLONG-MENOLONG

Orang-orang anshar ingin sekali menjumpai Rasulullah SAW dan pengikutnya dari Makah, banyak kaum anshar berada di pinggiran kota Madinah menunggu kedatangan Nabi dan pengikutnya. Setelah Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya datang, dijemput dan disambut dengan suara takbir yang bergema di kota Madinah. Tokoh-tokoh Madinah berlomba-lomba menawarkan kesediaannya untuk mengayomi Rasulullah SAW beserta sahabatnya, dengan segala daya dan upaya sesuai dengan perlengkapan yang mereka miliki.

Kaum anshar selalu menerima dan mau berkorban untuk kaum muhajirin dan bahkan mereka bersedia dipersaudarakan dengan kaum muhajirin. Seperti Abdur Rahman bin Auf (kaum muhajirin) dipersadarakan dengan Saad bin Rabi’ (kaum Anshar). Dengan persaudaraan tidak ada perbedaan seperti nasab, warna kulit, asal daerah ataupun kebangsaannya. Dengan persaudaraan itu maka perjuangan kaum anshar sangat besar terhadap pertolongan kaum muhajirin dan perkembangan islam yang berkelanjutan. Setelah terbentuk persaudaraan antara muhajirin dan anshar, maka kerjasama dan tanggung jawab dipikul bersama-sama.

Kaum anshar merupakan kaum yang menolong kaum muhajirin yang berdomisili di Madinah. Kaum Muhajirin sewaktu hijrah ke Madinah tidak membawa bekal yang cukup, apalagi memiliki rumah. Dengan pertolongan kaum Anshar, kaum Muhajirin dapat hidup dengan layak. Kaum anshar sangat menghargai dan menghormati kaum muajirin. Kaum muhajirin yang datang dan menumpang ke keluarga anshar diterima dengan baik dan malah diberi sebagian hartanya, kaum muhajirin pun sangat menghargai keikhlasan kaum anshar. Sikap suka menolong merupakan ajaran yang harus kita teladani dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tolong menolong dapat terbina persatuan dan persaudaraan sesama kita. Fanatisme kesukuan, perbedaan ras, rasa kedaerahan dan lain sebagainya dapat dihindarinya.

by oyz a.k.a · 0

Sponsored by Jobs